SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI TEKNIK WAWANCARA DI KELAS V MI PLUS ISLAMIYAH GAPRANG KABUPATEN BLITAR

surya ningsih

Abstrak


ABSTRAK

Hasil observasi awal yang telah dilakukan di MI Plus Islamiyah Gaprang Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar, siswa kurang mampu dalam keterampilan berbicara. Latar belakang penelitian ini adalah guru lebih sering menekankan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menekankan pembelajaran menulis dan membaca. Oleh sebab itu guru juga harus mengingatkan siswa bahwa kemampuan berbicara berhungan erat dengan kemampuan berbahasa yang lain misalnya menyimak, membaca dan menulis. Penelitian ini bertujuan (1)  Mendeskripsikan penerapan wawancara dalam meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa kelas 5 MI Plus Islamiyah Gaprang Kab.Blitar. (2) Mendeskripsikan peningkatan keterampilan berbicara melalui teknik wawancara pada siswa kelas 5 MI Plus Islamiyah Gaprang Kab. Blitar.

Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian tindakan (action research), yaitu penelitian tindakan kelas (PTK). Analisis data penelitian yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Data dijaring melalui pedoman wawancara, angket, dokumentasi, catatan lapangan dan lembar observasi dengan indikator kelancaran berbicara, keruntutan berbicara dan ketangkasan berbicara siswa. 

Secara klasikal siswa belum mampu mencapai KKM. Namun, dengan menggunakan teknik wawancara mampu memotivasi siswa dalam pembelajarannya, siswa mampu mencapai KKM yang ditentukan sekolah melalui teknik wawancara. Pada pelaksanaan siklus I, siswa mampu mencapai 60,86%. Dari 23 siswa, 15 siswa yang mampu mencapai nilai diatas 6,00. Pada siklus II, 100% siswa telah mencapai KKM yang ditentukan. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa, dengan menggunakan teknik wawancara, siswa lebih memahami teknik wawancara dengan menggunakan pilihan kata yang tepat dan bahasa yang santun, dengan demikian hasil belajar siswa dapat meningkat. Hal ini tampak pada siklus I mencapai 60,86% 100% pada siklus II.