SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Manajemen Program Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) Guna Mewujudkan Sekolah Adiwiyata (Studi Kasus di SMA Negeri 5 Kota Kediri)

Riza Fatkhurrossidin

Abstrak


ABSTRAK

 

Fatkhurrossidin, Riza, 2017. Manajemen Program Pendidikan Kependudukan dan   Lingkungan Hidup (PKLH) Guna Mewujudkan Sekolah Adiwiyata (Studi Kasus di SMA Negeri 5 Kota Kediri). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (I) Teguh Triwiyanto, S.Pd, M.Pd, (II) Wildan Zulkarnain, S.Pd., M.Pd.

 

Kata Kunci: Manajemen, PKLH, Sekolah Adiwiyata

Adiwiyata adalah wadah yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita‐cita pembangunan berkelanjutan. Adiwiyata merupakan program dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindari dampak lingkungan yang negatif. Sekolah adiwiyata adalah sekolah yang berhasil menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat serta berwawasan lingkungan. Salah satu sekolah yang berhasil melaksanakan program Adiwiyata adalah SMAN 5 Kediri dengan menerapkan program Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) di sekolah untuk membentuk kepribadian peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen program PKLH di SMAN 5 Kediri, antara lain: (1) Latar belakang diadakan Program PKLH di SMAN 5 Kediri, (2) Perencanaan Program PKLH di SMAN 5, (3) Pelaksanaan Program PKLH di SMAN 5, (4) Evaluasi pelaksanaan sekolah dalam pengelolaan lingkungan Program PKLH di SMAN 5, (5) Faktor pendukung dan pemberdayaan sekolah manajemen Program PKLH di SMAN 5, dan (6) Faktor penghambat dan solusi manajemen Program PKLH guna mewujudkan sekolah adiwiyata di SMAN 5 Kediri.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif (studi kasus). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMAN 5 Kediri dengan objek penelitian adalah manajemen program PKLH guna mewujudkan sekolah adiwiyata.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh lima hasil temuan penelitian sebagai berikut: Pertama, program PKLH di SMAN 5 Kediri ini diadakan untuk membentuk kepribadian peserta didik agar memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar baik di sekolah maupun luar sekolah. Kedua, perencanaan program PKLH di SMAN 5 Kediri dilakukan dengan membentuk koordinator program Adiwiyata yang bertugas untuk membina peserta didik dan warga sekolah lainnya dalam penerapan program PKLH. Ketiga, pelaksanaan program PKLH di SMAN 5 Kediri telah berjalan dengan baik. Hasil pelaksanaan program PKLH dapat dilihat dari prestasi yang telah diraih setelah menerapkan program Adiwiyata. Kegiatan yang dilakukan pada saat pelaksanaan program PKLH di SMAN 5 Kediri meliputi: implementasi kebijakan sekolah berwawasan lingkungan, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan kegiatan yang berbasis lingkungan dan partisipatif, pengelolaan sarana dan prasarana oleh warga sekolah dan pengelolaan sarana pendukung yang ramah lingkungan. Keempat, evaluasi terhadap pelaksanaan program PKLH di SMAN 5 Kediri dilakukan secara langsung, tidak langsung dan evaluasi tingkat lanjutan (follow-up) yang nantinya diharapkan dapat dijadikan tolak ukur bagi kepala sekolah dan guru-guru dalam meningkatkan pengelolaan program tersebut. Kelima, kegiatan pelaksanaan dan pengelolaan program PKLH sangat dipengaruhi oleh dukungan partisipasi seluruh warga sekolah, tanpa dukungan mereka maka program PKLH tidak dapat berjalan dengan baik dan maksimal. Selain faktor pendukung juga terdapat faktor penghambat yaitu ada peserta didik yang malas berpartisipasi dalam pelaksanaan program PKLH.

 

Dari penelitian ini, saran-saran yang diajukan yaitu bagi: (1) Kepala SMAN 5 Kediri, untuk menambah jam pada mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) PKLH dan lebih sering mengadakan kegiatan berbasis lingkungan, (2) Tim Koordinator Adiwiyata, untuk selalu mengevaluasi segala kegiatan yang dilaksanakan dan selalu mengembangkan kegitan berbasis lingkungan, pada saat ada penelitian lagi lebih memberi kebebasan dalam mengambil atau meminta dokumentasi mengenai Adiwiyata, (3) Guru Muatan Lokal SMAN 5 Kediri, seharusnya pada saat pembelajaran dikelas tidak selalu menerangkan tetapi juga memberikan kuis agar kelas tidak hampa dan sepi, (4) Tenaga Kependidikan SMAN 5 Kediri, untuk lebih meningkatkan perannya agar mampu meningkatkan partisipasinya di sekolah untuk mencapai mutu pendidikan, (5) Peserta Didik SMAN 5 Kediri, untuk lebih aktif dalam mengikuti kegiatan berbasis lingkungan yang diadakan sekolah dan tidak bermalas-malasan pada saat pelaksanaan program/kegiatan yang sedang dilakukan sekolah, dan (6) Peneliti Lain, untuk dapat melanjutkan penelitian yang sejenis yang berhubungan dengan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) serta Adiwiyata, sehingga dapat dijadikan informasi tambahan dan bermanfaat untuk diteliti.