SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefektifan Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Untuk Meningkatkan Kualitas Proses Pembelajaran di SMPN se-Kecamatan Sukun Kota Malang

Maria Ulfa

Abstrak


ABSTRAK

 

Ulfa, Maria. 2010. Keefektifan Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah untuk Meningkatkan Kualitas Proses Pembelajaran di SMP Negeri Se-Kecamatan Sukun Kota Malang. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. M. Huda AY., M.Pd (2) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd.

 

Kata kunci: keefektifan, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), kualitas pembelajaran.

 

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah program pemerintah untuk penyediaan pendanaan biaya nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar. Sehubungan dengan program yang diselenggarakan oleh pemerintah yang berupa pemberian BOS bagi Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau satuan pendidikan yang sederajat merupakan komponen yang sangat penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Selain dari pada itu sekolah juga berperan besar dalam mendukung program tersebut dengan menggunakan dana yang diberikan oleh pemerintah seefektif mungkin untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. 

Kualitas pembelajaran tidak dapat dipisahkan dengan proses pembelajaran itu sendiri, lebih lanjut kualitas pembelajaran adalah gambaran mengenai baik buruknya hasil yang dicapai oleh peserta didik dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan. Sekolah dianggap bermutu bila berhasil mengubah sikap, perilaku, dan keterampilan peserta didik dikaitkan dengan tujuan pendidikannya. Mutu pendidikan sebagai sistem selanjutnya tergantung pada mutu komponen yang membentuk sistem, serta proses pembelajaran yang berlangsung hingga membuahkan hasil, sedangkan kualitas proses pembelajaran yaitu salah satu komponen sistem pendidikan yang dapat menentukan keberhasilan pembelajaran dan mutu pendidikan. Oleh karena itu untuk memperoleh mutu pendidikan yang baik, diperlukan proses pembelajaran yang berkualitas pula. 

Masalah dalam penelitian ini adalah: (1) seberapa tinggi tingkat keefektifan penggunaan dana BOS di SMP Negeri se-Kecamatan Sukun Kota Malang? (2) seberapa tinggi tingkat kualitas proses pembelajaran di SMP Negeri se-Kecamatan Sukun Kota Malang? (3) apakah ada hubungan antara keefektifan penggunaan dana BOS dengan kualitas proses pembelajaran di SMP Negeri se-Kecamatan Sukun Kota Malang? Tujuan penelitian adalah: (1) untuk mengetahui tingkat keefektifan penggunaan dana BOS di SMP Negeri se-Kecamatan Sukun Kota Malang, (2) untuk mengetahui tingkat kualitas proses pembelajaran di SMP Negeri se-Kecamatan Sukun Kota Malang, (3) untuk mengetahui hubungan antara keefektifan penggunaan dana BOS dengan kualitas proses pembelajaran di SMP Negeri se-Kecamatan Sukun Kota Malang.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional yang dapat diukur secara kuantitatif, yang terdiri dari dua variabel yaitu keefektifan penggunaan dana BOS sebagai variabel bebas dan kualitas proses pembelajaran sebagai variabel terikat. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Pearson Product Moment. Populasi penelitian ini terdiri dari kepala sekolah dan guru SMP Negeri se-Kecamatan Sukun Kota Malang yang berjumlah 137 orang, dan sampelnya 102 orang yang diambil dengan menggunakan teknik Propotional Random Sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Penilaian instrumen menggunakan skala Likert yang menyediakan empat alternatif jawaban yaitu selalu, sering, kadang-kadang dan tidak pernah, maka responden menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peneliti.

Hasil peneitian menunjukkan bahwa: (1) keefektifan penggunaan dana BOS SMP Negeri se-Kecamatan Sukun Kota Malang tergolong sangat efektif, yakni (93,1%) menilai sangat efektif dan (6,9%) menilai efektif; (2) kualitas proses pembelajaran SMP Negeri se-Kecamatan Sukun Kota Malang tergolong sangat baik, hal ni dapat dilihat sekitar (84,3%) menilai sangat baik dan (15,7%) menilai baik; (3) hasil analisis korelasi dengan menggunakan teknik Pearson Product Moment diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa nilai rhitung (0,835) > rtabel (0,195) maka Ho ditolak H1 diterima. Artinya terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel X dan Y, yaitu semakin tinggi keefektifan penggunaan dana BOS, maka semakin baik kualitas proses pembelajaran.

Disarankan kepada: (1) Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang diharapkan selalu mengadakan evaluasi dan pengawasan terhadap penggunaan dana BOS, (2) Kepala Sekolah dan Guru diharapkan dapat memahami fungsi dana BOS bagi Sekolah, pemanfaatan yang efektif dan efisien terhadap penggunaan dana tersebut, serta dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang bermutu berupa prestasi belajar siswa  (3) Ketua dan Sekretaris Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi baik berupa buku, maupun pedoman mengenai manajemen keuangan dan belajar pembelajaran, (4) Peneliti Lain diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan apabila peneli lain berminat meneliti lebih lanjut mengenai  keefektifan penggunaan dana BOS dan kualitas proses pembelajaran dengan menggunakan populasi dan sampel yang lebih besar lagi misalnya se-Kota.