SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kepemimpinan dalam Pengembangan Budaya Akademik dan Santun: Studi Multi Situs di SDN Tunjungsekar 1 dan SDN Tunjungsekar 5 Malang

Eva Kurniawati

Abstrak


ABSTRAK 

Kurniawati, Eva. 2017. Kepemimpinan dalam Pengembangan Budaya Akademik dan Santun: Studi Multi Situs di SDN Tunjungsekar 1 dan SDN Tunjungsekar 5 Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Ahmad Yusuf Sobri, S.Sos., M.Pd., (II) Dr. Juharyanto, M.M., M.Pd.

 

Kata Kunci: Kepemimpinan, budaya sekolah, budaya akademik dan santun

 

Tuntutan perubahan jaman menjadikan sekolah sebagai lembaga pendidikan harus mampu memberikan respon, salah satunya dengan melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungannya, sehingga sekolah tetap unggul dan berdaya saing tinggi namun tidak meninggalkan ciri khas sebagai bangsa Indonesia yang berkarakter. Kepala sekolah memiliki peranan penting dalam menentukan kemajuan sekolah. Sebagai pemimpin ia harus mampu menggerakkan komponen-komponen sekolah agar mampu beradaptasi dengan perkembangan yang ada melalui kepemimpinan yang dimilikinya. Upaya penyesuaian diri ini diawali kepala sekolah dengan menanamkan nilai-nilai dasar yang diyakini dan dijadikan pedoman oleh warga sekolah sehingga membentuk budaya sekolah. Sekolah sebagai lingkungan akademik akan menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai yang mencerminkan budaya akademik, dimana diwujudkan dalam sikap dan perilaku saling menghormati dan menghargai yang merupakan bentuk kesantunan dari warga sekolah setiap harinya. Kepala SDN Tunjungsekar 1 dan SDN Tunjungsekar 5 berupaya mengembangkan sekolah melalui nilai-nilai yang ditanamkan sebagai cerminan budaya akademik dan santun. Baik di SDN Tunjungsekar 1 maupun di SDN Tunjungsekar 5, keduanya memiliki program-program pembiasaan yang diwujudkan di dalam keseharian warga sekolah sesuai dengan kebenaran ilmiah dan yang akan menumbuhkan perilaku saling menghormati dan menghargai. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan: (1) budaya akademik dan santun yang berkembang di sekolah; (2) kepemimpinan dalam pengembangan budaya akademik dan santun; (3) faktor pendukung pengembangan budaya akademik dan santun; dan (4) faktor penghambat dan solusi pengembangan budaya akademik dan santun.

Rancangan penelitian ini yaitu menggunakan penelitian kualitatif multi situs yang melibatkan beberapa situs dengan asumsi situs yang dijadikan subjek penelitian memiliki karakteristik yang sama. Kehadiran peneliti di lapangan sebagai instrumen kunci untuk melakukan pengumpulan data, sehingga peneliti harus menciptakan hubungan yang baik dengan subjek penelitian di SDN Tunjungsekar 1 dan SDN Tunjungsekar 5. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan melakukan reduksi sesuai kode yang telah dibuat oleh peneliti, kemudian data disajikan dan ditarik kesimpulan. Untuk memperoleh keabsahan data, peneliti menggunakan teknik kredibilitas yaitu dengan ketekunan pengamatan, triangulasi, perpanjangan waktu pengamatan, kecukupan bahan referensi, dan pengecekan anggota. Selain itu peneliti juga menggunakan teknik ketergantungan/auditabilitas oleh dosen pembimbing.

Temuan penelitian ini antara lain: (1) SDN Tunjungsekar 1 dan SDN Tunjungsekar 5 memiliki nilai dasar yang diyakini dan dijadikan acuan oleh warga sekolah dalam menjalankan kegiatan di sekolah dan yang membentuk budaya akademik dan santun. Nilai dasar tersebut kemudian dikembangkan menjadi beberapa nilai yaitu nilai religius, nilai 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), nilai kedisiplinan, nilai literasi (gemar membaca), dan nilai nasionalis. Penerapan nilai-nilai tersebut tidak terlepas dari peran kepemimpinan yang dimiliki kepala sekolah; (2) kepemimpinan kepala SDN Tunjungsekar 1 dan SDN Tunjungsekar 5 dalam pengembangan budaya akademik dan santun di sekolah yaitu sebagai motivator yang mendukung dan mendorong warga sekolah mengembangkan diri menjadi lebih baik dan menjalankan nilai-nilai yang ada, sebagai model atau teladan dengan menunjukkan perilaku yang positif yang akan ditiru oleh warga sekolah, dan sebagai pencipta iklim kerja dan budaya sekolah yang diwujudkan dengan komitmen dan cara kerja yang ditanamkan pada warga sekolah serta memprakarsai kebiasaan-kebiasaan baru untuk membentuk budaya sekolah; (3) faktor yang mendukung pengembangan budaya akademik dan santun yaitu dengan adanya partisipasi dari masyarakat dan keterlibatan aktif dari internal sekolah mulai dari siswa hingga kepala sekolah, serta sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah yang menunjang pengembangan budaya akademik dan santun; dan (4) faktor penghambat dan solusi yang muncul dalam pengembangan budaya akademik dan santun yaitu minimnya dana yang dimiliki sekolah sehingga sekolah memaksimalkan peran serta masyarakat termasuk orang tua dan adanya sumber dana lain yang dimiliki sekolah, selain itu hambatan juga muncul pada pelaksanaan nilai-nilai yaitu prasarana sekolah (mushola) yang digunakan tidak memadai untuk menampung warga sekolah ketika beribadah, sehingga disusun jadwal untuk melaksanakan kegiatan seperti sholat Dhuha dan sholat Dhuhur berjamaah serta memanfaatkan fasilitas umum yang ada di sekitar sekolah dengan ikut menjalankan sholat Jumat di masjid terdekat.

Saran diberikan bagi (1) Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang agar lebih memaksimalkan monitoring dan evaluasi ke sekolah dalam implementasi budaya sekolah yang positif; (2) Kepala SDN Tunjungsekar 1 dan SDN Tunjungsekar 5 agar meningkatkan pengawasan dan memberikan tindak lanjut atas evaluasi pelaksanaan budaya akademik dan santun, senantiasa memberikan dukungan dalam pembiasaan di sekolah, sehingga warga sekolah tetap bersemangat menjalankan tugas dan kewajibannya, serta memberikan keleluasaan bagi warga sekolah untuk berimprovisasi dalam mengembangkan budaya akademik dan santun; (3) Guru SDN Tunjungsekar 1 dan SDN Tunjungsekar 5 agar lebih meningkatkan kepedulian dan keterlibatannya dalam mengembangkan budaya akademik dan santun di sekolah; (4) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu referensi tema penelitian mahasiswa; dan (5) peneliti lain yang memiliki tema penelitian yang serupa disarankan agar lebih mengembangkan teori yang berkaitan dengan kepemimpinan pendidikan dan pengembangan budayasekolah, serta mengembangkan kajian kepemimpinan dalam pengembangan budaya akademik dan santun.