SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara kepercayaan diri dengan perilaku merokok siswa di SMA Shalahuddin Malang

Lydia Sepvirna Eka Putri

Abstrak


ABSTRAK

 

Putri, Lydia Sepvirna Eka. 2010. Hubungan Antara Kepercayaan Diri dengan Perilaku Merokok Siswa di SMA Shalahuddin Malang   Program Studi Psikologi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang.  Pembimbing: (1) Fattah Hidayat, S.Psi, M.Si.  (2) Diantini Ida Viatri, S.Psi., M.Psi.

 

Kata kunci: kepercayaan diri, perilaku merokok, remaja.

 

Kepercayaan diri adalah perasaan yakin akan kemampuan dan kekuatan diri sendiri yang membantu seseorang bersikap positif terhadap dirinya dan orang lain. Perilaku merokok adalah aktivitas menghisap atau menghirup asap rokok dengan menggunakan pipa atau rokok yang dilakukan secara menetap. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui gambaran kepercayaan diri siswa (2) Mengetahui gambaran perilaku merokok siswa,  (3) Mengetahui apakah ada hubungan antara kepercayaan diri dengan perilaku merokok siswa.

Subyek penelitian adalah siswa SMA Shalahuddin Malang yang merokok sebanyak 40 siswa sebagai sampel penelitian.  Instrumen dalam penelitian ini menggunakan dua skala yaitu skala kepercayaan diri dan skala perilaku merokok. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasional product moment. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu Ada hubungan antara kepercayaan diri dengan perilaku merokok siswa di SMA Shalahuddin Malang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 siswa (32,5%) memiliki kepercayaan diri tinggi,  11 siswa (27,5%) memiliki kepercayaan diri sedang dan 16 siswa (40%) memiliki kepercayaan diri dengan klasifikasi rendah. Serta 16 siswa (40%) memiliki perilaku merokok tinggi, 12 siswa (30%) memiliki perilaku merokok sedang,  dan 12 siswa (30%) memiliki perilaku merokok rendah.  Hasil penelitian korelasional product moment  didapatkan nilai rxy = -0,315 dengan  araf  iginifikasi sebesar 0,048 (sig < 0,05). Hal ini menunjukkan ada korelasi negatif  antara  kepercayaan  diri dengan perilaku merokok, yaitu semakin tinggi  kepercayaan  diri  siswa , maka  akan  semakin rendah perilaku merokok siswa.

Berdasarkan penelitian tersebut, peneliti memberikan saran kepada beberapa pihak yaitu: 1) Bagi sekolah Agar lebih memotivasi serta membantu dan memberikan penyuluhan peserta didiknya dalam mengembangkan kepercayaan diri agar tidak terjerumus dalam kenakalan remaja. 2) Bagi siswa Agar remaja lebih memahami pentingnya kepercayaan diri sehingga mampu mengembangkan diri secara optimal, mengerti akan bahaya merokok dan menghindarkan diri dari perilaku merokok.3) Bagi orang tua dan pengajar Agar dapat memberikan bantuan psikologis serta melakukan pendekatan kepada remaja agar dapat mengembangkan kepercayaan diri, dan memberikan contoh serta arahan agar remaja dapat terhindar dari perilaku merokok.4)Bagi peneliti selanjutnya Diharapkan dapat mengadakan penelitian pada subjek yang lebih luas dan menggunakan instrumen pengumpulan data yang lebih beragam.