SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kesejahteraan Custodian Sekolah (Studi Multi Kasus di Sekolah Dasar Negeri Pandanwangi 3 Malang dan Sekolah Dasar Muhammadiyah 9 Malang)

Kurnia Ari Saputri

Abstrak


ABSTRAK

 

Saputri, Kurnia Ari. 2017. Kesejahteraan Custodian Sekolah (Studi Multi Kasus di Sekolah Dasar Negeri Pandanwangi 3 Malang dan Sekolah Dasar Muhammadiyah 9 Malang). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd., (II) Wildan Zulkarnain, S.Pd., M.Pd

 

Kata kunci: kesejahteraan, custodian, tenaga kebersihan

Pendidik dan tenaga kependidikan dalam proses pendidikan memegang peranan strategis, terutama dalam upaya membentuk watak anak bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai moral yang ditanamkan pada setiap pelayanan yang diberikan. Kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Kesejahteraan yang baik pada pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah akan senantiasa meningkatkan kinerjanya secara profesional. Penyelenggaraan pendidikan membutuhkan tenaga kependidikan dalam bidangnya untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas. Apabila tingkat kesejahteraan tenaga kependidikan tidak diperhatikan, maka proses pembelajaran di sekolah guna mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien akan sulit berjalan dengan lancar.

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui dan menjabarkan profil custodian sekolah ; (2) tugas pokok dan fungsi custodian sekolah; (3) program sekolah yang mendukung kesejahteraan custodian sekolah; dan (4) bentuk kesejahteraan yang diberikan oleh sekolah kepada custodian sekolah. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi multi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan peneliti yaitu menggunakan teknik dari Milles dan Huberman mulai dari reduksi data, display data hingga verifikasi data. Sedangkan untuk teknik pengecekan keabsahan data peneliti menggunakan cara: (1) triangulasi data; (2) kecukupan referensial; (3) ketekunan pengamatan; (4) dan verifikasi dari informan.

Temuan dari penelitian ini yaitu: (1) profil custodian sekolah, terdapat 2 orang custodian yang bekerja di SDN Pandanwangi 3 dengan status kerja 1 PNS dan 1 honorer. Ijazah terakhir custodian yaitu SMA/sederajat. Sedangkan untuk SD Muhammadiyah 9 terdapat 6 orang custodian dengan status kerja 1 pegawai tetap dan 5 lainnya pegawai kontrak. Terdapat 4 orang yang bekerja tanpa ijazah dan 2 orang menggunakan ijazah SMA. Di kedua sekolah sama-sama mempunyai custodian yang sudah sejak lama bekerja di sekolah, yaitu sekitar tahun 1980an. Sikap masing-masing custodian di antaranya yaitu: bertanggung jawab terhadap tugas, jujur, disiplin melaksanakan tugas, sopan, santun, ramah, peduli terhadap sesama (responsif), rela menolong, setia mengabdi di sekolah, dan kompak dengan tim; (2) tugas pokok dan fungsi custodian sekolah, untuk SDN Pandanwangi 3 di antaranya: merawat dan memelihara kebersihan lingkungan taman dan halaman wilayah, membersihkan kaca pintu dan jendela seluruh ruang, membersihkan lingkungan yang menjadi tanggung jawabnya ketika kotor, ikut bertanggung jawab mengamankan semua sarana dan prasarana sekolah, membuang sampah ke TPS, membersihkan kolam ikan secara berkala, melaporkan pelaksanaan tugas kepada Kepala Sekolah, dan melaksanakan tugas lain dari guru. Tanggung jawab wilayah dibagi menjadi 2 yaitu wilayah utara dan wilayah selatan. Jam kerja mulai jam 6 pagi hingga jam 2-3 sore. Sedangkan di SD Muhammadiyah 9 yaitu: membersihkan lantai seluruh ruang dan selasar, membersihkan fentilasi udara, menyalakan kipas angin, mengecek dan mengisi ulang galon air, membuang sampah ke TPS, membersihkan dinding dan lantai keramik serta bak mandi, membersihkan closet/WC, merawat perabot yang ada di setiap ruang, dan mengecek dan mengisi ulang sabun dan pengharum kamar mandi. Sedangkan tugas pokok bagian kebun yaitu perawatan seluruh kebun dan halaman sekolah. Tanggung jawab wilayah dibagi menjadi 5 lokal dan 1 halaman berserta taman. Jam kerja mulai jam 6 pagi hingga jam 3-4 sore; (3) program sekolah yang mendukung kesejahteraan custodian sekolah, di SDN Pandanwangi 3 yaitu: pengarahan dari Kepala Sekolah atau rapat intern, rekreasi 1 tahun sekali, simpan pinjam atau arisan, dan program pelatihan pengadministrasian untuk pegawai PNS. Sedangkan di SD Muhammadiyah 9 yaitu: rapat rutin dan insidental, mengaji, voucer Rp 500,-/hari, catering, beras setiap bulan, dan pembinaan kemuhammadiyahan; dan (4) bentuk kesejahteraan yang diberikan oleh sekolah di SDN Pandanwangi 3 di antaranya yaitu: uang transportasi, uang lembur/bonus, fasilitas tempat ibadah, tunjangan hari raya, pakaian dinas berupa kain/belum berupa pakaian, tunjangan pensiun bagi PNS dan gaji. Sedangkan di SD Muhammadiyah 9 yaitu: pemberian BPJS bagi pegawai tetap, uang transportasi, uang lembur/tambahan, tunjangan hari raya, pakaian dinas berupa kaos, tempat ibadah berupa masjid, layanan UKS dan dokter sekolah, serta gaji.

 

Berdasarkan temuan ini disarankan bagi Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang supaya lebih memperhatikan lagi pentingnya custodian di sekolah. Bagi Kepala SDN Pandanwangi 3 dan Kepala SD Muhammadiyah 9 hendaknya mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja custodian. Bagi seluruh siswa di masing-masing sekolah alangkah baiknya seluruh siswa ikut menjaga kebersihan sekolahnya masing-masing. Bagi Kaur Sarpras SD Muhammadiyah 9 Malang alangkah baiknya jika evaluasi kinerja custodian dilakukan secara rutin terus menerus setiap minggu sekali. Bagi custodian hendaknya memiliki motivasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas. Bagi Ketua Jurusan AP diharapkan agar jurusan dapat lebih luas mengkaji tentang manajemen sumber daya manusia di lembaga pendidikan, khususnya dalam hal kesejahteraan custodian atau tenaga kependidikan untuk ke depannya. Bagi peneliti lain, berdasarkan nilai pentingnya kesejahteraan custodian sekolah, disarankan agar peneliti yang akan datang untuk menyempurnakan teori hasil penelitian yang telah ditemukan