SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Tipe Kepribadian Dengan Kematangan Emosi Pada Wanita Yang Mengajukan Gugatan Cerai Di Pengadilan Agama Malang

Yulia Ulva

Abstrak


ABSTRAK

 

Ulva, Yulia. 2010. Hubungan Antara Tipe Kepribadian Dengan Kematangan Emosi Pada Wanita Yang Mengajukan Gugatan Cerai Di Pengadilan Agama Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M. Si.,  (II) Diyah Sulistyorini, S. Psi., M. Psi.

 

Kata kunci: tipe kepribadian, kematangan emosi, wanita yang mengajukan gugatan cerai

 

Perceraian yang terjadi di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kondisi emosi pasangan yang belum matang menjadi faktor utama penyebab persoalan ini. Kematangan emosi individu diakibatkan adanya perbedaan tipe kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tipe kepribadian wanita yang mengajukan gugatan cerai; (2) kematangan emosi wanita yang mengajukan gugatan cerai; (3) hubungan antara tipe kepribadian dengan kematangan emosi pada wanita yang mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Malang.

Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Subyek penelitian adalah wanita yang mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Malang. Pengambilan subyek penelitian menggunakan teknik accidental sampling. Alat pengumpul data berupa (1) inventori tipe kepribadian yang dikembangkan dari teori Hippocrates dengan validitas dan reliabilitas berdasarkan proffesional judgement; (2) skala kematangan emosi yang dikembangkan dari teori Hurlock dengan validitas berkisar (rxy) = 0,305 sampai 0,780  dan reliabilitas = 0,920 .

Hasil penelitian menunjukkan (1) sebesar 32% atau 16 orang bertipe kepribadian chole, 32% atau 16 orang bertipe kepribadian melanchole, 14% atau 7 orang bertipe kepribadian phlegma, dan 22% atau 11 orang bertipe kepribadian sanguis; (2) sebesar 30% atau 15 orang memiliki kematangan emosi tinggi, 48% atau 24 orang memiliki kematangan emosi sedang, dan 22% atau 11 orang memiliki kematangan emosi rendah; (3) Uji korelasi dalam penelitian ini menggunakan analisis non parametrik, yaitu analisis Spearman dan diperoleh nilai (rxy) = 0,440; p = 0,001 < 0,01. Hal ini berarti ada hubungan positif antara tipe kepribadian dengan kematangan emosi pada wanita yang mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Malang.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tipe kepribadian dengan kematangan emosi pada wanita yang mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Malang.  Tipe kepribadian chole berkorelasi dengan kematangan emosi rendah, melanchole dengan kematangan emosi sedang, sanguis dengan kematangan emosi sedang, dan phlegma dengan kematangan emosi tinggi. Bagi pasangan suami istri diharapkan saling memahami tipe kepribadian pasangan dan mampu meminimalisir emosi masing-masing tipe kepribadian. Pihak DEPAG diharapkan memberikan konseling pra nikah kepada calon pasangan suami istri agar mereka mampu memahami tipe kepribadian masing-masing.