SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA SUPERVISI PENGAJARAN DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KOMPETENSI GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN SANANWETAN KOTA BLITAR

TITIN WAHYU TRININGTYAS

Abstrak


ABSTRAK

 

Triningtyas, Titin Wahyu. 2017. Hubungan antara Supervisi Pengajaran Dan Motivasi Kerja dengan Kompetensi Guru di Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Ahmad Yusuf Sobri, S.Sos., M.Pd, (II) Ahmad Nurabadi, S.Pd., M.Pd.

 

Kata kunci: supervisi pengajaran, motivasi kerja, kompetensi guru

           

Salah satu aspek penting, karena melalui pendidikan seseorang dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap untuk bekerja secara produktif. Proses pendidikan dikatakan berkualitas jika orang-orang yang mengelola pendidikan juga berkualitas. Kepala sekolah yang baik akan meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan apa yang perlu dikembangkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai suatu sekolah. Kepala sekolah mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia yang ada di sekolah, terutama meningkatkan kemampuan guru untuk lebih memiliki rasa semangat dan lebih profesional dalam mengajar. Upaya yang dilakukan seorang pemimpin dalam menyelenggarakan pendidikan secara efektif dapat melalui kegiatan yang di dalamnya mencakup pembinaan dan pengembangan salah satunya supervisi pengajaran. Supervisi pengajaran adalah upaya membatu guru dalam rangka meningkatkan kemampuannya untuk mencapai tujuan pengajaran. Motivasi kerja diperlukan demi terselenggaranya proses pengajaran di sekolah. Dalam rangka peningkatan motivasi kerja, kompetensi guru perlu diperhatikan untuk mampu melaksanakan tugas dengan maksimal mulai dari perencanaan hingga evaluasi hasil pembelajaran.

            Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) tingkat kompetensi guru di SD Negeri Se-Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, (2) tingkat  supervisi pengajaran di SD Negeri Se-Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, (3) tingkat motivasi kerja di SD Negeri Se-Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, (4) hubungan antara supervisi pengajaran dengan kompetensi guru di SD Negeri Se-Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, (5) hubungan antara motivasi kerja dengan kompetensi guru di SD Negeri Se-Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, dan (6) hubungan antara supervisi pengajaran dan motivasi kerja dengan kompetensi guru di SD Negeri Se-Kecamatan Sananwetan Kota Blitar.

            Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu deskriptif korelasional, dengan sampel sebanyak 147 guru SD Negeri Se-Kecamatan Sananwetan Kota Blitar sebagai responden. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan teknik angket tertutup. Data tersebut dianalisis dengan teknik korelasi ganda (multiple correlation).

 

 

            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tingkat kompetensi guru di SD Negeri Se-Kecamatan Sananwetan Kota Blitar berada pada kategori pada tingkat tinggi dengan persentase 55,10% (81 dari 147 orang), (2) tingkat  supervisi pengajaran di SD Negeri Se-Kecamatan Sananwetan Kota Blitar berada pada kategori pada tingkat sedang dengan persentase 47,62% (70 dari 147 orang), (3) tingkat  motivasi kerja di SD Negeri Se-Kecamatan Sananwetan Kota Blitar berada pada kategori pada tingkat sedang dengan persentase 43,54% (64 dari 147 orang), (4) ada hubungan antara supervisi pengajaran dengan kompetensi guru di SD Negeri Se-Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, (5) ada hubungan antara motivasi kinerja dengan kompetensi guru di SD Negeri Se-Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, dan (6) ada hubungan antara supervisi pengajaran dan motivasi kerja dengan kompetensi guru di SD Negeri Se-Kecamatan Sananwetan Kota Blitar.

Saran penelitian ini adalah: (1) Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, agar lebih memperhatikan dalam mengadakan program-program yang berkaitan dengan supervisi pengajaran, (2) Kepala SD Negeri Se-Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, agar selalu memperhatikan dalam melaksanakan supervisi pengajaran, (3) Guru SD Negeri Se-Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, agar kooperatif dalam melaksanakan supervisi pengajaran, (4) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, agar untuk menambah referensi dan memperkaya ilmu pengetahuan yang relevan guna meningkatkan kualitas perkuliahan, khususnya di bidang supervisi pengajaran yang terkait dengan motivasi kerja dan kompetensi guru, (5) Peneliti lain, apabila ingin melakukan penelitian yang sejenis sebaiknya dikembangkan pada subjek yang lebih operasional misalnya di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau menggunakan pendekatan kualikatif.