SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

COPING STRES MAHASISWA PUTUS CINTA (Suatu Kajian Fenomenologi terhadap Pemudi Dewasa Awal)

Asmaul Chusna

Abstrak


ABSTRAK

 

Chusna, Asmaul. 2011. Coping Stres Mahasiswa Putus Cinta (Suatu Kajian Fenomenologi terhadap Pemudi Dewasa Awal). Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra, Elia Flurentin, M.Pd, (II) Dr. M. Ramli, M.A.

 

Kata kunci: coping stres, mahasiswa, putus cinta.

 

Mahasiswa tergolong dalam masa dewasa awal pada rentang kehidupannya. Salah satu tugas perkembangan yang khas dalam masa dewasa awal ini adalah orientasi pada pernikahan. Sebagai upaya pemenuhan tugas-tugas perkembangan tersebut dilakukan oleh mahasiswa salah satunya melalui jalinan hubungan pacaran (courtship). Dalam menjalani hubungan pacaran itu tidak selalu berjalan dengan baik, seringkali hubungan cinta itu kandas. Mahasiswa yang mengalami putus cinta karena diputuskan oleh pacar inilah yang menghadapi berbagai konflik intrapersonal maupun konflik interpersonal. Untuk mempertahankan kelangsungan diri dan kehidupannya, individu tersebut perlu melakukan usaha coping terhadap stressor yang menekannya.

Berdasarkan fenomena tersebut, fokus penelitian ini meliputi: (1) permasalahan-permasalahan apa saja yang dialami mahasiswa putus cinta. Hal ini diteliti karena adanya asumsi yang didapat setelah diadakannya studi pendahuluan, bahwa permasalahan yang dihadapi tersebut akan melatarbelakangi dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari usaha coping yang dimunculkan. (2) coping stres mahasiswa putus cinta itu dimunculkan bagaimana dalam deskriptifnya. Hal ini diteliti karena belum adanya gambaran yang spesifik dari usaha coping mahasiswa putus cinta terhadap stressornya.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi. Kehadiran peneliti sebagai pengamat berperan serta yang memanfaatkan sumber lain/informan untuk memperkuat data. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik sampling purposive. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan telaah dokumen pribadi (life history). Analisa data dalam penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu reduksi fenomenal, reduksi eidetis, dan reduksi transedental. Teknik pemeriksaan keabsahan datanya menggunakan ketekunan pengamatan dan triangulasi (triangulasi teknik dan triangulasi sumber).

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: 1) permasalahan yang dialami oleh mahasiswa putus cinta merupakan suatu bagian dari proses coping terhadap stressor yang dilakukan secara terus-menerus hingga mencapai suatu kondisi yang aman baik secara intrapersonal maupun interpersonal dalam diri mahasiswa yang mengalami putus cinta tersebut, 2) coping stres yang dilakukan oleh mahasiswa putus cinta meliputi coping stres melalui perasaan, coping stres melalui pikiran, dan coping stres melalui perilaku yang mana kesemua coping tersebut saling berkaitan satu sama lain dalam upaya mencapai keseimbangan intrapersonal maupun interpersonal dalam diri mahasiswa yang mengalami putus cinta tersebut.

Saran dari penelitian ini ditujukan kepada peneliti selanjutnya agar diadakan penelitian terhadap fenomena mahasiswa putus cinta dengan tidak hanya melibatkan satu gender subjek penelitian saja, sehingga didapatkan pemahaman mengenai dinamika kepribadian pada mahasiswa putus cinta secara komprehensif. Juga ditujukan kepada konselor di UPT BK (Unit Pelaksana Teknis Bimbingan dan Konseling) di perguruan tinggi agar dari hasil penelitian ini dapat memperkaya khasanah wacana konselor yang mendukung optimalisasi pemberian usaha bantuan khususnya kepada mahasiswa yang mengalami putus cinta.