SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN COPING STRESS DITINJAU DARI KEMATANGAN EMOSI PADA REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN

Tika Frida Chorneawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Chorneawati, Tika Frida. 2010. Perbedaan Coping Stress Ditinjau dari Kematangan Emosi pada Remaja Yang Tinggal di Panti Asuhan. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si. (II) Indah Y. Suhanti, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci : Coping Stress, Kematangan Emosi, Remaja Panti Asuhan

 

Coping Stress adalah segala usaha untuk mengurangi stres, yang merupakan proses pengaturan atau tuntutan (eksternal maupun internal) yang dinilai sebagai beban yang melampaui kemampuan seseorang. Umumnya coping stress terjadi secara otomatis begitu individu merasakan adanya situasi yang menekan atau mengancam, maka individu dituntut untuk sesegera mungkin mengatasi ketegangan yang dialaminya. Ada 2 strategi Individu dalam usaha mengatasi stress karena permasalahan yang sedang dihadapinya, yaitu (problem focused coping) dan (emotional focused coping). Tercapainya kematangan emosi yang menyebabkan keadaan tenang dan stabil pada remaja, mengakibatkan remaja akan penuh dengan pertimbangan dan pemikiran secara lebih tenang, akan pengaruh-pengaruh atau propaganda orang lain yang berusaha mengarahkan atau mengubah sikap pandangannya tentang bagaimana cara mengendalikan stress yang berlebihan serta strategi yang efektif bagi permasalahannya.

Penelitian ini bertujuan : (1) Untuk mengetahui kemampuan coping stress pada remaja yang tinggal di panti asuhan. (2) Untuk mengetahui kematangan emosi pada remaja yang tinggal di panti asuhan. (3) Untuk mengetahui perbedaan Coping Stress ditinjau dari kematangan emosi pada remaja yang tinggal di panti asuhan.

Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan deskriptif komparatif. Populasi Penelitian adalah Remaja Panti Asuhan Al-Mustaqim Lawang dengan jumlah populasi 150 orang, dengan sampel sebanyak 60 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan tehnik Purposive Sampling. Alat pengumpul data berupa angket coping stress dan skala kematangan emosi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis uji-t.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Remaja dengan Coping Stress kategori Tepat dalam hal Problem Focused Coping sebanyak 49 orang (81,67%) dan Coping Stress kategori Tidak Tepat dalam hal Emotion Focused Coping sebanyak 11 orang (18,33%). (2) remaja panti asuhan yang memiliki kematangan emosi dengan kategori Matang sebanyak 48 orang (80%), dan kategori belum matang sebanyak 12 orang (20%). (3) Ada perbedaan coping stress ditinjau dari kematangan emosi pada remaja yang tinggal di panti asuhan, dengan hasil uji-t = 11,601 (p =.000 < 0,05).

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka disarankan kepada (1) Remaja putra maupun putri yang tinggal di panti asuhan menggunkan metode coping stress yang sesuai dengan tingkat kematangan emosinya. (2) Pengasuh Panti asuhan sebaiknya menyediakan pengasuh yang dapat meluangkan waktu secara intensif sehingga anak asuh merasa mendapatkan pengganti keluarganya sehingga akan memiliki Coping Stress yang lebih baik. (3) Peneliti yang tertarik melakukan penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan Coping Stress hendaknya menggunakan populasi yang lebih luas, desain penelitian yang lebih menarik ataupun juga dengan variabel yang lebih menunjang agar dapat tercapai coping stress yang diinginkan.