SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN PERASAAN CINTA MAHASISWI DENGAN STATUS SOSIAL EKONOMI PASANGAN

Tryanti Octavia

Abstrak


ABSTRAK

 

Octavia,  Tryanti.  2010.  Hubungan  Perasaan  Cinta  Mahasiswi  dengan  Status Sosial  Ekonomi  Pasangan.  Skripsi,  Program  Studi  Psikologi,  Jurusan Bimbingan  Konseling  dan  Psikologi,  Fakultas  Ilmu  Pendidikan, Universitas Negeri Malang.  Pembimbing:  (I) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si, (II) Diyah Sulistiyorini,  S.Psi, M.Psi.

 

Kata kunci: perasaan cinta, status sosial ekonomi pasangan.

 

Cinta  adalah  gabungan  dari  berbagai  perasaan,  hasrat,  dan  pikiran  yang terjadi  secara  bersamaan  sehingga  menghasilkan  perasaan  global.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui:  (1) perasaan cinta pada pasangan,  (2) status sosial  ekonomi pasangan,  (3) hubungan perasaan  cinta kepada pasangan dengan status sosial ekonomi pasangan. Hipotesis yang dirumuskan adalah ada hubungan antara perasaan cinta kepada pasangan dengan status sosial ekonomi pasangan.

Desain  yang  digunakan  adalah  korelasional  dengan  subyek  sebanyak  70 mahasiswa  UM  yang  diambil  dengan  teknik  Insidental  Sampling.  Data  status sosial  ekonomi  pasangan  dikumpulkan  dengan  kuesioner  status  sosial  ekonomi pasangan,  dan  data  perasaan  cinta  pada  pasangan  dikumpulkan  dengan  skala perasaan cinta  (koefisien validitas  item antara 0,312  sampai 0,797 dan koefisien reliabilitas 0,750), kemudian hasilnya diolah menggunakan teknik Korelasi Serial.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara perasaan cinta pada  pasangan  dengan  status  sosial  ekonomi  pasangan  (rxy  =  0,275  >  rtabel  = 0,232).  Artinya,  semakin  tinggi  status  sosial  ekonomi  pasangan  maka  semakin kuat  perasaan  cinta  pada  pasangannya,  sebaliknya  semakin  rendah  status  sosial ekonomi  pasangan  akan  semakin  lemah  perasaan  cintanya.  Deskripsi  data menunjukkan  sebanyak  44  orang  (62,86%)  termasuk  kategori  status  sosial ekonomi tinggi, 26 orang (37,14%) termasuk kategori sedang, dan tidak ada (0%) termasuk    kategori  rendah;  dan  mahasiswa  yang  mempunyai  tingkat  perasaan cinta terhadap pasangannya termasuk kuat sebanyak 40 orang (57,14%), 26 orang (37,14 %) kategori sedang, dan 4 orang (5,72%) kategori lemah.

Berdasarkan  hasil  penelitian  ini,  disarankan  bagi  mahasiswi  apabila menjadikan  status  sosial  ekonomi  pasangan  sebagai  alasan  dalam  mencintai pasangan  ataupun  untuk  memilih  pasangan  sebaiknya  memperhatikan  seluruh aspek  status  sosial ekonomi  terutama pendidikan dan pekerjaan. Sedangkan bagi pasangan  mahasiswi,  sebaiknya  meningkatkan  status  sosial  ekonomi  dengan menambah  tingkat  pendidikan  atau  memperbanyak  ilmu,  lebih  menekuni pekerjaan, dan menambah penghasilan dikarenakan  status  sosial ekonomi  secara tidak langsung dapat mempengaruhi kuatnya perasaan cinta pasangan.