SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Identifikasi Keterbukaan Diri Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Malang Melalui Analisis Otobiografi

Eva Ratna Kusuma Dewi

Abstrak


ABSTRAK

 

Dewi, Eva Ratna Kusuma. 2010.  Identifikasi Keterbukaan Diri Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Malang Melalui Analisis Otobiografi. Skripsi, Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd. (2) Dr. Andi Mappiare A.T, M.Pd

 

Kata kunci: Keterbukaan diri siswa, Otobiografi.

 

Keterbukaan diri adalah membeberkan informasi yang diberikan kepada orang lain, baik informasi umum maupun khusus. Informasi diri ini dapat berkaitan dengan ide, pemikiran, sikap, minat, pekerjaan, pendidikan, kepribadian dan fisik kepada orang lain. Sesuai dengan unsur-unsur keterbukaan diri yang dikemukakan oleh Lazarus dalam teorinya BASIC ID yaitu bagaimana individu mengungkapkan tentang  behavior (perilaku),  affection (perasaan),  sensation (sensasi),  imagery (khayalan),  cognitive (pikiran),  interpersonal relationship (hubungan interpersonal), dan  drug (obat) kepada orang lain dengan tujuan agar orang lain dapat mengenal kita. Untuk bantuan pemahaman diri mengenai keterbukaan diri siswa dapat digunakan instrumen bimbingan konseling. Salah satu instrumen yang dapat digunakan yaitu otobiografi 

Tujuan penelitian adalah untuk: (1)  Mendeskripsikan variasi unsur-unsur keterbukaan diri yang terdapat dalam otobiografi (2). Mendeskripsikan variasi unsur-unsur keterbukaan dalam otobiografi berdasarkan jenis kelamin.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA N 3 Malang. Subyek penelitian adalah 10 siswa kelas X yaitu kelas X2. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan otobiografi instrumen analisis yang digunakan dikembangakan dari tujuh premis utama kepribadian manusi menurut Lazarus yaitu BASIC ID yaitu  behavior (perilaku),  affection (perasaan), sensation (sensasi),  imagine (khayalan),  cognitive (pikiran),  interpersonal relationship (hubungan interpersonal), dan drug (obat). 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Variasi sebaran unsur-unsur keterbukaan diri siswa berdasarkan teori BASIC ID Arnold A. Lazarus dari ketujuh unsur, siswa mengungkapkan enam unsur dalam otobiografinya yaitu affection, cognitive, behavior, interpersonal relationship, imagery, dan drug sedangkan pada unsur atau kategori sensation dari sepuluh siswa tidak ada yang mengungkapkan mengenai sensasi panca indera mereka; 2) Variasi sebaran unsur-unsur keterbukaan diri siswa dalam otobiografi berdasarkan aspek jenis kelamin menunjukkan, pada siswa laki-laki siswa terbuka pada kategori affection, imagery,dan  interpersonal relationship.  Sedangkan pada siswi perempuan terbuka pada  affection, behavior dan cognitive. 

Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti menyarankan kepada berbagai pihak: 1) Konselor : Dari hasil penelitian yang  diperoleh, hendaknya konselor lebih mengoptimalkan penggunaan instrumen dalam bimbingan dan konseling untuk memahami bagaimana karakteristik siswa secara menyeluruh, selain itu hasil dari data otobiografi dapat digunakan sebagai data awal dalam layanan konseling. Data dari analisis otobiografi dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam membantu masalah siswa. Dengan demikian konselor akan  memahami siswa secara bagian-bagian namun secara menyeluruh tentang diri  siswa, 2) Peneliti lain: hendaknya mengembangkan metode yang digunakan misalnya menggunakan metode kualitatif atau blanded methode yaitu kualitatif dan kuantitaif, variabel yang akan diidentifikasi misalnya konsep diri untuk digunakan dalam penelitian lebih lanjut.