SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEEFEKTIFAN TEKNIK HOMEROOM UNTUK MENINGKATKAN KETERBUKAAN DIRI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KARANGREJO TULUNGAGUNG

NURLAILI HIDAYATI

Abstrak


ABSTRAK

 

Hidayati, Nurlaili. 2011. Keefektifan Teknik Homeroom untuk Meningkatkan Keterbukaan Diri Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Karangrejo Tulungagung. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Widada, M.Si, (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd.

 

Kata kunci : teknik homeroom, self-disclosure

 

Remaja perlu melakukan pengungkapan diri (self-disclosure) sebagai salah satu keterampilan sosial yang harus dimiliki agar mereka dapat diterima dalam lingkungan sosialnya. Seringkali self disclosure terjadi ketika seseorang telah mengembangkan keakraban yang dekat. Salah satu teknik bimbingan yang dapat dilakukan sebagai upaya meningkatkan keterbukaan diri siswa yaitu melalui penggunaan "Teknik Homeroom". Teknik homeroom sebagai alat dalam upaya membimbing individu untuk dapat mengungkapkan berbagai pengalaman, pengetahuan, gagasan atau ide-ide karena yang ditekankan dalam kegiatan homeroom adalah terciptanya suasana yang penuh kekeluargaan dan akrab seperti rumah yang menyenangkan.Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keefektifan teknik homeroom dalam meningkatkan Keterbukaan Diri Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Karangrejo Tulungagung.

Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen, dengan desain eksperimen pretest-posttest control group design. Adapun proses penelitian terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan meliputi observasi, penyusunan instrumen, penyusunan skenario pelaksanaan kegiatan homeroom, dan uji coba instrumen inventori self disclosure dengan hasil dari 50 item ada 25 item yang valid serta memiliki nilai Cronbach's Alpha 0,88. Nilai Cronbach's Alpha 0,88 lebih dari 0,50 maka data dapat dipercaya atau reliabel. Tahap kedua yaitu seleksi subjek dan diperoleh subjek penelitian 60 orang yang memiliki keterbukaan diri rendah dengan pembagian 30 orang dikelompokkan dalam kelompok eksperimen dan 30 orang dalam kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling. Tahap ketiga yaitu pelaksanaan layanan bimbingan dengan teknik homeroom pada kelompok eksperimen. Sementara pada kelompok kontrol tidak diberikan layanan bimbingan dengan teknik homeroom. Hal tersebut bertujuan untuk melihat pengaruh teknik homeroom terhadap peningkatan keterbukaan diri siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah t- test yaitu membedakan rata-rata kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebelum dan sesudah perlakuan/treatment.

Hasil penelitian pada kelompok eksperimen menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pre tes ke pos tes dari 62,10 menjadi 66.33. Rata-rata hasil pos tes inventori keterbukaan diri kelas eksperimen lebih tinggi daripada rata-rata hasil pos tes kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen memiliki skor rata-rata pos tes 66,33, sedangkan pada kelompok kontrol memiliki skor rata-rata pos tes 61,96.T-test menunjukkan nilai t = 3,615 dengan nilai sig 0,001. Angka sig 0,001 berarti lebih kecil dari 0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa keterbukaan diri pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol ada perbedaan setelah diberikan perlakuan pada kelompok eksperimen, maka teknik homeroom efektif dalam meningkatkan keterbukaan diri siswa.

Berdasarkan hasil penelitian, saran bagi konselor yaitu hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi bagi konselor untuk menunjang dan meningkatkan layanan BK dalam membantu siswa yang memiliki keterampilan mengungkapkan diri rendah. Di samping itu, juga disarankan kepada lembaga prodi BK bahwa hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam mengembangkan matakuliah bimbingan kelompok. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi bagi peneliti yang lain dalam melakukan penelitian serupa yang bertujuan meningkatkan keterbukaan diri siswa.