SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Efektivitas Penggunaan Healing Story dengan Media High School Musical Film untuk Resolusi Konflik Remaja

RIAN ROKHMAD HIDAYAT

Abstrak


ABSTRAK

 

Hidayat,  Rian  Rokhmad.  2011.  Efektivitas  Penggunaan  Healing  Story  dengan Media  High  School  Musical  Film  untuk  Resolusi  Konflik  Remaja. Skripsi,  Jurusan  Bimbingan  Konseling  dan  Psikologi,  Fakultas  Ilmu Pendidikan, Universitas  Negeri Malang.  Pembimbing:  (I) Dr.  Triyono, M.Pd., (II) Drs. H. Widada, M.Si.

 

Kata Kunci: healing story, resolusi konflik, remaja

 

Masa  remaja merupakan salah satu bagian dari siklus kehidupan manusia ketika  seseorang mengalami banyak masalah karena perubahan  fisik, psikis,  dan sosial yang terjadi dari masa anak-anak ke masa dewasa. Sebagai seseorang yang mencari  jati  diri,  seringkali  remaja  ingin  membuktikan  bahwa  dirinya  adalah seorang  yang  hebat,  sehingga membuatnya  enggan  untuk meminta  bantuan  dan mendengarkan  nasihat  orang  dewasa.  Bimbingan  dan  konseling  sebagai  usaha bantuan  di  sekolah  memiliki  kewenangan  untuk  membantu  siswa  mencapai perkembangan diri yang optimal. Oleh karena itu, diperlukan usaha bantuan yang efektif dan tidak terkesan menggurui, agar siswa mau untuk dibantu oleh konselor. Salah  satu  usaha  bantuan  yang  bisa  diberikan  yaitu metode  healing  story  atau metafora.

Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui, efektivitas healing story untuk resolusi konflik remaja. Hal  ini, berdasarkan pertimbangan konflik dalam remaja yang  acapkali  terjadi  dan  memburuk,  sehingga  dibutuhkan  salah  satu  teknik bantuan  yang  dapat  menginspirasi  remaja  menyelesaikan  konflik  dengan temannya tanpa merasa digurui.

Penelitian  ini menggunakan  rancangan eksperimen one group pretest and posttest  design  dengan  subjek  penelitian  siswa  yang  sedang mengalami  konflik dengan kelompok persahabatannya  yang diduga memerlukan bantuan. Penelitian ini  menggunakan  Conflict  Management  Inventory   dari  buku  Compendium  of Questionnaires and Inventories, Vol. 1 tahun 2007 yang dikembangkan oleh Sarah Cook  berdasarkan  hasil  pengembangannya  selama  bertahun-tahun  sebagai konsultan manajemen dan pengembangan organisasi. Media High School Musical Film  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  telah  dikonsultasikan  dan  divalidasi oleh  ahli  bimbingan  dan  konseling  dan  ahli  media  pembelajaran.  Hasil  expert judgement menunjukkan  bahwa media High  School Musical Film  dinilai  layak, efektif, berguna, menarik, dan tepat untuk resolusi konflik remaja.

Kegiatan  penelitian  diawali  dengan  pemberian  pretest.  Pretest  diberikan untuk  mengetahui  skor  negosiasi  yang  dimiliki  siswa  sebelum  pelaksanaan treatment.  Treatment  dilakukan  kepada  subjek  penelitian  dengan menggunakan media film berdurasi dua belas menit. Diharapkan dengan film yang  tidak  terlalu panjang  subjek  penelitian  dapat  fokus  pada  treatment  yang  diberikan  dan  tidak jenuh. Pelaksanaan  treatment dilakukan dalam waktu yang singkat, dimaksudkan untuk  mengurangi  pengaruh  variabel  eksternal  yang  tidak  dapat  dikendalikan antara  lain  perubahan mood,  perkembangan  emosi,  dan  pengetahuan  baru  yang dimiliki subjek penelitian yang dapat mempengaruhi keabsahan hasil penelitian.  

Hasil  eksperimen  lapangan  menunjukkan  bahwa  healing  story  dengan media  High  School  Musical  Film  efektif  untuk  resolusi  konflik  remaja.  Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan sign test atau uji tanda. Hasil analisis uji  tanda  subyek  penelitian  menunjukkan  nilai  Exact.Sig.  (2-tailed)/significance untuk  uji  dua  sisi  adalah  0.031(di  bawah  0.05)  sehingga  dapat  disimpulkan  ada perbedaan  yang  signifikan.  Hipotesis  penelitian  diterima  healing  story  dengan media  high  school musical  film  efektif  untuk  resolusi  konflik  remaja. Dari  hasil wawancara  yang  dilakukan  kepada  subjek,  efek  pemutaran  film  bagi  subjek penelitian antara lain, mereka sadar bahwa setiap masalah harus dibicarakan dengan baik-baik,  memunculkan  sikap  terbuka  dalam  menyelesaikan  permasalahan individu ataupun kelompok, dan tidak menonjolkan egoisme individual. Healing  story  terbukti  efektif  untuk  resolusi  konflik  remaja. 

Hasil  dari penelitian  ini dapat dijadikan acuan oleh konselor sekolah untuk membantu  siswa menyelesaikan konflik yang dialami dengan teman sebayanya. Konselor juga dapat menggunakan  film  lain  sebagai  media  untuk  membantu  siswa  menyelesaikan permasalahan yang dialami disesuaikan dengan tema film yang dipilih.