SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN INVENTORI KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL BERBASIS WEB BAGI SISWA SMA

Dian Prima Norberta

Abstrak


 

ABSTRAK

 

Norberta, Dian Prima. 2011. Pengembangan Inventori Keterampilan Komunikasi Interpersonal Berbasis Web bagi Siswa SMA. Skripsi. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Henny Indreswari, M.Pd. (II) Dr. Triyono, M. Pd

 

Kata kunci: web, keterampilan komunikasi interpersonal, inventori 

 

Keterampilan komunikasi interpersonal adalah keterampilan untuk berinteraksi, saling menukar informasi yang memungkinkan setiap peserta dapat menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun non verbal sehingga dapat terjadi saling pengertian dan empati satu dengan lainnya.

Inventori merupakan alat pengumpul data yang berisi sejumlah pernyataan yang harus dipilih dan diisi oleh individu sesuai dengan keadaan dirinya (Oppenheim, 1966). Inventori keterampilan komunikasi interpersonal adalah suatu instrumen yang terdiri atas beberapa pernyataan mengenai keterampilan komunikasi interpersonal yang harus dipilih sesuai dengan keadaan diri siswa. Inventori ini disusun untuk siswa SMA, karena siswa SMA berada pada masa remaja antara 16 -18 tahun. Pada masa remaja seseorang harus bisa menyesuaikan diri dengan orang lain dan lingkungan sekitar. Penyesuaian diri remaja sering kali membuat remaja kurang bisa asertif dan susah memulai pembicaraan, karena merasa takut ditolak kelompoknya. Untuk itu diperlukan keterampilan komunikasi interpersonal agar siswa asertif dan dapat memulai pembicaraan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan inventori keterampilan komunikasi interpersonal berbasis web bagi siswa SMA yang  berterima baik (memenuhi aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan,  dan kepraktisan). 

Prosedur yang digunakan dalam mengembangkan inventori keterampilan komunikasi interpersonal berbasis web bagi siswa SMA merujuk pada model pengembangan yang diadaptasi dari Borg dan Gall (2003) yang terdiri atas tahap perencanaan, tahap pengembangan produk dan tahap uji coba. Subjek uji coba adalah ahli BK, ahli media, konselor, dan siswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan analisis persentase dan data kualitatif dengan analisis deskriptif. 

Hasil uji coba diperoleh dari hasil analisis reliabilitas, dan konsistensi internal yaitu dari 35 item pernyataan terdapat lima (5) item yang tidak valid, selanjutnya pernyataan tersebut direvisi agar pernyataan inventori keterampilan komunikasi interpersonal berbasis web bagi siswa SMA lebih komprehensif. Hasil analisis reliabilitas dengan menggunakan formula alpha menunjukkan koefisien alpha sebesar 0,885 dinyatakan tinggi, yang berarti produk yang dikembangkan sangat reliabel. Hasil uji coba inventori keterampilan komunikasi interpersonal berbasis web bagi siswa SMA pada aspek kegunaan memiliki kriteria interpretasi terterima dengan skor 4 (hasil uji ahli media) dan skor 3,6 (hasil uji calon pengguna produk). Pada aspek kelayakan hasilnya terterima dengan skor 4 (hasil uji ahli media) dan skor rata-rata 3,2 (hasil uji calon pengguna produk). Pada aspek ketepatan diperoleh skor rata-rata 4 (hasil uji ahli media) dan 3,2  (hasil uji calon pengguna produk). Pada aspek kepraktisan diperoleh skor rata-rata 4 (hasil uji ahli media) dan 3,2 (hasil uji calon pengguna produk). Hasil uji ahli BK menunjukkan bahwa kesesuaian deskriptor dengan indikator mendapatkan skor  1,9 dengan kriteria interpretasi terterima, dan kesesuaian pernyataan dengan indikator mendapatkan skor  1,9 dengan kriteria interpretasi terterima. Hasil analisis uji kelompok kecil (produk software) menunjukkan bahwa aspek keterampilan menyampaikan pesan dengan persentase rata-rata 65% berada pada kriteria sedang, dan aspek keterampilan menerima pesan, secara umum siswa memiliki persentase 70%  dengan kriteria sedang.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang diberikan bagi konselor: (1) diharapkan memiliki keterampilan dalam mengoperasikan web dan mensosialisasikannya ke siswa agar selanjutnya siswa dapat mengakses web tersebut secara online tanpa panduan konselor, dan (2) konselor selalu menjamin kerahasiaan data siswa yaitu dengan tidak mempublikasikan password kepada pihak lain. Saran bagi Kepala Sekolah: (1) diharapkan kepala sekolah bersedia menyediakan jaringan internet yang stabil agar konselor dan siswa dapat mengakses web inventori keterampilan komunikasi interpersonal, dan (2) kepala sekolah bersama dengan konselor dalam mensosialisasikan web inventori keterampilan komunikasi interpersonal. Untuk pengembang lebih lanjut yaitu (1) bisa mengembangkan isi software online yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan; (2) diharapkan juga menambahkan materi keterampilan komunikasi interpersonal yang lebih lengkap dan menambahkan animasi yang lebih menarik pada produk yang dihasilkan untuk meminimalkan kebosanan; dan (3) produk diharapkan dapat diujicobakan kepada seluruh konselor dan siswa SMA di kota Malang. Apabila memungkinkan juga dapat diujicobakan kepada seluruh konselor dan siswa SMA yang ada di beberapa daerah atau seluruh Indonesia.