SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH PERSEPSI TENTANG PROFESI SEBAGAI PENDIDIK TERHADAP MOTIVASI KERJA DAN KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SE-KECAMATAN WONOAYU KABUPATEN SIDOARJO

ayu mardiyani

Abstrak


ABSTRAK

 

Mardiyani, Ayu. 2017. Pengaruh Persepsi tentang Profesi Pendidik terhadap Motivasi Kerja dan Kinerja Guru Sekolah Menengah Pertama se-Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Burhanuddin, M.Ed, Ph.D, (II) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd.

 

Kata kunci     : persepsi tentang profesi pendidik, motivasi kerja, kinerja guru

Persepsi merupakan proses pengolahan dan interpretasi terhadap segenap obyek dan informasi  yang ditangkap oleh panca indera sehingga dapat memberikan makna tersendiri terhadap lingkungannya. Persepsi antar individu berbeda-beda dikarenakan setiap individu memberi makna yang berbeda tentang obyek yang diterima oleh panca indera individu. Persepsi yang berbeda juga dirasakan oleh  para guru dalam  memandang profesi pendidik. Hasil penelitian Hargreaves (2003)menyatakan bahwa para guru menganggap bahwa penghargaan dalam karakteristik status profesi lainnya masih besar dibandingkan profesi pendidik. Hasilnya guru yang melaksanakan profesi pendidik masih dipandang kurang positif oleh pengampu profesi ini karena dinilai kurang bagus khususnya tingkat kesejahteraan guru masih rendah dibandingkan dengan profesi lainnya.  Keadaan tersebut dapat mempengaruhi tingkat motivasi kerja yang dimiliki dan kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya.

Motivasi kerja guru merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan keberhasilan pendidik. Motivasi kerja guru dapat dipengaruhi oleh pandangan setiap guru, motivasi kerja akan meningkat sesuai dengan persepsinya yang baik mengenai profesi guru begitu juga sebaliknya. Namun, motivasi guru tidak hanya brsumber dari dalam diri, namun juga dapat bersumber dari luar diri guru.

Kinerja guru merupakan bentuk nyata dari persepsi dan motivasi kerja yang dimiliki oleh para guru. Kinerja guru yang tinggi sangat diperlukan untuk membuktikan keberhasilan seorang guru dalam melakasanakan tugasnya. Kinerja guru yang baik dapat dilihat dari proses pembelajaran, profesionalisme guru, pribadi guru dan pengetahuan guru tentang siswa. Seorang guru sebagai salah satu peran yang sangat penting dalam peningkatan pendidikan dituntut memiliki keahlian dan pribadi yang baik dalam melaksanakan tugasnya. Namun, terdapat beberapa guru yang belum mampu menjadi sosok guru yang diharapkan.

Sesuai dengan pengamatan peneliti, terdapat beberapa hal yang menarik untuk dilakukan penelitian. Pertama, kurangnya kemauan guru menciptakan pembelajaran yang variatif. Kedua,  masih banyaknya peserta didik yang belum mampu memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru. Ketiga, adanya guru yang belum memiliki motivasi kerja dan kinerja yang  tinggi terhadap makna pembelajaran sebenarnya.

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan persepsi guru terhadap profesi sebagai pendidik , mendeskripsikan motivasi kerja guru dalam pembelajaran, mendeskripsikan tingkat kinerja guru dalam pembelajaran, mengetahui pengaruh persepsi sebagai pendidik terhadap motivasi kerja guru, mengetahui pengaruh persepsi sebagai pendidik terhadap kinerja guru, mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru, dan mengetahui pengaruh persepsi sebagai pendidik terhadap kinerja guru dimediasi oleh tingkat motivasi kerja guru se-Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo.

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain correlational multivariate. Terdapat tiga variabel dalam penelitian ini, variabel pertama merupakan variabel bebas yaitu persepsi tentang profesi sebagai pendidik (X),variabel terikat yaitu motivasi kerja (Y1) dan kinerja guru (Y2). Sampel penelitian berjumlah 109 orang guru yang ditetapkan menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan dengan teknik angket tertutup. Dilaksanakan dengan uji reliabilitas untuk mengetahui konsistensi item-item dalam indikator. Dilanjutkan dengan proses validasi dengan menggunakan teknik Exploratory Factor Analysis (EFA) dan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Penggunaan SPSS for windows versi 22.0 untuk Amoss dan SPSS for windows versi 16.0 dalam penyelesaian penelitian ini. Penggunaan SPSS for windows versi 16.0 untuk menyelesaikan validasi item, reliabilitas dan data deskriptif sedangkan SPSS for windows 22.0 untuk EFA dan CFA.

 

Hasil persepsi tentang profesi pendidik, motivasi kerja dan kinerja guru  termasuk dalam kualifikasi sedang. Terdapat pengaruh signifikan persepsi guru sebagai pendidik terhadap motivasi kerja guru, terdapat pengaruh signifikan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru serta terdapat pengaruh persepsi guru sebagai pendidik terhadap kinerja guru dimediasi oleh tingkat motivasi kerja guru, namun tidak terdapat pengaruh signifikan persepsi guru sebagai pendidik terhadap kinerja guru. Saran yang dapat diberikan oeh peneliti adalah (1)  Universitas Negeri Malang untuk selalu memberi fasilitas kepada para civitas akademik dan mahasiswa agar mampu mengembangkan ilmu serta penelitian terdahulu; (2) Jurusan Administrasi Pendidikan mendukung dan memberi fasilitas yang sesuai sehingga mampu memperbaharui dan meningkatkan ilmu para civitas akademik dan mahasiswa sehingga mampu meningkatkan ilmu serta pengetahuan yang dimiliki; (3) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan penghargaan terhadap tugas dan prestasi yang lebih tinggi sehingga para guru mampu menciptakan suasana pendidikan sesuai dengan kewajibannya; (4) Kepala Sekolah memberikan pelatihan agar para guru lebih berdaya dan mampu memberikan ilmu yang lebih baik lagi; (5) Pengawas Pendidikan selalu memberi wawasan, dan inspirasi dalam meningkatkan motivasi kerja dan kinerja guru dalam berbagai persepsi yang dimiliki oleh para guru; (6) Guru mampu meningkatkan keinginan untuk berprestasi dari dalam diri serta motivasi kerja dari luar diri seperti stastus kerja guru perlu ditingkatkan, selain itu perlunya peningkatan kinerja guru dari segi  pelaksanaan pembelajaran; (7) Peneliti lain yaitu dapat dijadikan salah satu acuan jika ingin mengembangkan dan memperluas baik variabel, maupun populasinya.