SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Kebutuhan dan Beban Kerja Tenaga Administrasi Madrasah pada Madrasah Tsanawiyah Negeri di Kabupaten Nganjuk

Siti Parwati

Abstrak


ABSTRAK 

Parwati, Siti. 2017. Analisis Kebutuhan dan Beban Kerja Tenaga Administrasi Madrasah pada Madrasah Tsanawiyah Negeri di Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Bambang Budi Wiyono, M.Pd, (II) Dr. Mustiningsih, M.Pd.

              

Kata kunci:analisis kebutuhan, beban kerja, proyeksi TAM

 

Ketercapaian tujuan dari pendidikan merupakan tanggungjawab bagi seluruh masyarakat pada umumnya dan lembaga penyelenggara pendidikan khususnya. Penyelenggaraan pendidikan tidak lepas dari pendidik yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Selain pendidik terdapat tenaga kependidikan yang berperan penting dalam menunjang proses pembelajaran. Tenaga kependidikan merupakan administrator yang bertugas dalam pengelolaan pendidikan. Tujuan dari penelitian yang dilakukan yaitu (1) mengidentifikasi jenis jabatan TAM di MTs Negeri Kabupaten Nganjuk; (2) mendeskripsikan rasio beban kerja TAM di MTs Negeri Kabupaten Nganjuk; (3) mendeskripsikan kebutuhan TAM di MTs Negeri Kabupaten Nganjuk pada tahun 2018;

(4) mendeskripsikan proyeksi kebutuhan TAM di MTs Negeri Kabupaten Nganjuk tahun 2018-2022.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-proyektif berdasarkan data kuantitatif yang diperoleh dari hasil data empirik karena memproyeksikan jumlah TAM selama lima tahun ke depan. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan metode dokumentasi. Peneliti memperoleh jenis data primer dari database masing-masing MTs Negeri yang ada di Kabupaten Nganjuk.

Jenis jabatan TAM di MTs Negeri yang ada di Kabupaten Nganjuk adalah (1) Kepala TAM, bertugas mengelola seluruh kegiatan administrasi yang ada di madrasah mulai dari proses perencanaan sampai dengan evaluasi; (2) Bendahara, bertugas dalam pengelolaan keuangan yang ada di madrasah; (3) Kepegawaian, bertugas melayani dalam administrasi pegawai yang ada di madrasah;

