SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA SISWA SMP NEGERI 18 MALANG

Meinar Kurnia Ramadhan

Abstrak


ABSTRAK

 

Ramadhan, Meinar Kurnia. 2010. Hubungan antara Kematangan Emosi dan Penyesuaian Sosial pada Siswa SMP Negeri 18 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. M. Ramli, MA, (2) Drs. Hariadi Kusumo.

 

Kata Kunci: kematangan emosi, penyesuaian sosial, siswa SMP

 

Sekolah pada dasarnya merupakan lembaga pendidikan formal yang mengembangkan segala potensi siswa secara optimal, termasuk pengembangan kematangan emosi dan kematangan sosial siswa. Sekolah menengah pertama (SMP) merupakan lembaga kedua yang meletakkan dasar-dasar pengetahuan yang dapat digunakan oleh para siswa sebagai titik tolak pengembangan diri siswa di kemudian hari. Di sekolah menengah pertama dikembangkan proses penyesuaian sosial. Untuk dapat melakukan penyesuaian sosial yang baik, maka emosi mempunyai peranan yang sangat penting. Siswa yang matang secara emosional lebih dapat diterima dalam lingkungan sosialnya. Mengajarkan keterampilan emosional dan sosial pada siswa dapat membentuk kematangan emosional yang selanjutnya memudahkan siswa dalam melakukan penyesuaian sosial. Atas dasar ini maka perlu diteliti secara empiris hubungan antara kematangan emosi dan penyesuaian pada siswa SMP Negeri 18 Malang.

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tingkat kematangan emosi dan mendiskripsikan tingkat penyesuaian sosial siswa SMP Negeri 18 Malang. Di samping itu penelitian ini juga bermaksud untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan penyesuaian sosial siswa SMP Negeri 18 Malang

Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Instrumen penelitian yang digunakan untuk memperoleh data adalah angket, yaitu angket kematangan emosi dan angket penyesuaian sosial. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Malang yang berjumlah 280 siswa, sedangkan sampel penelitian diambil secara proportional random sampling. Sampel diambil 25% dari populasi, yaitu sebanyak 72 orang siswa. Analisis dilakukan dengan menggunakan persentase dan korelasi Product Moment.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kematangan emosi siswa SMP Negeri 18 Malang pada katagori tinggi sebanyak 75%, sedangkan sisanya (25%) berada pada katagori sedang; (2) sebagian besar penyesuaian sosial siswa SMP Negeri 18 Malang berada pada katagori tinggi (80,6%), katagori sangat tinggi 8,3% dan katagori sedang 11,1%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kematangan emosi dan penyesuaian sosial dengan rhitung 0,713 dan probabilitas 0,00.

Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan kepada berbagai pihak, yaitu: (1) kepala sekolah diharapkan dapat memberikan kebijakan yang dapat meningkatkan kematangan emosional dan penyesuaian sosial siswa terutama melalui kegiatan ekstra kurikuler; (2) konselor sekolah diharapkan dapat mempertahankan tingkat kematangan emosi dan penyesuaian sosial siswa dengan mengajak siswa untuk mengikuti berbagai aktivitas intra dan ekstra kurikuler yang dapat meningkatkan kematangan emosi dan penyesuaian sosial siswa. Konselor juga diharapkan dapat memberikan berbagai layanan dasar yang relevan dengan upaya belajar untuk menggunakan katarsis emosi untuk menyalurkan dan mengungkapkan emosinya secara tepat dan dapat diterima oleh kelompok sosial, seperti kegiatan kesenian, olah raga, kepramukaan dan sebagainya; (3) bagi peneliti berikutnya hendaknya memperluas populasi, sehingga hasilnya lebih memperlihatkan keadaan kematangan emosi dan penyesuaian remaja pada umumnya.