SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KETRAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 MALANG

Trisetya Utami

Abstrak


ABSTRAK

 

Utami, Trisetya. 2011. Hubungan Kepercayaan Diri dengan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Kelas X Sma Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Widada. M.Si, (II) Dr. Blasius Boli Lasan. M.Pd

 

Kata kunci: Kepercayaan diri, Keterampilan komunikasi, interpersonal.

 

Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek yang sangat penting bagi remaja dalam pelaksanaan tugas-tugas perkembangan yang berhubungan dengan penyesuaian sosial. Hal ini yang sering menjadi permasalahan. Remaja yang mempunyai tingkat kepercayaan diri yang tinggi maka kemungkinan besar dalam berkomunikasi akan lancar dan remaja tersebut tidak akan menghindari situasi komunikasi. Sebalikanya apabila kepercayaan diri yang dimiliki remaja tersebut rendah maka kemungkinan remaja tersebut akan cenderung kurang terampil dalam berkomunikasi dan cenderung menghindari situasi komunikasi. Dalam hal ini remaja tersebut tidak mau terlibat dalam situasi percakapan, menarik diri dari pergaulan, merasa tidak aman dan hanya berbicara apabila terdesak saja. Keadaan tersebut akan berdampak buruk bagi perkembangan kepribadian remaja baik di ingkungan sosial maupun pada pencapaian hasil studi di lingkungan sekolah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  : (1) gambaran kepercayaan diri siswa kelas X SMA Negeri 3 Malang, (2) gambaran keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas X SMA Negeri 3 Malang, (3) hubungan antara kepercayaan diri dengan keterampilan komunikai interpersonal siswa kelas X SMA Negeri 3 Malang. 

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh  siswa kelas X SMA Negeri 3 Malang Tahun ajaran 2010/2011 dengan jumlah sampel yang digunakan 90 siswa. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Random Sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi interpersonal. Teknik Analisis Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis Deskriptif dan teknik Korelasi Product Moment dari Pearson. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) banyak (62,2%) siswa kelas X SMA Negeri 3 Malng yang memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi, sangat sedikit (14,4%) siswa kelas X SMA Negeri 3 Malang yang memiliki tingkat kepercayaan diri sangat tinggi, sangat sedikit (17,8%) siswa kelas X SMA Negeri 3 Malang yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah, dan sangat sedikit (5,6) siswa kelas X SMA Negeri 3 Malang yang memiliki tingkat kepercayaan diri sangat rendah; (2) banyak (57,8%) siswa kelas X SMA Negeri 3 Malang yang memiliki keterampilan  komunikasi interpersonal tinggi, sangat sedikit (22,2%) siswa yang memiliki tingkat keterampilan komunikasi interpersonal sangat tinggi, sangat sedikit (14,4%) siswa kelas X SMA Negeri 3 Malang yang memiliki tingkat keterampilan komunikasi interpersonal rendah, dan sangat sedikit (5,6%) siswa kelas X SMA Negeri 3 Malang yang memiliki tingkat keterampilan komunikasi sangat rendah; (3) Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif (0,533) antara variabel kepercayaan diri dengan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas X SMA Negeri 3 Malang tahun ajaran 2010/2011, semakin tinggi kepercayaan diri maka akan semakin tinggi pula keterampilan komunikasi interpersonal siswa.

Berdasarkan hasil penelitian, konselor hendaknya membantu siswa menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi.Bagi siswa yang mempunyai tingkat kepercayaan diri dan keterampilan komunikasinya  tinggi layanan bimbingan yang diberikan bersifat pengembangan serta memberikan pembinaan secara intensif agar mampu mengembangkan kemmapuan atau potensi secara maksimal.  Bagi siswa yang memiliki kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi interpersonal dalam klasifikasi rendah dan sangat rendah, konselor dapat memberikan layanan bimbingan dan konseling yang bersifat perbaikan atau pengentasan. Misalnya konseling bagi kelompok siswa tersebut. Hal ini bertujuan agar siswa mempunyai kepercayaan diri sehingga dapat meningkatkan dan mengembangkan keterampilan dalam berkomunikasi. Dengan adanya informasi baik dari konselor kepada guru maupun guru kepada konselor dapat membantu dalam perkembangan siswa. Selain itu guru dapat memanfaatkan informasi yang ada untuk strategi metode pembelajaran yang efektif untuk sisiwa, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan secara efektif.