SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Sikap Remaja Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah terhadap Pornografi di Internet

Vina Fitriana

Abstrak


ABSTRAK

Fitriana, Vina. 2007. Perbedaan Sikap Remaja Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah terhadap Pornografi di Internet, Program Studi Psikologi Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Marthen Pali, M.Psi (II) Ika Andrini Farida, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci: Sikap terhadap pornografi di internet, remaja

 

            Remaja memiliki keingintahuan yang besar terhadap seksualitas, sejalan dengan hal tersebut remaja selalu berusaha untuk mencari informasi mengenai seks. Sikap terhadap pornografi di internet adalah kecenderungan untuk mendukung atau tidak mendukung seseorang terhadap pornografi di internet yang terdiri dari komponen kognitif, afektif dan konatif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sikap remaja SMA terhadap pornografi di internet, sikap remaja MA terhadap pornografi di internet serta untuk mengetahui perbedaan sikap remaja SMA dan MA terhadap pornografi di internet. 

Populasi penelitian ini adalah remaja SMA dan MA se-kota Malang. Sampel yang digunakan sebanyak 35 remaja SMA Laboratorium UM dan 35 remaja MAN 3 Malang. Instrumen penelitian menggunakan skala Sikap terhadap Pornografi di internet dengan 48 item. Rancangan penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif.

Berdasarkan analisis deskriptif diperoleh hasil bahwa skor mean pada remaja SMA sebesar 103,94 dan remaja SMA yang memiliki sikap sangat negatif terhadap pornografi di internet sebanyak 3 remaja (8,57%), sikap negatif terhadap pornografi di internet sebanyak 17 remaja (48,57%), sikap cukup positif terhadap pornografi di internet sebanyak 14 remaja (40%), sikap positif sebanyak 1 remaja (2,86%). Skor mean pada remaja MA sebesar 94,17 dan remaja MA yang memiliki sikap sangat negatif terhadap pornografi di internet sebanyak 6 remaja (17,14%), sikap negatif terhadap pornografi di internet sebanyak 22 remaja (62,86%), sikap cukup positif terhadap pornografi di internet sebanyak 5 remaja (14,28%), sikap positif terhadap pornografi di internet sebanyak 1 remaja(2,86%), sikap sangat positif sebanyak 1 remaja (2,86%). Berdasarkan analisis komparatif diperoleh hasil skor U = 4,000 Sig 0,000 < 0,05 maka terdapat perbedaan sikap remaja SMA dan MA terhadap pornografi di internet.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa remaja SMA dan MA memiliki sikap yang cenderung negatif terhadap pornografi di internet. Namun remaja SMA memiliki sikap negatif terhadap pornografi di internet lebih rendah dibandingkan sikap negatif terhadap pornografi di internet pada remaja MA. Dengan mengetahui masih ada remaja yang memiliki sikap positif terhadap pornografi di internet maka disarankan bagi remaja untuk meningkatkan pengetahuan agama, bagi orang tua agar lebih memberikan pendidikan moral pada anak, bagi guru SMA agar meningkatkan pendidikan moral kepada siswanya dan bagi guru MA agar terus mempertahankan dan meningkatkan pendidikan moral yang telah diberikan. Bagi peneliti selanjutnya agar meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi sikap remaja terhadap pornografi di internet.