SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KERJASAMA GURU DAN ORANG TUA DALAM PENINGKATAN BUDI PEKERTI PESERTA DIDIK DI SDI PLUS AL MINHAAJ WATES KEDIRI

Andhika Gilang Prayoga

Abstrak


ABSTRAK

 

Prayoga, Andhika Gilang. 2017. Kerjasama Guru dan Orang Tua dalam Peningkatan Budi Pekerti Peserta Didik di SDI Plus Al Minhaaj Wates Kediri. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (I) Dra. Djum Djum Noor Benty, M.Pd., (II) Desi Eri Kusumaningrum, S.Pd., M.Pd.

 

Kata kunci: peningkatan, budi pekeri, orang tua, guru

 Pendidikan yang berhasil mengembangkan peserta didik agar menjadi manusia yang pandai, beriman, berilmu, dan berakhlak mulia belum sepenuhnya terwujud. Kejadian yang terjadi seperti tawuran pelajar, narkoba, pelecehan sara, kekerasan, kriminalitas, kecurangan ujian membuat indikator penurunan budi pekerti anak bangsa menjadi meningkat. Ditambah dengan perkembangan zaman yang semakin cepat didukung kemajuan teknologi yang semakin pesat membuat pendidikan harus mampu menyiapkan generasi bangsa yang dapat mengikuti perkembangan masa. Di era globalisasi ini, hampir disetiap lini kehidupan berhubungan dengan internet, tidak luput pula dunia pendidikan yang mendapat pengaruh dari internet. Internet mempunyai banyak konten yang membantu dalam melaksanakan berbagai kegiatan tetapi tidak sedikit pula konten-konten negatif yang ada dalam internet seperti konten pornografi, kekerasan, hoax, sara, yang memiliki dampak pada anak, khususnya dalam berperilaku. Tanggung jawab pendidikan yang dipegang oleh orang tua atau masyarakat, guru, dan pemerintah tampaknya hanya sebuah ungkapan, karena pada praktiknya belum semua pihak tersebut ikut bertanggungjawab terhadap pendidikan. Membentuk generasi bangsa yang berbudi mulia, berkarakter, lebih penting dari sekedar membentuk manusia yang pintar dalam pemikirannya. Banyak orang yang pandai namun tidak banyak yang “beneh”.

Latar penelitian ini berada di SDI Plus Al Minhaaj Wates Kediri. Adapun fokus penelitian adalah: (1) nilai-nilai budi pekerti yang berkembang (2) bentuk kerjasama guru dan orang tua dalam peningkatan budi pekerti peserta didik, (3) faktor penghambat guru dan orang tua, (4) strategi guru dan orang tua, dan (5) cara guru dan orang tua mengatasi kendala dalam peningkatan budi pekerti peserta didik.

Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, guna mendeskripsikan fenomena dan kejadian mengenai peningkatan budi pekerti peserta didik di SDI Plus Al Minhaaj. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.

Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) nilai-nilai budi pekerti yang berkembang di SDI Plus Al Minhaaj Wates Kediri adalah nilai religius, disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, tanggung jawab, dan nilai peduli lingkungan, (2) bentuk kerjasama guru dan orang tua dalam peningkatan budi pekerti, meliputi, (a) bentuk kerjasama guru dalam peningkatan budi pekerti peserta didik yaitu pemberian contoh atau teacher as model, melakukan bimbingan, pengawasan, tindak langsung, motivasi dan nasihat, (b) bentuk kerjasama orang tua yaitu memberikan contoh/role model, mengingatkan, dan memberi perintah. (3) Faktor penghambat dari guru dan orang tua dalam peningkatan budi pekerti yaitu, (a) faktor penghambat guru yaitu pengawalan atau pengawasan, kerjasama orang tua, komunikasi, lingkungan di luar sekolah, kejenuhan, dan yang terakhir adalah teknologi informasi dan komunikasi atau gadget, (b) faktor penghambat dari orang tua yaitu sikap malas, waktu, lingkungan, gadget atau IT. (4) Strategi yang digunakan guru dan orang tua dalam peningkatan budi pekerti peserta didik yaitu, (a) strategi yang diterapkan oleh guru dalam peningkatan budi pekerti peserta didik adalah mengetahui dan mempelajari latar belakang peserta didik, mengingatkan, menumbuhkan kesadaran, disiplin, dan langsung melalui praktik, (b) strategi orang tua melakukan pembiasaan, tidak menjanjikan sesuatu pada anak, memberikan pelajaran hidup melalui video reality show, dan dapat melalui dongeng tentang kisah-kisah teladan. (5) Cara guru dan orang tua dalam mengatasi kendala peningkatan budi pekerti peserta didik yaitu, (a) cara yang digunakan guru dalam mengatasi kendala kendala peningkatan budi pekerti peserta didik yaitu memberikan variasi kegiatan, menangani secara pribadi jika ada masalah, kemudian melakukan musyawarah dalam menentukan keputusan yang akan diberikan kepada peserta didik, memberikan kepada petugas disiplin sekolah, yang sebelum akhirnya memanggil orang tua peserta didik, (b) cara orang tua adalah mengingatkan anak akan perilaku yang baik atau buruk, merayu dengan tidak menjanjikan sesuatu kepada anak karena akan menjadi kebiasaan anak, memberikan waktu kepada anak untuk beristirahat ketika kondisi anak dalam keadaan lelah karena di Al Minhaaj menerapkan full day school.

 

Berdasarkan kesimpulan penelitian tersebut peneliti memberikan saran kepada: (1) Kepala SDI Plus Al Minhaaj untuk menggiatkan komite sekolah serta melengkapi sarana dan prasarana penunjang pembelajaran. (2) Guru yaitu membangun komunikasi dengan orang tua yang kurang aktif, selalu mengingatkan untuk mengisi buku penghubung peserta didik. (3) Orang tua/wali murid harus lebih aktif dalam memantau perkembangan anak di sekolah tidak menunggu guru yang mengingatkan. (4) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan untuk memberi perhatian topik budi pekerti yang dikembangkan dalam program kreativitas mahasiswa. (5) Peneliti lain dapat mengambil tema budi pekerti dengan sudut pandang yang berbeda seperti dari sudut pandang budaya sekolah, kurikulum pembelajaran, dan ekstrakurikuler.