SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN PENERAPAN ETIKA PERKANTORAN DAN SIKAP PELAYANAN PRIMA TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH DENGAN KEPUASAN PESERTA DIDIK SMP NEGERI DI KECAMATAN BANTUR KABUPATEN MALANG

MOHAMMAD YUSUF TRI HANDOKO

Abstrak


ABSTRAK

 

Handoko, Mohammad Yusuf Tri. 2017. Hubungan Penerapan Etika Perkantoran dan Sikap Pelayanan Prima Tenaga Administrasi Sekolah dengan Kepuasan Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (I) Dr. Agus Timan, M.Pd, (II) Desi Eri Kusumaningrum, S.Pd., M.Pd.

 

Kata Kunci: etika perkantoran, pelayanan prima, kepuasan peserta didik

 

Etika perkantoran dan pelayanan prima merupakan faktor yang dapat diterapkan oleh para tenaga administrasi sekolah dalam memberikan pelayanan sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan (peserta didik). Pelayanan administrasi membutuhkan tenaga administrasi sekolah yang kompeten dan memiliki keterampilan untuk memberikan pelayanan yang baik agar dapat memberikan kepuasan bagi para pelanggan pendidikan. Dengan menerapkan etika perkantoran dan pelayanan prima, maka peserta didik akan memberikan kesan yang positif terhadap instansi yang bersangkutan.

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan tingkat penerapan etika perkantoran tenaga administrasi sekolah SMP Negeri di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang; (2) mendeskripsikan tingkat penerapan pelayanan prima tenaga administrasi sekolah SMP Negeri di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang; (3) mendeskripsikan tingkat kepuasan peserta didik atas layanan yang diberikan oleh tenaga administrasi sekolah SMP Negeri di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang; (4) menjelaskan hubungan penerapan etika perkantoran tenaga administrasi sekolah dengan kepuasan peserta didik SMP Negeri di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang; (5) menjelaskan hubungan penerapan pelayanan prima tenaga administrasi sekolah dengan kepuasan peserta didik SMP Negeri di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang; (6) menjelaskan hubungan antara penerapan etika perkantoran dan pelayanan prima tenaga administrasi sekolah dengan kepuasan peserta didik SMP Negeri di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Penelitian ini dilakukan pada peserta didik SMPN di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang dengan responden sebanyak 280. Teknik pengumpulan data penelitian dengan menggunakan angket tertutup. Analisis data dalam penelitian ini terdiri atas: (1) analisis deskriptif; (2) analisis korelasi product moment pearson; dan (3) korelasi ganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan etika perkantoran para tenaga administrasi sekolah SMP Negeri di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang berada pada kategori sangat tinggi; (2) penerapan pelayanan prima para tenaga administrasi sekolah SMP Negeri di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang berada pada kategori tinggi; (3) kepuasan peserta didik atas pelayanan yang diberikan oleh tenaga administrasi sekolah SMP Negeri di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang berada pada kategori tinggi; (4) terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan etika perkantoran tenaga administrasi sekolah dalam memberikan pelayanan dengan kepuasan peserta didik SMPN di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang; (5) terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan pelayanan prima para tenaga administrasi sekolah dalam memberikan pelayanan dengan kepuasan peserta didik SMPN di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang; (6) terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan etika perkantoran dan pelayanan prima tenaga administrasi sekolah dalam memberikan pelayanan dengan kepuasan peserta didik SMP Negeri di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang.

Saran-saran yang dapat dikemukakan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah kepada: (1) bagi tenaga administrasi sekolah SMP Negeri di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang yang secara langsung memberikan pelayanan hendaknya mempertahankan tingkat etika perkantoran saat memberikan pelayanan kepada peserta didik agar tetap memuaskan serta lebih meningkatkan tingkat pelayanan prima ketika memberikan pelayanan, karena dari hasil analisis angket pada subvariabel perhatian saat memberikan pelayanan memiliki kategori paling rendah sehingga hal ini berdampak pada ketidakpuasan peserta didik. Oleh karena itu pada subvariabel perhatian harus lebih ditingkatkan agar tingkat kepuasan peserta didik dapat meningkat dan memberikan kesan yang positif terhadap perkembangan kinerja para tenaga administrasi sekolah; (2) bagi kepala sekolah menengah pertama negeri di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang, diharapkan dapat memberikan arahan serta pelatihan terhadap tenaga administrasi sekolah SMP Negeri di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang agar mempertahankan penerapan etika perkantoran agar tetap memuaskan serta memberikan wawasan dan pelatihan tentang pelayanan prima secara lebih lanjut. Hal ini terutama bagi kepala sekolah SMP 4 Bantur, karena pada SMP ini  tingkat penerapan etika perkantoran dan pelayanan prima berada pada kategori paling rendah, sehingga kepala sekolah harus memberikan tambahan wawasan dan pelatihan kepada tenaga administrasi sekolah mengenai cara memberikan pelayanan prima yang baik dan benar. Pelatihan yang dimaksud dapat berupa cara menerima tamu, cara memberikan pelayanan yang benar, kualifikasi yang harus dipenuhi oleh tenaga administrasi sekolah, serta kemampuan dasar yang harus dimiliki dalam melayani pelanggan. Kategori paling rendah berada pada variabel pelayanan prima subvariabel perhatian. Oleh karena itu pelatihan yang dilakukan dapat difokuskan pada cara memberikan perhatian penuh terhadap pelanggan serta cara memahami keperluan pelanggan; (3) bagi peneliti lain, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan referensi dan dikembangkan lebih lanjut dengan cara mengembangkan pokok permasalahan atau variabelnya, mengubah lokasi penelitian yang berbeda dan jenjang pendidikan yang berbeda. Karena dalam variabel etika perkantoran terdapat aspek etika komunikasi kantor yang seharusnya dapat dijadikan subvariabel dari variabel etika perkantoran.