SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN PAKET BIMBINGAN AKTUALISASI DIRI SISWA SMP

Vivi Yusiana Yusuf

Abstrak


ABSTRAK

 

Yusuf, Vivi Yusiana. 2011. Pengembangan Paket Bimbingan Aktualisasi Diri Siswa SMP. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd., (II) Drs. H. Widada, M.Si.

Kata Kunci: paket bimbingan, aktualisasi diri, siswa SMP

Banyak siswa SMP yang tidak mengenal potensi atau kemampuan yang mereka miliki, mereka cenderung menyerah dan mengikuti bagaimana teman sebaya mereka berbuat sehingga siswa tidak dapat mengaktualisasikan dirinya sesuai dengan potensi yang dimiliki. Aktualisasi diri merupakan salah satu aspek psikologis individu yang perlu dikembangkan dalam setiap kehidupan individu. Setiap orang mempunyai potensi dan kemampuan untuk dapat mengaktualisasikan dirinya. Remaja yang tidak berhasil mengaktualisasikan seluruh potensi dan kemampuan yang ada pada diri mereka maka dapat menimbulkan gelisah dan frustrasi dalam perkembangan kepribadian remaja tersebut. Selama ini belum ada media bimbingan berupa paket yang dapat digunakan konselor untuk memberikan bimbingan aktualisasi diri.

Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan paket bimbingan aktualisai diri untuk siswa SMP beserta panduan penggunaannya yang dapat diterima konselor maupun siswa secara teoritis maupun praktis. Produk pengembangan yang dihasilkan terdiri atas dua jenis yaitu (1) paket bimbingan aktualisasi diri siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gurah untuk siswa, dan (2) panduan penggunaan paket bimbingan aktualisasi diri untuk konselor.

Pengembangan paket bimbingan ini mengikuti langkah-langkah model pengembangan Borg and Gall. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi: (1) need assesment; (2) menentukan prioritas kebutuhan; (3) merumuskan tujuan; (4) menyusun prototipe paket bimbingan; (5) penilaian uji ahli; (6) revisi produk dari ahli; (7) penilaian uji calon pengguna produk; (8) uji coba kelompok kecil; (9) revisi produk; (10) produk akhir. Untuk mengetahui paket bimbingan yang diterima secara teoritik maupun praktis dilakukan uji validitas produk kepada ahli BK, ahli media pembelajaran, calon pengguna produk, dan kelompok kecil.

Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data validitas adalah angket format penilaian. Adapun hasil pengisian angket oleh ahli, calon pengguna produk, dan uji kelompok kecil kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kuantitatif rating scale dan kualitatif deskriptif.

Hasil pengembangan menunjukkan bahwa paket bimbingan aktualisasi diri siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gurah Kediri menurut ahli dan pengguna produk memiliki skor 204 untuk aspek ketepatan yang berarti paket memiliki karakteristik tepat serta memiliki skor 146 untuk aspek kegunaan, 88 untuk aspek kemudahan, dan73 untuk aspek kemenarikan yang berarti paket sangat berguna, mudah, dan sangat menarik. Menurut siswa dapat disimpulkan bahwa paket bimbingan aktualisasi diri ini telah memenuhi kriteria kelayakan dengan skor 320 yang sangat layak.

Berdasarkan hasil pengembangan paket bimbingan aktualisasi diri siswa SMP, maka (1) konselor hendaknya memahami prosedur bimbingan dan materi bimbingan aktualisasi diri; (2) melengkapi paket bimbingan dengan media tampilan power point; (3) merevisi isi paket secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan; (4) melakukan adaptasi jika paket digunakan oleh selain siswa SMP NEGERI 1 Gurah Kediri; (5) menindaklanjuti skor aktualisasi diri siswa dengan layanan konseling individual maupun kleompok. Saran desiminasi adalah konselor hendaknya mempublikasikan paket bimbingan aktualisasi diri pada kepala sekolah dan guru agar kepala sekolah dan guru dapat membantu membangun aktualisasi diri siswa melalui kegiatan di sekolah.

Saran bagi pengembang selanjutnya adalah: (1) hendaknya dilakukan uji lapangan utama; (2) dilakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas penggunaan paket bimbingan aktualisasi diri terhadap pemahaman siswa.