SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN PERILAKU AGRESI PADA SISWA PROGRAM INTERNASIONAL, SISWA PROGRAM AKSELERASI, DAN SISWA PROGRAM REGULER SMP NEGERI DI KOTA MALANG

Pepi Hertina

Abstrak


ABSTRAK

 

Hertina, Pepi. 2010. Perbedaan Perilaku Agresi Pada Siswa Program Internasional, Siswa Program Akselerasi Dan Siswa Program Reguler SMP Negeri Di Kota Malang. Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. H. Adi Atmoko M.Si, (2) Diantini Ida Viatrie S.Psi, M.Psi.

 

Kata Kunci : Perilaku Agresi, Program Internasional, Program Akselerasi, Program Reguler.

 

Perilaku agresi yang dilakukan siswa Program Internasional, siswa Program Akselerasi, dan siswa Program Reguler merupakan fenomena yang terjadi akibat frustasi karena adanya persaingan atau kompetisi dalam meraih tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku agresi siswa Program Internasional, siswa Program Akselerasi, dan siswa Program Reguler di SMP Negeri kota Malang.

Desain yang digunakan adalah deskriptif dan komparatif dengan subyek sebanyak 168 siswa di SMP Negeri di kota Malang, yang ditentukan dengan purpossive sampling. Data perilaku agresi dikumpulkan dengan skala agresi, seluruh item skala terbukti reliabel dan valid (koefisien validitas item antara 0,313 sampai 0,648 dan koefisien reliabilitas 0,927).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara siswa Program Internasional, siswa Program Akselerasi, dan siswa Program Reguler (F = 0,595 sig = 0,553 > 0,05). Perilaku agresi antara siswa Program Internasional, siswa Program Akselerasi, dan siswa Program Reguler berada dalam kategori rendah sehingga tidak tampak perbedaan perilaku secara signifikan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan skor mean 94.79 yang tergolong rendah, siswa dengan perilaku agresi sangat tinggi sebanyak 1 siswa (12.59%), dan kategori sedang sebanyak 95 siswa (56.55%), dan sangat rendah sebanyak 72 siswa (42.86%).

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan pada peneliti lainnya agar menambahkan aspek terkait perilaku agresi, jumlah subjek penelitian, instrument yang digunakan serta mengembangkan wilayah penelitian. Bagi konselor disarankan mengadakan dan mengembangkan pelatihan bertema "asertivitas" yang disusun oleh peneliti. Untuk sekolah disarankan menerapkan model pembelajaran cooperative learning. Sedangkan bagi subjek penelitian diharapkan mengikuti pelatihan-pelatihan pengembangan diri yang disarankan oleh konselor.