SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan paket pelatihan asertivitas siswa SMA Negeri 2 Blitar (panduan untuk konselor)

Novika Ludi Rahayu

Abstrak


Manusia pada dasarnya adalah makluk sosial yang selalu melakukan interaksi dengan orang lain dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Salah satu bentuk perilaku sosial yang mendukung terakomodasikannya kepentingan-kepentingan sosial dan pribadi adalah perilaku asertif atau tegas. Galassi dan Galassi (1977:3) menyatakan bahwa perilaku asertif adalah pengungkapan secara langsung kebutuhan, keinginan, dan pendapat seseorang tanpa menghukum, mengancam atau menjatuhkan orang lain. Asertif juga meliputi mempertahankan hak mutlak seseorang tanpa melanggar hak orang lain. Untuk dapat meningkatkan dan membudayakan individu berperilaku asertif diperlukan media bantu yang menarik dan sesuai. Media bantu yang dimaksud adalah paket pelatihan asertivitas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan paket pelatihan asertivitas siswa SMA sebagai panduan untuk konselor. Desain pengembangan diadaptasi dari strategi pengembangan Borg and Gall, dengan tahap-tahap: (1) melakukan penilaian kebutuhan (need assessment) mengidentifikasi kebutuhan siswa, instrumen yang digunakan adalah angket kebutuhan siswa terhadap pelatihan asertivitas. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI dengan jumlah 34 orang siswa, (2) analisis data dan penetapan prioritas kebutuhan. Teknik analisis menggunakan presentase. Penetapan prioritas kebutuhan dengan cara mengelompokkan peringkat dari yang tertinggi, (3) merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus paket pelatihan asertivitas, (4) menyusun paket pelatihan asertivitas siswa SMA, (5) penilaian produk oleh uji ahli. Uji ahli dilakukan oleh seorang ahli BK dan bahasa. Instrumen yang digunakan adalah angket penilaian, (6) revisi produk dari uji ahli, (7) hasil draf, (8) penilaian dan diskusi calon pengguna produk. Calon pengguna produk terdiri dari dua orang konselor. Instrumen yang digunakan adalah angket penilaian uji calon pengguna produk, (9) revisi produk dari calon pengguna produk, (10) produk akhir berupa paket pelatihan asertivitas.
Paket Pelatihan Asertivitas ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu: paket yang dibuat mengajak siswa untuk berpartisipasi aktif sehingga tercipta suasana yang menyenangkan, paket berisi materi-materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan siswa sehingga dapat ditemukan solusinya, paket pelatihan asertif siswa SMA belum ada yang mengembangkan, sehingga dapat membantu konselor untuk melaksanakan pelatihan asertivitas di sekolah.
Paket ini juga memiliki kelemahan, yaitu: penilaian paket ini baru sampai pada ruang lingkup yang terbatas, yaitu sampai pada uji ahli dan uji calon pengguna produk, proses kegiatan yang ada dalam paket memerlukan waktu yang cukup lama kemungkinan dalam pelaksanaannya ada kendala waktu.
i
Hasil dari penelitian ini disarankan beberapa hal, yaitu: untuk peneliti selanjutnya, perlu melakukan penelitian lebih lanjut sampai pada tahap uji kelompok kecil untuk siswa dan uji lapangan untuk mengetahui efektivitas dan kelayakan penerapan paket pelatihan asertivitas, untuk sekolah, pelaksanaan pelatihan asertivitas hendaknya dilakukan setiap tahun dan disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi siswa., untuk konselor sekolah yang akan menggunakan paket ini untuk lebih memperhatikan keadaan, waktu, tempat, dan aspek budaya yang mempengaruhi perilaku asertif setiap individu, untuk siswa yang mengikuti pelatihan diharapkan untuk serius dalam mengikuti setiap tahap dalam pelatihan asertivitas.