SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

sikap dan keterampilan yang harus dimiliki untuk menjadi konselor sebaya menurut mahasiswa BK UM

Dian Ratih Permana

Abstrak


ABSTRAK

 

Permana, Dian Ratih. 2010. Sikap dan Keterampilan yang Perlu Dimiliki untuk Menjadi Konselor Sebaya Menurut Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang, Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd., (II) Dr. Andi Mappiare A.T, M.Pd

.

Kata kunci: sikap, keterampilan, konselor sebaya

Tidak semua mahasiswa bisa menjadi konselor sebaya (peer counselor). Seorang konselor sebaya harus memiliki kualitas pribadi yang baik agar dapat menunjang dalam proses konseling dengan konseli. Kualitas pribadi yang harus dimiliki oleh konselor sebaya meliputi sikap dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui keefektifan sikap dan keterampilan yang seharusnya dimiliki untuk menjadi konselor sebaya agar dapat menghasilkan konselor sebaya yang berkualitas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif (descriptive resarch). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang berisi sejumlah sikap dan keterampilan yang nantinya akan dibagikan kepada 30 responden dari angkatan 2008-2010.

Hasil analisis penelitian adalah sikap primer yang perlu dimiliki (sangat dibutuhkan) untuk menjadi konselor sebaya adalah (1) sikap menghormati orang lain, dan (2) sikap objektif dalam menyelesaikan masalah. Keterampilan primer yang perlu dimiliki (sangat dibutuhkan) untuk menjadi konselor sebaya adalah (1) keterampilan dalam mengendalikan emosi, dan (2) kemampuan dalam menjaga rahasia orang lain.

Hasil dari penelitian ini disarankan bagi bagi mahasiswa jurusan Bimbingan dan konseling: mahasiswa haruslah bisa memahami sikap dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi konseor sebaya, mahasiswa harus memiliki sikap untuk menjadi konselor sebaya yang baik, mahasiswa harus terus melatih keterampilannya untuk menjadi konselor sebaya yang efektif, mahasiswa harus siap untuk menjadi konselor sebaya bagi teman sebayanya, hal ini bertujuan untuk mempersiapkan diri untuk nantinya menjadi seorang konselor profesional. Bagi jurusan Bimbingan dan Konseling, pihak jurusan hendaknya memilih dan melatih konselor sebaya untuk masing-masing angkatan. Sehingga para mahasiswa dapat belajar untuk menjadi konselor sebaya yang baik dan nantinya akan menjadi konselor profesional yang efektif, pihak jurusan hendaknya terus mengasah kemampuan konselor sebaya melalui pelatihan keterampilan agar dapat mencetak konselor sebaya yang efektif. Bagi peneliti Selanjutnya, peneliti diharapkan dalam pengambilan sampel untuk penelitian hendaknya lebih bervariasi dan lebih banyak, untuk memperoleh data yang lebih akurat, materi dalam angket bisa dibuat lebih sederhana untuk memudahkan mahasiswa yang akan menjawab, sikap dan keterampilan yang tertulis di angket bisa ditambahkan lagi.