SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Konsep Diri dan Penyesusian Sosial Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Doko Kabupaten Blitar

Agus . Firmansyash

Abstrak


ABSTRAK

 

Firmansyah, Agus Zaqi. 2010. Hubungan antara Konsep Diri dan Penyesusian Sosial Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Doko Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan dan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Elia Flurentin, M. Pd (II) Drs. Harmiyanto

 

Kata Kunci: Konsep diri, penyesuaian sosial, siswa SMP

 

Siswa SMP adalah individu yang berusia antara 12-15 tahun, di mana dalam rentang kehidupan di kategorikan ke dalam usia pubertas atau remaja awal. Pada masa ini individu dituntut untuk mencari jati dirinya sendiri yang sangat rentan sekali dengan tekanan dan pengaruh dari orang lain. Pada masa ini remaja kurang bisa memahami konsep diri mereka yang masih cenderung bersikap meniru gaya atau tingkah laku orang yang dikagumi. Konsep diri adalah pandangan yang dimiliki seseorang terhadap dirinya sendiri. Konsep diri terdiri dari konsep diri positif dan negatif. Konsep diri positif ditunjukkan dengan adanya pengetahuan yang realistis (sesuai dengan kenyataan) mengenai kondisi diri individu tersebut. Sebaliknya, konsep diri negatif adalah ketika seseorang tidak bisa menilai dirinya sendiri. Penyesuaian sosial adalah proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara individu dengan lingkungan. Juga dapat dijelaskan sebagai kemampuan individu untuk menyesuaikan diri terhadap situasi dalam diri sendiri serta dalam lingkungan sosial yang sesuai dengan norma-norma yang ada secara sehat tanpa menimbulkan konflik bagi dirinya maupun lingkungan sosial sehingga timbul keseimbangan yang harmonis dalam kehidupannya. Seseorang yang mempunyai penilaian yang positif mengenai dirinya akan mampu menyesuaikan diri dengan baik. Penyesuaian sosial yang baik akan membantu dalam perkembangan dan pencapaian tujuan siswa

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) konsep diri siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Doko Kabupaten Blitar (2 penyesuaian sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Doko Kabupaten Blitar (3) hubungan antara konsep diri dengan penyesuaian sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Doko Kabupaten Blitar.

Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan populasi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Doko Kabupaten Blitar. Pengambilan sampel menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Sampel yang diambil adalah 57 orang. Penelitian ini menggunakan dua instrumen yaitu: angket konsep diri dan angket penyesuaian sosial. Hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik persentase dan analisis korelasi product moment.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sangat sedikit siswa yang memiliki konsep diri sangat positif, sedikit siswa yang memiliki konsep diri positif, cukup banyak siswa yang memiliki konsep diri negatif, dan sangat sedikit siswa yang memiliki konsep diri sangat negatif. Untuk analisis penyesuaian sosial diperoleh sangat sedikit siswa yang memiliki penyesuaian sosial sangat positif, sedikit siswa yang memiliki penyesuaian sosial yang tinggi, cukup banyak siswa yang memiliki tingkat penyesuaian sosial rendah dan sangat sedikit siswa yang memiliki penyesuaian sosial sangat rendah. Dari hasil analisis korelasi terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dan penyesuaian social.

Hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk sekolah dengan lebih memahami tingkat konsep diri siswa yang juga ada kaitannya dengan penyesuaian sosial siswa. Bagi guru dapat dijadikan masukan guru untuk membantu siswa menemukan konsep diri yang positif. Karena dengan konsep diri yang positif siswa akan mudah mengenali karakter dan kepribadian diri sehingga akan lebih percaya diri dalam aktivitasnya sebagai makhluk sosial yaitu berinteraksi dengan orang lain dan bisa menempatkan dirinya di suatu lingkungan yang baru. Bagi konselor dapat memberikan layanan konseling pribadi yang nantinya didapatkan sumber dari penyebab anak yang memiliki konsep diri negatif sehinga anak akan lebih memahami kekurangannya dan bagaimana cara menyikapinya, selain itu konselor dapat memberikan layanan penempatan, khususnya penempatan dalam kelompok agar anak mampu menyesuaikan diri dalam kelompok.