SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA PENGALAMAN HIDUP YANG DIDOMINASI EMOSI SENANG VERSUS EMOSI SEDIH DENGAN INGATAN JANGKA PENDEK TERHADAP ISI CERITA DARI CERITA YANG BERNUANSA SENANG VERSUS NUANSA SEDIH

Abdul Aziz

Abstrak


ABSTRAK

 

Aziz, Abdul. 2011. Hubungan  Antara  Pengalaman  Hidup  yang  didominasi Emosi Senang Versus Emosi Sedih  dengan Ingatan Jangka Pendek Terhadap Isi Cerita  dari  Cerita yang Bernuansa Senang Versus Nuansa Sedih. Pembimbing: (I) H. Alwisol, M.Pd. (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Psi.

 

Kata kunci: emosi senang, emosi sedih, ingatan jangka pendek

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara  pengalaman  hidup  yang didominasi emosi senang dan pengalaman hidup yang didominasi emosi sedih dengan kemampuan ingatan jangka pendek terhadap cerita yang bernuansa senang serta cerita yang bernuansa sedih.

Analisis utama dalam penelitian ini adalah mencari hubungan antara dominasi emosi senang versus emosi sedih pada pengalaman hidup dengan kemampuan ingatan jangka pendek terhadap cerita bernuansa senang versus cerita bernuansa sedih sehingga penelitian ini merupakan jenis penelitan hubungan (correlational). Data pertama merupakan data yang memang sudah ada atau sudah terjadi sebelumnya maka data ini termasuk data penelitian ex post facto. Data kedua merukapan hasil evaluasi kemampuan ingatan jangka pendek seseorang sehingga tidak cukup memenuhi syarat untuk dimasukkan ke dalam desain eksperimen. Data pertama dan data kedua diberikan perlakuan conter balance, meskipun perlakuan ini merupakan desain eksperiment namun perlakuan ini digunakan untuk menghilangkan kesalahan akibat pengaruh menjawab tugas pertama ke tugas kedua (carry over efect) dan bukan dengan pretensi melakukan eksperiment.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa semakin tinggi dominasi emosi senang maka akan semakin tinggi kemampuan ingatan jangka pendek dalam mengingat cerita bernuansa senang dan semakin rendah dalam mengingat cerita bernuansa sedih. Sebaliknya semakin tinggi dominasi emosi sedih maka akan semakin tinggi kemampuan ingatan jangka pendek dalam mengingat cerita bernuansa sedih dan semakin rendah dalam mengingat cerita bernuansa senang. Hasil analisis data juga menunjukkan bahwa ada perbedaan anatara ingatan cerita bernuansa senang dengan cerita bernuansa sedih pada subjek yang didominasi emosi senang maupun pada subjek yang didominasi emosi sedih.

Berdasarkan hasil analisis data diatas penelitian ini menyimpulkan  bahwa individu yang sedang mengalami depresi atau didominasi emosi kesedihan hendaknya menyadari bahwa dia peka dengan hal-hal yang menyedihkan, sebaliknya subjek yang mempunyai dominasi perasaan senang peka dengan hal-hal yang menyenangkan. Kondisi semacam itu membuat orang menjadi kehilangan sebagian objektivitasnya ketika menangkap fenomena yang bermuatan perasaan atau emosi.  Setiap orang seyogyanya menyadari  adanya pengaruh pengalaman perasaan atau emosinya di masa lalu dengan ingatan dan tingkahlakunya sekarang.  Peneliti juga menggaris bawahi bahwa orang yang cenderung "senang " itu tidak lebih baik dengan orang yang cencerung "sedih" dan begitu juga sebaliknya.