(4)Persuratan dan Pengarsipan, bertugas memberikan pelayanan dalam hal administrasi persuratan dan pengarsipan; (5) Kesiswaan, bertugas memberikan pelayanan administrasi bagi peserta didik, dari peserta didik masuk sampai dengan lulus (6) Layanan Khusus bertugas, memberikan pelayanan yang bersifat khusus; dan (7) Operator, bertugas mengelola aplikasi online. Kemudian untuk rasio jumlah TAM dengan beban kerja yang ada di MTs Negeri Kabupaten Nganjuk, yaitu (1) MTs Negeri 1 Nganjuk sebanyak 1:4; (2) MTs Negeri 2 Nganjuk sebanyak 1:4; (3) MTs Negeri 3 Nganjuk sebanyak 1:5; (4) MTs Negeri 4 Nganjuk sebanyak 1:4; (5) MTs Negeri 5 Nganjuk sebesar 1:5; (6) MTs Negeri 6 Nganjuk sebesar 1:4; (7) MTs Negeri 7 Nganjuk sebanyak 1:5; (8) MTs Negeri 8 Nganjuk sebanyak 1:5; (9) MTs Negeri 9 Nganjuk sebanyak 1:5, dan (10) MTs Negeri 10 Nganjuk sebesar 1:5; sedangkan kebutuhan TAM berdasarkan beban kerja di MTs Negeri yang ada di Kabupaten Nganjuk secara keseluruhan banyak mengalami kekurangan pada jabatan sarana dan prasarana, humas dan kurikulum. Selain itu pada jabatan Kepala TAM kekurangan 1 orang, keuangan kekurangan 1 orang, kepegawaian kekurangan 6 orang, persuratan dan pengarsipan kekurangan 5 orang, kesiswaan kekurangan 3 orang, layanan khusus kekurangan 6 orang, dan operator kekurangan 5 orang. Berikut merupakan rincian kebutuhan TAM, yaitu: (1) MTs Negeri 1 Nganjuk sebanyak 4 orang TAM yang terdiri dari bidang sarana dan prasarana, humas, persuratan dan pengarsipan serta kurikulum; (2) MTs Negeri 2 Nganjuk sebanyak 5 orang TAM yang terdiri dari bidang keuangan, sarana dan prasarana, humas, kesiswaan, kurikulum dan operator; (3) MTs Negeri 3 Nganjuk sebanyak 5 orang TAM yang terdiri dari bidang kepala TAM, sarana dan prasarana, humas, kurikulum, dan operator; (4) MTs Negeri 4 Nganjuk sebanyak 5 orang TAM yang terdiri dari bidang kepegawaian, sarana dan prasarana, humas, persuratan dan pengarsipan, kurikulum dan layanan khusus; (5) MTs Negeri 5 Nganjuk sebanyak 6 orang TAM yang terdiri dari sarana dan prasarana, humas, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, kurikulum dan layanan khusus; (6) MTs Negeri 6 Nganjuk sebanyak 5 orang TAM yang terdiri dari bidang kepegawaian, sarana dan prasarana, humas, kurikulum, dan layanan khusus; (7) MTs Negeri 7 Nganjuk sebanyak 7 orang TAM yang terdiri dari bidang kepegawaian, sarana dan prasarana, humas, persuratan dan pengarsipan, kurikulum, layanan khusus, dan operator; (8) MTs Negeri 8 Nganjuk sebanyak 6 orang TAM yang terdiri dari bidang kepegawaian, sarana dan prasarana, humas, persuratan dan pengarsipan, kurikulum dan layanan khusus; (9) MTs Negeri 9 Nganjuk sebanyak 8 orang TAM yang terdiri dari bidang kepegawaian, sarana dan prasarana, humas, persuratan dan pengarsipan, kesiswaan, kurikulum, layanan khusus dan operator; dan (10) MTs Negeri 10 Nganjuk sebanyak 5 orang TAM yang terdiri dari bidang kepegawaian, sarana dan prasarana, humas, kurikulum, dan operator; dan proyeksi kebutuhan TAM selama lima tahun yang akan dating berdasarkan data TAM pada tahun 2018 sebanyak 52 orang, tahun 2019 sebanyak 60 orang, tahun 2020 sebanyak 68 orang, tahun 2021 sebanyak 78 orang, tahun 2022 sebanyak 89 orang, dan proyeksi kebutuhan TAM berdasarkan rasio peserta didik pada tahun 2018 sebesar 58 orang, tahun 2019 sebesar 60 orang, tahun 2020 sebesar 62 orang, tahun 2021 sebesar 63 orang, dan tahun 2022 sebesar 65 orang.

Saran dalam penelitian ini diberikan kepada (1) Kepala Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sebuah gambaran dalam pemenuhan kebutuhan TAM disetiap MTs Negeri Kabupaten Nganjuk berdasarkan bidang kerja (job desc) pegawai; (2) Kepala MTs Negeri di Kabupaten Nganjuk, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai gambaran mengenai kebutuhan TAM yang selama ini masih ada kekurangan pegawai akibat dari adanya pension dan penambahan pekerjaan serta dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk pengajuan penambahan pegawai; (3) Tenaga Administrasi Madrasah (TAM), hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai langkah untuk lebih mengotimalkan kinerja berdasarkan beban kerja sesuai dengan regulasi yang ada; dan (4) Jurusan Administrasi Pendidikan, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan bahan pustaka dan melengkapi informasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan; (5) Peneliti lain, hasil penelitian ini digunakan sebagai bahan rujukan untuk melakukan penelitian selanjutnya terutama tentangan analisis kebutuhan pegawai berdasarkan beban kerja.