SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA PERASAAN DITOLAK LINGKUNGAN SOSIAL DENGAN KETERGANTUNGAN NARKOBA PADA REMAJA

ININDA MAYDARANI

Abstrak


ABSTRAK

 

Maydarani, Ininda. 2010. Hubungan Perasaan Ditolak Lingkungan Sosial Dengan Ketergantungan Narkoba Pada Remaja. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si , (II) Diyah Sulistyorini, S.Psi, M.Psi.

 

Kata kunci: Perasaan Ditolak Lingkungan Sosial, Ketergantungan Narkoba, Remaja.

 

Akhir-akhir ini penyalahgunaan narkoba semakin meningkat jumlahnya yang sebagian besar dialami oleh remaja, dimana seringkali hal tersebut disebabkan semakin meningkatnya perasaan ditolak lingkungan sosial di kalangan remaja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) gambaran perasaan ditolak lingkungan sosial, (2) gambaran ketergantungan narkoba, (3) hubungan antara perasaan ditolak lingkungan sosial dengan ketergantungan narkoba pada remaja.

Desain yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan subyek sebanyak 24 remaja baik laki-laki maupun perempuan yang masih atau sedang mengalami ketergantungan narkoba dan sedang menjalani proses penyembuhan di Pondok Pesantren yang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Data perasaan ditolak lingkungan sosial dikumpulkan dengan skala perasaan ditolak lingkungan sosial (koefisien validitas item antara 0,393 sampai 0,814 dan koefisien reliabilitas dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach diperoleh skor 0,968) dan data ketergantungan narkoba dikumpulkan dengan angket ketergantungan narkoba adaptasi Christo Inventory for Substance-misuse Services (uji validitas telah dilakukan oleh George Christo, Ph.D., Psych diperoleh memiliki taraf uji validitas 0,88 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,74 dengan menggunakan koefisien Alpha Cronbach). Angket ketergantungan narkoba dilakukan uji ahli pada ahli sastra dan ahli narkoba menyatakan bahwa secara keseluruhan angket memiliki kualitas yang bagus serta dapat mewakili tujuan pengukuran dari tiap aspek variabel penelitian.

Hasil analisis deskriptif menunjukkan tingkat perasaan ditolak lingkungan sosial sebanyak 16,67% (4 remaja) termasuk dalam kategori tinggi, 66,66% (16 remaja) termasuk dalam kategori sedang dan 16,67% (4 remaja) termasuk dalam kategori rendah. Selain itu, tingkat ketergantungan pada remaja sebanyak 33,34% (8 remaja) termasuk dalam kategori tinggi, 45,83% (11 remaja) termasuk dalam kategori sedang dan 20,83% (5 remaja) termasuk dalam kategori rendah. Hasil penelitian yang diperoleh dianalisis dengan teknik Korelasi Spearman Brown menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perasaan ditolak lingkungan sosial dengan ketergantungan narkoba (rs = 0,715, sign.= 0,000