SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefektifan konseling realita untuk menegakkan disiplin

Ninda Wahyu Purwaning Astuti

Abstrak


 

ABSTRAK

 

Astuti, Ninda Wahyu Purwaning. Keefektifan konseling realita untuk menegakkan disiplin

 

Kata Kunci:

 

Banyaknya kasus siswa SMP yang tidak disiplin, membuat siswa yang tidak disiplin ini mengalami hambatan dalam menjalankan kewajibannya sebagai siswa di sekolah. Hal ini tentu akan berakibat pada proses belajar mengajar dan prestasi mereka di sekolah. Salah satu alasan tidak disiplin adalah faktor intern yaitu kepribadian dari siswa tersebut. Bimbingan bagi siswa yang tidak disiplin ini diperlukan untuk membantu menyelesaikan permasalahan mereka dan membuat mereka agar dapat mengikuti proses belajar mengajar secara baik.  Dalam hal ini, siswa yang tidak disiplin diberikan bantuan dengan konseling realita dengan menggunakan prosedur WDEP. Penyelenggaraan konseling ini digunakan untuk merubah tingkah laku tidak disiplin sehingga dilakukan eksperimen.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan konseling realita dalam menegakkan perilaku disiplin siswa SMP. Hipotesis dari penelitian ini adalah konseling realita efektif  untuk menegakkan perilaku disiplin siswa SMP.

Rancangan penelitian ini adalah single-subject eksperimental design jenis A-B-A'. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah tiga orang siswa yang tidak disiplin di sekolah. Data awal dari penelitian ini peneliti peroleh dari studi dokumentasi dan observasi awal. Tingkah laku yang diobservasi adalah 1) Tidak memakai seragam lengkap, 2) menggobrol dengan teman sebangku saat pelajaran berlangsung, 3) bermain Hp, 4) tidak mengerjakan PR, 5) bolos sekolah, 6) terlambat masuk kelas, 7) membuang sampah tidak pada tempatnya.

Prosedur penelitian dimulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan analisis data melalui fase A, fase B, dan fase A'. Hanya ada satu (1) macam data yang diambil dalam penelitian ini yaitu data frekuensi  melalui sistem pencatatan observasi (observational recording system) sebagai instrumen untuk pengambilan data. Teknik observasi ini menggunakan pedoman observasi. Berdasarkan perhitungan reliabilitasnya, dapat dijelaskan bahwa hasil analisis reliabilitas instrument penelitian menunjukkan koefisien reliabilitas 80% ke atas. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan visual inspection.

Atas dasar Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perubahan tingkah laku dari siswa yang tidak disiplin yang dimunculkan oleh ketiga subjek penelitian setelah diberikan treatment, hampir semuanya mengalami penurunan perilaku tidak disipilin 80 % sampai 100%. Persentase perubahan tersebut mengandung pengertian bahwa konseling realita efektif untuk penegakkan perilaku dispilin.

Dari hasil penelitian ini disarankan kepada konselor dapat memberikan bantuan kepada  siswa yang tidak disiplin dengan menggunakan konseling realita dengan prosedur WDEP agar permasalahan siswa tersebut bisa cepat teratasi dan tugas perkembangan mereka dapat berjalan sebagaimana mestinya. Konselor juga sebaiknya dapat bekerjasama dengan guru atau wali kelas dalam penanganan siswa yang tidak disiplin. Hal ini disebabkan guru atau wali kelas yang lebih banyak mengetahui tingkah laku siswanya saat proses pembelajaran. Kepala sekolah diharapkan dapat memberikan fasilitas dan bekerjasama dengan konselor sekolah untuk mengembangkan program Bimbingan dan Konseling, agar kerja konselor sekolah dapat lebih optimal. Penelitian eksperiment ini hendaknya dapat dikembangkan dengan meningkatkan desain yang ada, misalnya dengan menggunakan desain    A-B-A'-B', ataupun A-B-A'-B'-C. Sebaiknya tidak hanya diterapkan bagi siswa yang tidak disiplin saja, tetapi lebih dikembangkan pada permasalahan siswa yang lainnya agar penelitian ini dapat lebih berkembang. Subjek yang diteliti bisa lebih ditambah agar mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.