SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN PAKET PELATIHAN MANAJEMEN KONFLIK BAGI SISWA SMA NEGERI I KALIANGET

Fakhruddin Mutakin

Abstrak


ABSTRAK

 

Mutakin, Fakhrudin. 2010. Pengembangan Paket Pelatihan Manajemen Konflik bagi Siswa SMA Negeri 1 Kalianget. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. M. Ramli, M.A, (II) Drs. H. Widada, M.Si.

 

Kata Kunci :  paket pelatihan, manajemen konflik, siswa SMA

 

Konflik merupakan gejala yang wajar dan bisa muncul dalam segala situasi dalam kehidupan manusia. Konflik  dapat terjadi antara individu, antar kelompok, atau organisasi. Sebagian besar konflik-konflik tersebut menimbulkan kerugian yang tidak sedikit, baik harta maupun nyawa. Tidak heran jika selama ini konflik banyak dihubungkan dengan agresi.

Berbagai bentuk agresivitas seperti penyerangan, perkelahian, bahkan pembunuhan yang dilakukan selama terjadi konflik sebenarnya merupakan satu dari sekian strategi untuk memenangkan perselisihan. Masih terdapat alternatif lain yang dapat dilakukan untuk mendapatkan apa yang diinginkan tanpa saling melukai. Disinilah letak perbedaan antara konflik dan agresi. Konflik tidak selalu menghasilkan kerugian tetapi dapat juga membawa dampak yang konstruktif bagi pihak-pihak yang terlibat. Bagi remaja, mereka merasa banyak sekali mengalami masalah dan sukar untuk diselesaikan. Selain itu mereka juga sering mengalami konflik baik dari dalam dirinya sendiri, dengan teman sebaya, dengan keluarga ataupun dengan guru-gurunya di sekolah. Dan sebagian besar remaja masih belum dapat menyelesaikan konfliknya sendiri.

Dalam penyelesaian konflik-konflik yang dialaminya, remaja  lebih banyak menghadapi konflik yang mereka alami dengan cara-cara yang lebih destruktif. Dengan cara yang seperti itu, konflik yang mereka alami terkadang malah semakin meluas dan tajam. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar remaja atau anak pada masa SMA kurang memiliki keterampilan memanajemen konflik. Terkait dengan kebutuhan siswa tersebut dalam menghadapi konflik, maka salah satu upaya yang dapat dilakukan konselor untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pelatihan manajemen konflik yang didukung penggunaan salah satu media, yaitu dengan dikembangkannya paket pelatihan manajemen konflik bagi siswa SMA. Namun, pelayanan BK di SMA Negeri 1 Kalianget belum memiliki paket pelatihan manajemen konflik yang bermanfaat, mudah, tepat, dan menarik bagi siswa SMA.

Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan seperangkat Paket Pelatihan Manajemen Konflik bagi Siswa SMA Negeri 1 Kalianget beserta panduan pelaksanaan pelatihannya yang dapat diterima secara teoretis. Produk pengembangan yang dihasilkan terdiri atas dua jenis, yaitu (1) paket pelatihan manajemen konflik bagi siswa SMA: panduan untuk konselor (2) paket pelatihan manajemen konflik bagi siswa SMA: panduan untuk siswa.

Pengembangan paket pelatihan manajemen konflik diadaptasi dari langkah-langkah strategi pengembangan Research and Development (R&D) Borg and Gall (1983), yaitu: 1) melakukan penilaian kebutuhan (need assessment), 2) analisis data dan penetapan prioritas kebutuhan, 3) merumuskan tujuan paket pelatihan, 4) menyusun prototipe paket pelatihan, 5) penilaian produk oleh ahli, 6) revisi produk dari uji ahli, 7) hasil draf, 8) penilaian produk oleh calon pengguna produk, 9) revisi produk dari calon pengguna produk, 10) produk akhir paket pelatihan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket penilaian kebutuhan untuk uji ahli dan calon pengguna produk. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis bersifat kuantitatif dan deskriptif kualitatif. 

Hasil pengembangan menunjukkan bahwa paket pelatihan manajemen bagi siswa SMA menurut ahli materi adalah berguna, mudah, tepat, dan sangat menarik, sedangkan menurut calon pengguna produk paket pelatihan manajemen konflik ini adalah berguna, mudah, tepat dan sangat menarik.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang diajukan adalah (1) konselor diharapkan dapat menggunakan paket pelatihan manajemen konflik bagi siswa SMA dalam hal pemberian layanan bimbingan pribadi sosial dengan pendekatan penelitian tindakan, (2) pengguna paket pelatihan disarankan untuk meminta bantuan konselor pendamping apabila kelas pelatihan cukup besar, (3) konselor disarankan melengkapi penjelasan uraian materi dengan tambahan media yang lain dalam praktik pelaksanaan paket pelatihan manajemen konflik bagi siswa SMA, dan (4) peneliti selanjutnya hendaknya melakukan uji praktis untuk mengetahui keefektifan paket pelatihan ini.