SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA MUTU (Studi Multikasus di SD Negeri Jatimulyo 3 dan SD Islam Surya Buana Malang)

Adhe Kusuma Pertiwi

Abstrak


ABSTRAK 

 

Pertiwi, A. K. 2017.Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Mutu (Studi Multikasus di SD Negeri Jatimulyo 3 dan SD Islam Surya Buana Malang). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. A. Yusuf Sobri, S.Sos., M.Pd., Pembimbing (II) Wildan Zulkarnain, S.Pd, M.Pd.

 

Kata Kunci: kepemimpinan, kepala sekolah, budaya mutu

 

Kepemimpinan kepala sekolah menjadi kunci keberhasilan suatu sekolah dalam mengembangkan budaya mutu. Budaya mutu merupakan keseluruhan keadaan sekolah baik secara fisik, lingkungan, maupun iklim yang mampu dikembangkan sesuai dengan nilai yang dianut sekolah. Adanya budaya mutu yang diterapkan oleh suatu sekolah akan meningkatkan kualitas sekolah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan beberapa hal, yang meliputi budaya mutu yang dikembangkan sekolah, upaya kepala sekolah dalam mengembangkan budaya mutu, faktor penghambat dalam mengembangkan budaya mutu, dan faktor pendukung dalam mengembangkan budaya mutu di SDN Jatimulyo 3 dan SDI Surya Buana Malang. Setiap sekolah memiliki langkah tersendiri dalam mengembangkan budaya mutunya, sehingga program mutu yang diterapkan berbeda-beda disesuaikan dengan kondisi sekolah.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian studi multikasus. Data yang diperoleh berupa paparan kepemimpinan kepala sekolah dalam mengembangkan budaya mutu di SDN Jatimulyo 3 dan SDI Surya Buana Malang, yang diperoleh menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan menggunakan derajat kepercayaan dengan tahap pengecekan melalui ketekunan pengamatan, triangulasi, dan pengecekan anggota. Kegiatan analisis data dilakukan secara interaktif mulai dari tahap pengumpulan data sampai dengan penarikan kesimpulan.

Berdasarkan hasil analisis data maka diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Budaya mutu yang dikembangkan di SDN Jatimulyo 3 Malang ada tiga budaya, yaitu: (1) religi; (2) nasionalis; dan (3) literasi. Sedangkan SDI Surya Buana Malang ada dua belas budaya mutu yang dikembangkan, yakni: (1) pembiasaan membaca doa, asmaul husna dan menghafal juz 30; (2) pembiasaan sholat dhuha setiap hari; (3) kisah inspiratif siang; (4) program amal Jumat; (5) sholat dhuhur setiap hari; (6) pembelajaran Bahasa Jawa, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia; (7) pelaksanaan outbond setahun dua kali; (8) pelaksanaan studi empiris; (9) pelaksanaan thematic contextual learning; (10) kegiatan upacara setiap hari Senin; (11) kegiatan pramuka; (12) teknologi, informasi, dan komunikasi.

Upaya kepala sekolah dalam mengembangkan budaya mutu di SDN Jatimulyo 3 Malang dilakukan dengan cara bekerja sama dengan seluruh  warga sekolah. Sedangkan, SDI Surya Buana Malang dilakukan dengan membuat program tambahan yaitu parents day, tim panitia kecil, dan kegiatan mengaji bersama. Faktor penghambat berkembangnya budaya mutu di SDN Jatimulyo 3 dan SDI Surya Buana Malang hampir sama yaitu terbatasnya lahan, dana, kurangnya perhatian orang tua ke anak, dan faktor sumber daya manusia (SDM). Akan tetapi, di SDI Surya Buana Malang terdapat faktor penghambat tambahan yakni peserta didik belum terbiasa dengan pelaksanaan full day school. Keberhasilan SDN Jatimulyo 3 dan SDI Surya Buana Malang dalam mengembangkan budaya mutu ialah adanya partisipasi orang tua dan kompetensi yang dimiliki oleh kepala sekolah masing-masing.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada kepala sekolah untuk lebih sering berinteraksi dengan warga sekolah khususnya peserta didik. Selain itu, kepala sekolah harus mampu melakukan inovasi-inovasi baru terhadap program yang diadakan sekolah agar budaya mutu semakin berkembang. Sekolah harus bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Malang untuk melengkapi sarana dan prasarana yang ada mengingat kedua sekolah yakni SDN Jatimulyo 3 dan SDI Surya Buana Malang memiliki lahan yang kurang luas bila dibandingkan dengan jumlah peserta didik yang ada.