SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN PENGUNGKAPAN DIRI (SELF-DISCLOSURE) KONSELI TERHADAP KONSELOR LAKI-LAKI DAN KONSELOR PEREMPUAN DI SMAN 1 SUMENEP

AHMAD HERU SETIAWAN

Abstrak


ABSTRAK

 

Setiawan, Ahmad Heru. 2010. Perbedaan Pengungkapan Diri (Self Disclosore) Konseli terhadap Konselor Laki-laki dan Konselor Perempuan di SMAN 1 Sumenep. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Elia Flurentin, M.Pd (II) Drs. Hariadi Kusuma.

 

Kata Kunci : Pengungkapan diri, konselor, Jenis kelamin.

 

Dalam konseling dibutuhkan pengungkapan diri (self-disclosure) konseli agar memudahkan konselor dalam proses pemecahan masalah yang tepat. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengungkapan diri konseli adalah faktor jenis kelamin konselor. Perbedaan jenis kelamin memberikan pengaruh terhadap pengungkapan diri konseli. Hal ini dikuatkan dengan adanya asumsi bahwa feminisme yang dimiliki seorang perempuan membuat suasana hubungan lebih hangat dan akrab bagi lawan bicaranya dibandingkan dengan seorang konselor laki-laki yang  mengedepankan rasionalitas serta cenderung berpikir objektif. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti fenomena ini.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Tingkat pengungkapan diri konseli terhadap konselor laki-laki SMA Negeri 1 Sumenep; 2) Tingkat pengungkapan diri konseli terhadap konselor perempuan di SMA Negeri 1 Sumenep; 3) Perbedaan pengungkapam diri konseli terhadap konselor laki-laki dan konselor perempuan di SMAN 1 Sumenep.

Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-komparatif. Populasi dalam penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Sumenep tahun ajaran 2009/2010 yang pernah atau sedang melakukan konseling dengan konselor sekolah. Pengambilan sampel menggunakan teknik penelitian populasi terhadap 86 orang konseli. Alat pengumpul data berupa angket (kuisioner)  pengungkapan diri yang dikembangkan berdasarkan teori Jourard dengan jawaban menggunakan skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dalam menjabarkan pengungkapan diri konseli terhadap konselor. Selanjutnya analisis komparatif yang digunakan untuk mengetahui perbedaan pengungkapam diri konseli terhadap konselor laki-laki dan konselor perempuan di SMAN 1 Sumenep.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pengungkapan diri  konseli terhadap konselor laki-laki berada di klasifikasi sedang 2) Pengungkapan diri  konseli terhadap konselor perempuan berada di klasifikasi sedang; dan 3) Terdapat perbedaan pengungkapan diri konseli terhadap konselor laki-laki dan konselor perempuan di SMAN 1 Sumenep. Hal ini dibuktikan dengan nilai Mean terhadap konselor laki-laki lebih kecil dibandingkan dengan nilai Mean terhadap konselor perempuan. Dari uji hipotesis, perbedaan pengungkapan diri konseli terhadap konselor laki-laki dan konselor perempuan di SMAN 1 Sumenep.

Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan (1) Kepada pihak sekolah, sebagai bahan masukan dan evaluasi terhadap program pendidikan sekolah yang telah diselenggarakan, sehingga dapat merancang layanan bimbingan dan konseling yang bertujuan agar konseli mampu melakukan pengungkapan diri dengan baik terhadap para konselor sekolah.(2) Kepada konselor, agar hasil penelitian dapat digunakansebagai bahan dalam melakukan layanan konseling terhadap konseli dengan memperhatikan titik permasalahan yang terjadi dalam penelitian ini terkait penungkapan diri, terutama pada aspek keuangan serta aspek keadaan fisik yang memiliki interpretasi rendah dibandingkan aspek pengungkapan diri lainnya, supaya dapat meminimalisir kesalahan untuk menuju kesempurnaan suatu proses konseling. (3) Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar pemikiran awal untuk melakukan penelitian dengan tema pengungkapan diri pada siswa sekolah. Selain itu, dianjurkan untuk lebih memperluas variabel-variabel penelitiannya, baik dari aspek-aspek pengungkapan diri serta indikator pernyataan yang telah tersusun dalam rancangan penelitian ini supaya lebih baik dan akurat