SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Fungsi Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR): Studi Multi Situs di SMA Negeri 3 Malang dan MAN 3 Malang

Hani Atus Sholehah

Abstrak


ABSTRAK

 

Sholehah, Hani Atus. 2010. Fungsi Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR): Studi Multi Situs di SMA Negeri 3 Malang dan MAN 3 Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Agus Timan, M.Pd, (II) Dra. Mustiningsih, M.Pd

 

Kata kunci : manajemen, ekstrakurikuler palang merah remaja

 

Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler PMR adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan kegiatan ekstrakurikuler PMR untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Kegiatan ekstrakurikuler PMR merupakan kegiatan yang bersifat positif karena siswa dilatih untuk menjadi seseorang yang peka terhadap lingkungan sosial dan dapat membantu memberikan pertolongan pertama jika di lingkungan sekitar mereka membutuhkan pertolongan tersebut. Kegiatan ekstrakurikuler PMR menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler unggulan yang ada di SMA Negeri 3 Malang dan MAN 3 Malang, hal tersebut dapat dilihat dari tingginya antusias siswa kedua sekolah itu untuk mengikuti kegiatan PMR di masing-masing sekolah tersebut. 

Berdasarkan informasi tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui fungsi manajemen kegiatan ekstrakurikuler PMR di SMA Negeri 3 Malang dan MAN 3 Malang. Adapun fokus penelitian meliputi bagaimana fungsi manajemen (fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan) dan apa saja faktor-faktor pendukung dan penghambat serta langkah-langkah yang dilakukan dalam mendayagunakan faktor pendukung dan mengurangi faktor penghambat dalam manajemen kegiatan ekstrakurikuler PMR di SMA Negeri 3 Malang dan MAN 3 Malang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang fungsi manajemen (fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan) dan faktor-faktor pendukung dan penghambat serta langkah-langkah yang dilakukan dalam mendayagunakan faktor pendukung dan mengurangi faktor penghambat dalam manajemen kegiatan ekstrakurikuler PMR di SMA Negeri 3 Malang dan MAN 3 Malang.

Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang berupa kata-kata tertulis atau lisan yang diperoleh dari beberapa informan yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kesiswaan, Pembina PMR serta siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler PMR di SMA Negeri 3 Malang dan MAN 3 Malang dan informan lain yang terlibat dalam manajemen kegiatan ekstrakurikuler PMR di kedua lembaga tersebut dengan menggunakan alat bantu berupa catatan lapangan, alat rekam, maupun dokumentasi yang diarahkan pada latar dan individu terhadap fenomena sosial. Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yaitu umumnya digunakan oleh peneliti untuk mendeskripsikan keadaan lapangan, melukiskan atau menggambarkan dan memaparkan situasi sosial dan peristiwa yang terjadi di lapangan tersebut dan sasaran yang dideskripsikan pada penelitian ini adalah segala peristiwa yang ada kaitannya dengan manajemen kegiatan ekstrakurikuler PMR di SMA Negeri 3 Malang dan MAN 3 Malang dapat berupa manusia, peristiwa, latar dan dokumen.

Penelitian ini dirancang dengan menggunakan rancangan studi multi situs, karena penelitian ini dilakukan di dua lokasi penelitian yang berbeda namun memiliki persamaan dalam penelitian, yakni manajemen kegiatan ekstrakurikuler PMR.

Penelitian dilakukan secara langsung dan bertahap di SMA Negeri 3 Malang dan MAN 3 Malang, dengan menggunakan catatan, alat rekam ataupun alat untuk dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan, Pembina PMR dan siswa yang mengikuti kegiatan PMR serta informan lain, yaitu Pelatih PMR kedua sekolah tersebut. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah informasi yang disampaikan oleh subjek penelitian pada saat wawancara, tindakan yang dilakukan oleh subjek penelitian, dan dokumen yang berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler PMR. Data yang diperoleh dianalisis selama pengumpulan data dan setelah pengumpulan data. Pada saat pengumpulan data, peneliti melakukan pengerjaan dan pengorganisasian data, dan setelah pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah mengklasifikasi data, menyaring data, dan menarik kesimpulan. Data yang telah dianalisis kemudian dicek keabsahannya dengan menggunakan empat kriteria, yaitu (1) ketekunan pengamatan; (2) triangulasi; dan (3) kecukupan referensial.

Penelitian tentang manajemen kegiatan ekstrakurikuler PMR yang dilakukan di SMA negeri 3 Malang dan MAN 3 Malang ini menghasilkan temuan-temuan penelitian yaitu, (1) fungsi perencanaan, meliputi penyusunan program-program kegiatan, jadwal latihan dan tata tertib PMR disusun oleh anggota PMR sendiri dengan bimbingan dari masing-masing Pembina dan Korbid PMR; (2) fungsi pengorganisasian, adanya struktur organisasi PMR dan adanya pembagian tugas kepada anggota PMR; (3) fungsi penggerakan, adanya pembinaan dan pemberian motivasi kepada anggota PMR dari Pembina PMR; (4) fungsi pengawasan, meliputi tidak adanya prosedur dan kriteria khusus untuk mengukur keberhasilan dalam melakukan pengawasan, pengawasan dilakukan pada kegiatan yang akan, sedang dan telah berlangsung, adanya tim pengawas untuk melakukan pengawasan kegiatan ekstrakurikuler PMR; dan (5) faktor pendukung, terpenuhinya seluruh kebutuhan yang diperlukan untuk kegiatan dan bekerjasama dengan PMI cabang Malang; serta (6) faktor penghambat, waktu untuk latihan yang menjadi penghambat dalam kegiatan tersebut dan latihan dilaksanakan sore hari setelah pulang sekolah. 

Sedangkan saran bagi (1) Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Malang dan MAN 3 Malang agar kegiatan ekstrakurikuler PMR ini dapat bertahan menjadi program kegiatan ekstrakurikuler unggulan di kedua sekolah tersebut dan supaya dapat lebih berkembang lagi hendaknya dilakukan koordinasi dan komunikasi yang lebih maksimal lagi antara pihak sekolah dengan penanggungjawab kegiatan ekstrakurikuler PMR; (2) Pembina PMR SMA Negeri 3 Malang dan MAN 3 Malang agar pembinaan terhadap anggota PMR lebih dimaksimalkan kembali supaya kegiatan yang dilakukan anggota PMR lebih terarah dan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan seefektif dan seefisien mungkin; dan (3) Peneliti lain agar dapat melanjutkan penelitian yang sejenis pada berbagai aspek lain yang bermanfaat dari manajemen kegiatan ekstrakurikuler PMR. Penelitian sejenis yang dapat bermanfaat untuk diteliti misalnya, peningkatan manajemen sarana prasarana atau manajemen sumber daya manusia dalam menunjang kegiatan ekstrakurikuler PMR di sekolah.

 


Teks Penuh: DOC PDF