SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN PRODUKTIVITAS KERJA GURU ANTARA YANG SUDAH DAN BELUM SERTIFIKASI PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DI KOTA MALANG

LIA NURUL FITRIANA

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Fitriana, Lia Nurul. 2017. Perbedaan Produktivitas Kerja Guru antara yang Sudah dan Belum Sertifikasi pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Djum Djum Noor Benty, M.Pd., (2) Dr. Asep Sunandar, S.Pd., M.AP.

 

Kata kunci: sertifikasi guru, produktivitas kerja guru

 

Sertifikasi guru merupakan salah satu upaya untuk peningkatan mutu dan kesejahteraan guru, berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran. Guru yang diberikan sertifikasi berarti memiliki profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik. Beda halnya guru yang masih belum tersertifikasi, karena mungkin guru tersebut masih kurang dalam menjalankan tugasnya, sehingga produktivitas kerja yang dicapai oleh guru belum maksimal. Salah satu permasalahan guru yang dapat diangkat di Indonesia yaitu masalah kualitas guru. Seorang guru mampu mengajar dengan baik akan tetapi terkadang hasil yang diperoleh masih kurang.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) mendeskripsikan tingkat produktivitas kerja guru yang sudah sertifikasi pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Malang, (2) mendeskripsikan tingkat produktivitas kerja guru yang belum sertifikasi pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Malang, dan (3) mendeskripsikan perbedaan tingkat produktivitas kerja guru yang sudah sertifikasi dibandingkan dengan yang belum sertifikasi pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Malang.

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif-kausal komparatif. Teknik pengambilan sampel sekolah yaitu dengan sampel 10% dari keseluruhan jumlah sekolah dan teknik area sampling serta teknik proportional random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau instrumen. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan teknik analisis komparasi, yaitu teknik analisis uji t sampel tidak berhubungan. Objek penelitian ini adalah guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Malang yang sudah sertifikasi maupun yang belum sertifikasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 281 orang. Dengan menggunakan Formula Slovin diperoleh sampel sebanyak 104 orang.

Kesimpulan penelitian yang diperoleh adalah: (1) tingkat produktivitas kerja guru yang sudah sertifikasi pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Malang berada pada  kriteria sedang, dengan kata lain pada umumnya guru yang sudah sertifikasi dalam menjalankan tugasnya masih tergolong cukup, (2) tingkat produktivitas kerja guru yang belum sertifikasi pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Malang berada pada kriteria sedang, dengan kata lain pada umumnya guru yang belum sertifikasi dalam menjalankan tugasnya juga masih tergolong cukup, dan (3) tidak terdapat perbedaan tingkat produktivitas kerja guru antara yang sudah dan belum sertifikasi pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Malang. Artinya tingkat produktivitas kerja guru antara yang sudah sertifikasi pada SMP di Kota sama, yaitu produktivitas kerjanya tergolong cukup.

Saran penelitian ini tertuju bagi: (1) Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, hendaknya mengadakan pelatihan atau studi lebih lanjut untuk pendidik mengenai produktivitas kerja guru, serta peninjauan ulang efektifitas dan efisiensi program sertifikasi, (2) Kepala SMP di Kota Malang, diharapkan mampu memberikan dukungan dan motivasi kepada para guru, agar para guru dalam menjalankan tugasnya bisa lebih semangat dan berkualitas, sehingga guru baik yang sudah sertifikasi maupun yang belum sertifikasi mampu meningkatkan produktivitas kerjanya, (3) Guru SMP di Kota Malang, diharapkan guru untuk berperan aktif dalam meningkatkan pengetahuan kompetensi mengajar, sehingga kemampuan guru dalam proses mengajar dapat menjadi lebih baik dan mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya, (4) Ketua Jurusan Administras Pendidikan, diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan maupun kajian tentang pelaksanaan sertifikasi terhadap tenaga pendidik, sehingga Ketua Jurusan bisa memberikan motivasi dan dukungan kepada tenaga pendidik, (5) Dosen Administrasi Pendidikan, diharapkan dapat dijadikan bahan masukan bahwa semua tenaga pendidik baik yang sudah sertifikasi maupun belum sertifikasi supaya tetap meningkatkan produktivitas kerjanya guna untuk meningkatkan kualitas pendidikan, (6) Mahasiswa, diharapkan dapat menambah pengetahuan terhadap mahasiswa mengenai produktivitas kerja guru yang sudah sertifikasi maupun yang belum sertifikasi, dan (7) Peneliti Lain, diharapkan dapat digunakan sebagai bahan rujukan atau referensi dalam sebuah penelitian yang berkaitan dengan sertifikasi guru, hendaknya dapat dikembangkan lebih lanjut dengan fokus penelitian yang berbeda.