SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Manajemen Pembelajaran Full Day School (Studi Kasus di TK Ashabul Kahfi Malang)

Afif Supramita

Abstrak


ABSTRAK

 

Supramita, Afif. 2010. Manajemen Pembelajaran Full Day School (Studi Kasus di TK Ashabul Kahfi Malang) . Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd, (II) Dr. H. A. Yusuf Sobri, S.Sos, M.Pd

 

Kata Kunci : manajemen pembelajaran, full day school.

 

Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. TK merupakan wadah bagi anak usia dini untuk memulai pendidikan formal, guna memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan yang lebih lanjut. Melihat banyak anak balita yang kurang mendapatkan kasih sayang orang tua karena sibuk dengan pekerjaan dan faktor lingkungan yang sangat berpengaruh pada psikologi anak, maka banyak TK  lebih menekankan penggunaan sistem pembelajaran  full day school khususnya dibidang keagamaan, yang gunanya untuk bekal kehidupan kelak.

Manajemen program pembelajaran adalah ''segala usaha pengaturan proses belajar-mengajar dalam rangka terciptanya proses belajar-mengajar yang efektif dan efisien'' ( Bafadal, 2004:11). Manajemen dari segi proses yaitu kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Full day school adalah sekolah sepanjang hari atau program pendidikan yang seluruh aktivitasnya berada di sekolah sepanjang hari (sejak pagi sampai sore), makna sepanjang hari pada hakikatnya tidak hanya upaya menambah waktu dan memperbanyak materi pelajaran. Namun dengan fokus serta tujuan penelitian diantaranya tentang (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) evaluasi; (4) faktor pendukung dan penghambat; dan (5) langkah mengatasi hambatan yang ada dalam pembelajaran full day school.

Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang tidak menguji hipotesis melainkan memaparkan dan mengolah data. Jenis penelitian ini adalah studi kasus karena dipilih satu kasus pada satu objek penelitian, yaitu TK Ashabul Kahfi Malang. Dalam penelitian ini, peneliti sendiri lah yang berperan sebagai instrumen kunci, dengan subjek penelitian adalah kepala TK Ashabul Kahfi dan ustadz/dzah kelas nol kecil (kakak A) dan kelas nol besar (kakak B). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah informasi yang disampaikan oleh subjek penelitian pada saat wawancara, tindakan yang dilakukan oleh subjek penelitian, dan dokumen yang berkaitan dengan pembelajaran full day school di TK Ashabul Kahfi. Setelah data tersebut diperoleh kemudian dilakukan pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan metode triangulasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran full day school di TK Ashabul Kahfi Malang, meliputi tahapan-tahapan yaitu perencanaan,  pelaksanaan, evaluasi, faktor pendukung dan penghambat, dan langkah mengatasi hambatan yanga ada. (1) Perencanaan pembelajaran full day school meliputi pembuatan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Depag (Departemen Agama), dengan materi inti dan umum; untuk kurikulum full day school sendiri dibuat oleh ustadz/dzah sendiri dengan acuan dari Depag; para ustadz/dzah membuat SKM dan SKH; dan matrik/pemetaan sesuai tema, indikator dan sumber balajar yang digunakan. (2) Pelaksanaan pembelajaran full day school meliputi kegiatan PAP (Penanaman Aqidah Pagi), game, KBM dengan materi inti, beramal pagi dan beristirahat, kegiatan full day school dimulai pada pukul 11.00-15.30 WIB yang meliputi kegiatan beramal siang, sholat berjamaah dan tidur siang hingga waktu sholat ashar. Kegiatan akhir evaluasi materi pagi dan informasi esok hari, berdoa, salam dan pulang; pengoraganisasian di dalam kelas tidak terdapat ketua kelas, belajar bisa di dalam kelas atau di luar kelas, terdapat 2 ustadz/dzah dalam setiap kelas, metode pembelajaran adalah matrik (buku panduan); dan media pembelajaran berupa balon, puzzle, papan tulis, pohon hitung, dll. (3) Untuk evaluasi meliputi penilaian, alat yang dijadikan tolok ukur penilaian seperti tugas harian dari buku kegiatan santri, nilai berupa bintang (*) untuk tugas harian, PR yang diberikan, catatan harian di dalam kelas, buku penghubung dan, laporan akhir berupa rapor yang dinarasikan/dideskripsikan. Faktor pendukung seperti jumlah ustdaz/dzah yang banyak, special day, parenting class, halaman sekolah yang luas, alat bermain yang lengkap, dan  terdapat lapangan basket. (4) Faktor penghambat, santri yang sakit, partner/pasangan ustadz/dzah yang tidak hadir, wali santri yang vakum, dan jumlah komputer hanya 1. (5) Untuk mengatasi hambatan tersebut maka pengajar memiliki cara pendekatan terhadap santri, menggantikan untuk sementara ustadz/dzah yang tidak hadir, datang ke rumah jika ada wali santri vakum terhadap perkembangan anaknya, dan menambah jumlah komputer yang ada.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bagi (1) Kepala sekolah di TK Ashabul Kahfi Malang agar pembelajaran full day school semakin nampak hendaknya kegiatan mengaji Al-Quran dimasukkan dalam kurikulum full day mengingat sekolah berbasiskan Islam guna bekal di masa datang; (2) Guru di TK Ashabul Kahfi Malang dengan kreatif semua ustadz/dzah TK yang ada telah menjadi ciri khas dalam mengajar perlu dipertahankan dan mungkin jika ingin lebih baik diharapkan ustadz/dzah mengikuti seminar-seminar yang diadakan lembaga pendidikan khususnya di bidang sekolah TK; (3) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan hendaknya hasil penelitian ini hendaknya menjadi tambahan referensi bagi penelitian dalam ruang lingkup pendidikan formal seperti TK sebagai sekolah awal yang menggunakan pembelajaran full day school khususnya; dan (4) Peneliti lain hendaknya para peneliti lain agar dapat melanjutkan penelitian yang sejenis pada berbagai aspek lain dengan latar yang berbeda yang nantinya dapat bermanfaat untuk diteliti.