SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM RANGKA MENINGKATKAN KOMPETENSI MENGAJAR GURU: STUDI KASUS DI TAMAN KANAK-KANAK (TK) KEMALA BHAYANGKARI 48 TULUNGAGUNG

IKE WIDAYANTI

Abstrak


ABSTRAK

 

Widayanti, Ike. 2010. Supervisi Kepala Sekolah dalam Rangka Meningkatkan Kompetensi Mengajar Guru: Studi Kasus di Taman Kanak-kanak (TK) Kemala Bhayangkari 48 Tulungagung. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Kusmintardjo, M.Pd, (II) Dra.Maisyaroh, M.Pd.

 

Kata kunci: supervisi, kompetensi mengajar, kepala sekolah

 

Kepala sekolah memiliki kewajiban dalam mengelola dan mengendalikan kinerja guru, terutama kompetensinya dalam mengajar. Apabila terdapat guru yang kurang profesional dalam menjalankan tugasnya, maka sudah merupakan kewajiban kepala sekolah untuk membimbing guru tersebut melalui supervisi pendidikan. Namun, pelaksanaan supervisi di TK seringkali masih bersifat umum dan aspek-aspek yang diperhatikan kurang jelas sehingga pemberian umpan balik kurang mengarah pada aspek-aspek yang dibutuhkan guru. Supervisi pendidikan bertujuan untuk membantu guru dalam membina moral kerja guru dalam rangka pertumbuhan pribadi dan jabatan serta membantu guru-guru baru di sekolah sehingga mereka merasa nyaman dan senang dengan tugas-tugasnya. Supervisi pendidikan ini dilakukan melalui teknik yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui supervisi kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi mengajar guru di TK.

Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk menelaah lebih dalam mengenai supervisi kepala sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi mengajar guru dengan fokus perencanaan program supervisi pendidikan oleh kepala sekolah dan pelaksanaan supervisi pendidikan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi mengajar guru di TK Kemala Bhayangkari 48 Tulungagung.

Penelitian ini dilakukan di TK Kemala Bhayangkari 48 Tulungagung, tanggal 9 Juni hingga 31 Agustus 2009. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dan peneliti sebagai instrumen kunci. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah kepala sekolah dan enam orang guru. Untuk melengkapi informasi yang diperoleh, maka peneliti juga mengambil informasi dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perencaanaan program supervisi pendidikan oleh kepala sekolah di TK Kemala Bhayangkari 48 Tulungagung diawali dengan menyusun dan mensosialisasikan program supervisi pendidikan melalui rapat awal semester, melaksanakan program supervisi pendidikan sesuai sasaran, dan melakukan evaluasi program supervisi pendidikan dengan melibatkan seluruh personil sekolah pada akhir semester. Pelaksanaan supervisi pendidikan oleh kepala TK Kemala Bhayangkari 48 Tulungagung dilakukan dengan menggunakan teknik kunjungan kelas, rapat guru, dan pertemuan pribadi. Teknik kunjungan kelas dilakukan setiap tiga bulan sekali dimana semua guru kecuali guru ekstrakurikuler tari disupervisi secara bergilir  dalam waktu satu bulan, baik langsung maupun tidak langsung. Untuk teknik rapat guru dilakukan satu bulan sekali dengan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan pendidikan di TK Kemala Bhayangkari 48 Tulungagung. Melalui teknik ini semua personil sekolah berkumpul dan dapat digunakan sebagai sarana sosialisasi serta evaluasi dari program supervisi pendidikan yang dilakukan. Sedangkan pertemuan pribadi dilakukan setiap saat pada waktu luang dan dalam suasana yang nyaman. Dengan teknik ini, guru berkonsultasi kepada kepala TK atas masalah yang dihadapi.

Melalui teknik ini, kepala TK juga menunjukkan dan menyampaikan kepada guru tentang hasil pelaksanaan supervisi pendidikan, khususnya teknik kunjungan kelas, untuk dicari solusinya bersama sehingga ditemukan penyelesaian yang tepat. Seluruh teknik tersebut dilakukan dengan tujuan membantu serta membina guru agar dapat mengembangkan kemampuannya demi peningkatan kompetensi guru sehingga tercapai situasi belajar mengajar yang lebih baik. Untuk mengatasi kurangnya dana dan waktu yang dimiliki sekolah, maka kepala TK Kemala Bhayangkari 48 Tulungagung menyesuaikan pelaksanaan supervisi pendidikan dengan dana dan waktu yang ada.

Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diajukan yaitu: (1) kepala TK hendaknya lebih meningkatkan aktivitas-aktivitas pembinaan dan pengembangan profesi secara rutin untuk guru dan kepala sekolah sendiri agar lebih peka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan sehingga dapat menyusun perencanaan program supervisi pendidikan yang lebih baik yang dapat mengatasi dan mengurangi adanya kendala keuangan dan pengaturan waktu; (2) guru TK diharapkan memiliki motivasi yang tinggi untuk meningkatkan wawasan dan keterampilannya serta mengisi kekurangan diri dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar, kesempatan, dan peluang untuk maju sehingga dapat menyampaikan pendapat mengenai supervisi pendidikan yang lebih baik dalam penyusunan program supervisi pendidikan dan dapat menciptakan situasi belajar mengajar yang kreatif dan tidak monoton; (3) dosen Jurusan Administrasi Pendidikan pun hendaknya dapat menyumbangkan ide-ide kreatif untuk membantu kepala sekolah dalam mengembangkan program supervisi pendidikan yang lebih baik dan memberikan pelatihan baik bagi kepala sekolah maupun guru TK agar bertambah pengetahuan, wawasan, serta motivasinya dalam menyusun dan melaksanakan program supervisi pendidikan dengan lebih tepat. Bagi peneliti lain dapat melakukan penelitian lebih lanjut mengenai program supervisi pendidikan yang ditujukan untuk peningkatan kompetensi yang berbeda.