SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN SIKAP KEMANDIRIAN DAN SIKAP KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK AKTIVIS DAN NONAKTIVIS EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DI SMP NEGERI SE-KECAMATAN LOWOKWARU

NURAFIATUL HASANAH

Abstrak


ABSTRAK 

 

Hasanah, Nurafiatul. 2017. Perbedaan Sikap Kemandirian dan Sikap Kedisiplinan Peserta Didik Aktivis dan Nonaktivis Ekstrakurikuler Pramuka di SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru Malang. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd., (II) Dra. Djum Djum Noor Benty, M.Pd.

 

Kata kunci: sikap kemandirian, sikap kedisiplinan, ekstrakurikuler pramuka

 

Sesuai dengan ditetapkannya pendidikan kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib dalam Kurikulum 2013 pada setiap jenjang pendidikan, salah satunya Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal ini mengandung makna, bahwa pendidikan kepramukaan merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang secara terstruktur diperankan sebagai wadah penguatan psikologis, sosial, dan budaya, perwujudan dari sikap dan keterampilan Kurikulum 2013 yang berhubungan dengan pengembangan sikap dan kecakapan dalam pendidikan kepramukaan. Dalam kegiatan yang terkemas sesuai dengan metode terselip penanaman sikap kemandirian dan sikap kedisiplinan. Namun, dalam pelaksanaan ekstrakurikuler pramuka terdapat dua kategori peserta didik, yaitu aktivis dan nonaktivis, yang mendapatkan kegiatan berbeda setiap kategorinya.

Masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah: (1) Seberapa tingkat sikap kemandirian peserta didik aktivis dan nonaktivis ekstrakurikuler pramuka SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru Malang? (2) Seberapa tingkat sikap kedisiplian peserta didik aktivis dan nonaktivis ekstrakurikuler pramuka SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru Malang? (3) Apakah ada perbedaan sikap kemandirian peserta didik aktivis dan nonaktivis ekstrakurikuler pramuka SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru Malang? (4) Apakah ada perbedaan sikap kemandirian peserta didik aktivis dan nonaktivis ekstrakurikuler pramuka SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru Malang?

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan sikap kemandirian peserta didik aktivis dan nonaktivis ekstrakurikuler pramuka SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru Malang; (2) Untuk mendeskripsikan sikap kedisiplinan peserta didik aktivis dan nonaktivis ekstrakurikuler pramuka SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru Malang; (3) Untuk menemukan perbedaan sikap kemandirian peserta didik aktivis dan nonaktivis ekstrakurikuler pramuka SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru Malang; (4) Untuk menemukan perbedaan sikap kedisiplinan peserta didik aktivis dan nonaktivis ekstrakurikuler pramuka SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru Malang.

Metode penelitian yang digunakan, yaitu pendekatan kuantitatif dengan rancangan Penelitian Deskriptif-Komparatif, dengan tujuan untuk menjelaskan dan menemukan perbedaan. Populasi dalam penelitian ini, yaitu seluruh peserta didik kelas VIII di SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru, dengan jumlah peserta didik pada Tahun Ajaran 2017/2018 berdasarkan data yang bersumber dari Tata Usaha masing-masing sekolah, yaitu sebanyak 1428 peserta didik. Penentuan sampel menggunakan Proportional Random Sampling yang diperoleh berjumlah 312 peserta didik dengan rincian 56 pesera didik aktivis ekstrakurikuler pramuka dan 259 peserta didik nonaktivis ekstrakurikuler pramuka.instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket yang disusun dalam butir-butir pernyataan berjumlah 34 butir. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis komparatif MANOVA (Multivariete Analysis of Variance) menggunakan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) 16.0 for Windows.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat sikap kemandirian peserta didik aktivis dan nonaktivis ekstrakurikuler pramuka SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru termasuk dalam kaulifikasi tinggi (2) tingkat sikap kedisiplinan peserta didik  aktivis dan nonaktivis ekstrakurikuler pramuka SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru termasuk dalam kaulifikasi tinggi (3) ada perbedaan sikap kemandirian peserta didik aktivis dan nonaktivis ekstrakurikuler pramuka SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru (4) ada perbedaan sikap kedisiplinan peserta didik aktivis dan nonaktivis ekstrakurikuler pramuka SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru.

Saran-saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian yang telah diperoleh, yaitu kepada: (1) Bagi Kepala SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru, dengan mengetahui perbedaan sikap kemandirian dan sikap kedisiplinan antara peserta didik aktivis dan nonaktivis ekstrakurikuler pramuka sebaiknya kepala sekolah diharapkan untuk lebih memperhatikan ekstrakurikuler pramuka yang ada di sekolah, seperti sering diadakannya evaluasi akhir bulan untuk mengetahui perkembangan kegiatan pramuka setiap bulannya.  Selain itu, untuk menambah berbagai kegiatan yang dapat melibatkan seluruh anggota pramuka tidak hanya peserta didik aktivis tapi juga peserta didik nonaktivis ekstrakurikuler pramuka. Misalnya, Perkemahan Sabtu Minggu (Persami), penjelajahan, dan pelatihan-pelatihan yang mendukung materi dalam kepramukaan., (2) Bagi Pembina Ekstrakurikuler Pramuka di SMP Negeri se-Kecamatan Lowokwaru, dengan mengetahui penelitian ini disarankan agar pembina pramuka memiliki perhatian yang seimbang antara peserta didik aktivis dan peserta didik nonaktivis ekstrakurikuler pramuka sehingga dapat meningkatkan kemandirian dan kedisiplinan, (3) Bagi Pengurus Kwartir Cabang Kota Malang, mengenai perbedaan sikap kemandirian dan sikap kedisiplinan pada peserta didik sebagai koordinator cabang diwilayahnya harus peka terhadap keadaan pendidikan kepramukaan di setiap gugus depan. Untuk mengetahui keadaan wilayahnya bisa dilakukan survey atau sensus kepramukaan  agar peningkatan sikap kemandirian dan kedisiplinan anggota pramuka tidak hanya pada peserta didik aktivis tapi juga pada peserta didik nonaktivis, (4) Bagi Ketua Kwartir Daerah Jawa Timur  supaya lebih memperhatikan lagi kegiatan pramuka, agar kegiatan kepramukaan yang ada di Jawa Timur bisa lebih diminati lagi dalam mengembangkan kegiatan kepramukaan. Selain itu, hendaknya memberikan kegiatan  pembentukan karakter sikap kemandirian dan sikap kedisiplinan bagi seluruh anggota pramuka baik itu peserta didik aktivis maupun peserta didik nonaktivis, dan (5) Bagi peneliti lain, mengenai perbedaan sikap kemandirian dan sikap kedisiplinan peserta didik aktivis dan nonaktivis ekstrakurikuler pramuka yang disebabkan berbagai faktor, dapat dijadikan masukan dan bahan referensi untuk  melakukan penelitian  lain, misalnya meneliti tentang analisis faktor-faktor kemandirian dan kedisplinan peserta didik aktivis dan nonaktivis ekstrakurikuler pramuka, pengaruh sikap kemandirian dan sikap kedisiplinan peserta didik aktivis dan non aktivis ekstrakurikuler pramuka.