SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Manajemen Kesiswaan dalam Analisis Perilaku Truancy Siswa (Studi Kasus di SMA Raudlatul Amien Ketapang Kabupaten Sampang)

Ulfatul Jannah

Abstrak


ABSTRAK

 

Manajemen peserta didik merupakan usaha pengaturan peserta didik di sekolah, mulai dari peserta didik masuk ke sekolah sampai peserta didik lulus. Usaha pengaturan tersebut mulai dari siswa mendaftar di sekolah sampai pengaturan hukuman dan kedisiplinan siswa di sekolah. Pelaksanaan manajemen peserta didik masih saja terdapat hambatan-hambatan yang terjadi, salah satu masalah yang masih sering terjadi adalah tingkat kedisiplinan siswa yang masih rendah. Permasalahan kedisiplinan sangat beragam, salah satunya ketidakhadiran siswa di sekolah tanpa alasan atau dikenal dengan istilah truancy. Ketidakhadiran siswa menjadi penyebab terhambatnya pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah. Kehadiran siswa di sekolah menjadi sangat penting karena seluruh aktivitas belajar-mengajar tidak dapat terlaksana secara maksimal jika kehadiran siswa masih belum maksimal. Oleh karena itu permasalahan perilaku truancy di sekolah penting untuk dikaji karena merupakan salah satu permasalahan dalam pelaksanaan manajemen kesiswaan.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen kesiswaan dalam analisis perilaku truancy siswa di SMA Raudlatul Amien Ketapang Kabupaten Sampang meliputi: 1) Jenis dan gejala perilaku truancy siswa di SMA Raudlatul Amien Ketapang, 2) Aktivitas yang dilakukan oleh siswa pada saat truancy di SMA Raudlatul Amien Ketapang, 3) Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya perilaku truancy siswa di SMA Raudlatul Amien Ketapang, 4) Upaya apa saja yang dilakukan di SMA Raudlatul Amien Ketapang untuk mengatasi permasalahan perilaku truancy siswa.

Proses penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif yaitu suatu metode penelitian untuk membuktikan kajian yang mengenani manajemen kesiswaan dalam analisis perilaku truancy di SMA Raudlatul Amien Ketapang. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pada penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen kunci dengan subyek penelitian guru Bimbingan dan Konseling, Waka Kesiswaan, Wali Kelas, dan siswa. Untuk pengumpulan data yang relevan guna menjawab fokus penelitian, menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tahap analisis data memeliputi, 1) reduksi data, 2) pengkodean, 3) penyajian data, dan 4) verifikasi data. Pengecekan keabsahan data menggunakan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi.

Temuan penelitian menemukan dan mendeskripsikan perilaku truancy siswa, 1) Jenis dan gejala perilaku truancy terdapat dua jenis perilaku truancy siswa, yaitu dilakukan secara individu dan kolektif. Jenis perilaku truancy siswa secara individu diantaranya siswa beralasan sakit, malas untuk pergi ke sekolah, seragam sekolahnya hilang, berangkat dari rumah menggunakan atribut sekolah secara lengkap namun tidak pergi ke sekolah, terlambat datang ke sekolah, serta karena cuaca yang hujan. Jenis perilaku truancy siswa secara kolektif diantaranya satu siswa mengajak siswa lain untuk tidak masuk sekolah serta secara bersama-sama tidak masuk ke sekolah. Gejala perilaku truancy siswa secara individu diantaranya adalah siswa sering ijin ke toilet, gerak-gerik siswa mencurigakan seperti mengamati kondisi di sekitarnya, dan sering terjadi pada saat jam terakhir sekolah. Gejala perilaku truancy siswa secara kolektif diantaranya ditemukan kecenderungan siswa sering bersama-sama dengan beberapa teman, secara bersama-sama, dan sering terjadi pada saat jam terakhir sekolah; 2) Aktivitas yang dilakukan oleh siswa pada saat truancy yaitu, aktivitas truancy yang dilakukan secara individu diantaranya adalah tidur di kamar asrama pondok/rumah, merokok di kamar mandi, pergi ke tempat-tempat hiburan, tidur di rumah, bermain Play Station (PS), dan nongkrong. Aktivitas truancy yang dilakukan secara kolektif diantaranya adalah tidur di kamar asrama, pergi ke tempat-tempat hiburan, pergi ke rumah teman, bermain Play Station (PS), dan pergi berbelanja; 3) Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya perilaku truancy siswa yaitu terdapat faktor internal (berasal dari diri siswa) dan faktor eksternal (berasal dari lingkungan sosial siswa, lingkungan keluarga, dan lingkungan sekolah); 4) Upaya yang dilakukan di SMA Raudlatul Amien untuk mengatasi permasalahan perilaku truancy siswa yaitu penerapan penguncian gerbang utama di sekolah, menyusun rancangan tata tertib kedisiplinan di sekolah, kerjasama dengan pihak pondok, pemberlakuan surat ijin yang disediakan oleh pondok, serta melakukan pengecekan ke asrama pondok.

 

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan mengacu pada kepada hasilnya, saran-saran yang diajukan peneliti meliputi: 1) Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang untuk memberikan pembinaan terhadap siswa yang suka melakukan perilaku truancy untuk menciptakan revitalisasi mental siswa agar memiliki komitmen terhadap nilai-nilai keislaman yang melekat pada diri siswa, 2) Pengurus Yayasan Al Baidowi Sholeh Ketapang untuk lebih memperhatikan segala kebijakan dan tata tertib yang ada di SMA Raudlatul Amien Ketapang, memantau, meningkatkan, dan memperbaiki sistem pelaksanaan tata tertib dan jalinan kerjasama yang sudah ada demi terciptanya kedisiplinan seluruh aspek yang ada di sekolah, 3) Kepala Sekolah SMA Raudlatul Amien Ketapang diharapkan untuk meningkatkan kerjasama dengan pengurus pondok dan orang tua  untuk meningkatkan pengawasan terhadap siswa agar tidak terjadi perilaku truancy  siswa, 4) Wakil Kepala Kesiswaan SMA Raudlatul Amien Ketapang, memperhatikan kembali faktor-faktor yang menyebabkan siswa truancy agar dapat ditemukan solusi untuk mengatasinya dan kedisiplinan di sekolah semakin meningkat, 5) Guru Bimbingan dan Konseling Penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi konselor sekolah yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan antisipasi dalam memberikan bantuan kepada siswa khususnya dalam masalah mengurangi keinginan perilaku truancy pada siswa, 6) Pendidik, diharapkan para guru lebih mampu untuk meningkatkan kedisiplinan dan menumbuhkan motivasi belajar siswa untuk meningkatkan prestasi siswa yang semakin menurun 7) Keluarga/Orang tua agar dapat menerapkan pola asuh yang sesuai dengan kebutuhan anak sehingga persepsi anak terhadap pola asuh orang tua positif, 8) Jurusan Administrasi Pendidikan menambah kajian pendidikan tentang perilaku truancy siswa untuk menemukan formula dan mengatasi masalah tersebut.