SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Paket Bimbingan Pengendalian Emosi Bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama

Elok Nur Khoirisami

Abstrak


ABSTRAK

 

Khoirisami, Elok Nur. 2010. Pengembangan Paket Bimbingan Pengendalian Emosi Bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Henny Indreswari, M.Pd. (II) Drs. Hariadi Kusumo.

 

Kata kunci: paket bimbingan, pengendalian emosi, siswa SMP.

 

Siswa SMP sebagai kelompok usia remaja, tidak lepas dari fenomena yang terjadi pada setiap remaja. Siswa SMP termasuk dalam kategori remaja awal atau masa transisi, yang terkadang intensitas munculnya problem emosi sering dibandingkan dengan remaja akhir. Selama masa transisi ini, remaja mengalami krisis identitas. Krisis identitas pada saat-saat tertentu sering kali menimbulkan ketidakstabilan emosi cemas, bingung, dan merasa tidak bahagia. Problem emosi yang dialami remaja, bila tidak segera dipecahkan akan menghambat remaja dalam melakukan penyesuaian dengan lingkungan sosial dan juga dengan dirinya sendiri. Konselor perlu memberikan bimbingan karena pengendalian emosi bukanlah sesuatu yang dimiliki secara alami oleh individu, melainkan merupakan sesuatu yang dipelajari.

Tujuan seperangkat pengembangan paket bimbingan pengendalian emosi adalah untuk menghasilkan Paket Bimbingan Pengendalian Emosi bagi Siswa SMP yang layak, tepat, berguna, dan menarik bagi siswa SMP. Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah Paket Bimbingan Pengendalian Emosi yang terdiri atas (1) panduan Paket Bimbingan Pengendalian Emosi untuk konselor, (2) materi Paket Bimbingan Pengendalian Emosi untuk siswa, dan (3) buku kerja pengendalian emosi untuk siswa; yang terdiri atas tiga penggalan, yaitu: (I)Hakikat Emosi, yang terdiri atas (a) Pengertian dan Jenis-jenis Emosi dan (b) Perkembangan Emosi pada Remaja, (II) Pengaruh Emosi, dan (III) Cara Pengendalian Emosi, yang terdiri atas (a) Pengaturan Diri (self regulation) dan (b) Pengaturan Emosi (emotional regulation). Paket ini disusun dengan menggunakan model pembelajaran experiential learning.

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan langkah-langkah pengembangan dari Borg & Gall (1983) yang terdiri atas tahap perencanaan, tahap pengembangan produk, dan tahap uji coba. Subyek uji coba adalah ahli, yaitu ahli bimbingan dan konseling dan ahli bahasa; uji calon pengguna produk, yaitu konselor; dan uji kelompok kecil, yaitu satu kelas siswa SMP. Data dikumpulkan melalui format uji ahli dan uji calon pengguna berupa skala penilaian, data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan kualitatif. Sedangkan uji kelompok kecil berupa data kualitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan analisis rerata dan data kualitatif dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif.

Berdasarkan penilaian ahli BK, Paket Bimbingan Pengendalian Emosi bagi Siswa SMP ini sangat berguna untuk siswa dan konselor dalam memberikan bimbingan tentang pengendalian emosi dengan rerata 3,9. Dilihat dari aspek kelayakan, paket ini sangat layak diberikan kepada siswa dengan rerata 3,56. Dari aspek ketepatan, paket ini tepat untuk digunakan oleh siswa dan konselor dalam memberian bimbingan pengendalian emosi dengan rerata 3. Adapun aspek kemenarikan, paket ini menarik dengan rerata 3, sedangkan menurut ahli Bahasa,

Paket Bimbingan Pengendalian Emosi bagi Siswa SMP sangat tepat, dilihat dari kejelasan, kesesuaian, hubungan kalimat satu dengan yang lain, dan bahasa yang digunakan untuk siswa dengan rerata 3,8. Berdasarkan uji calon pengguna (konselor); dilihat dari aspek kegunaan, paket ini sangat berguna dengan rerata 3,67; aspek kelayakan, paket ini sangat layak dengan rerata 3,63; aspek ketepatan, paket ini sangat tepat dengan rerata ta 3,52; dan aspek kemenarikan, paket ini sangat menarik dengan rerata 3,75. Berdasarkan uji kelompok kecil (siswa), Paket Bimbingan Pengendalian Emosi menarik dan penjelasannya cukup jelas.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang diberikan adalah: (1) konselor harus memahami prosedur bimbingan dan materi bimbingan agar siswa dapat mencapai tujuan bimbingan yang dikehendaki, (2) konselor harus kreatif dalam mengatur waktu karena mengingat minimnya jam tatap muka, (3) bagi peneliti selanjutnya, dapat melakukan uji efektivitas paket bimbingan pengendalian emosi untuk mengetahui keefektivitasan dan kelayakan penerapan paket pengendalian emosi dengan menggunakan ekperimen semu, dan (4) paket pengendalian emosi ini dikembangkan dengan melakukan penelitihan di SMP Negeri 1 Pucuk Lamongan, sehingga apabila dilakukan untuk SMP lain, maka perlu dilakukan penyesuaian-penyesuaian dengan menganalisis kembali kebutuhan siswa terhadap paket pengendalian emosi

 

.