SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Faktor-Faktor yang Menjadi Pertimbangan Mahasiswa dalam Memilih Tempat Kos di Kelurahan Sumbersari Kota Malang.

Aprilia Anggra Dana

Abstrak


ABSTRAK

 

Dana, Aprilia Anggra. 2017. Analisis Faktor-Faktor yang Menjadi Pertimbangan Mahasiswa dalam Memilih Tempat Kos di Kelurahan Sumbersari Kota Malang. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Bambang Setyadin, M.Pd, (II) Dr. Asep Sunandar, S.Pd, M.AP.

 

Kata Kunci: Analisis Faktor, Pertimbangan Pemilihan Mahasiswa, Tempat kos

Malang merupakan salah satu kota tujuan bagi kebanyakan mahasiswa dari berbagai daerah untuk menempuh pendidikan. Kehadiran mereka berimplikasi pada meningkatnya berbagai kebutuhan hidup, salah satunya adalah tempat tinggal. Menurut data Kelurahan Sumbersari menjadi daerah yang padat dengan tempat kos yang dipenuhi oleh mahasiswa karena kawasan Kelurahan Sumbersari dekat dengan beberapa kampus perguruan tinggi di kota ini. Tempat kos menjadi salah satu tempat tinggal yang cukup menarik minat mahasiswa. Meskipun ada beberapa alternatif lainnya, seperti pondok pesantren, asrama mahasiswa atau rumah kontrakan.

Masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) Faktor-faktor apa saja yang mendorong mahasiswa memilih rumah kos di Kelurahan Sumbersari Kota Malang, (2) Berapa besar kontribusi  masing-masing faktor yang menyebabkan mahasiswa memilih rumah kos di Kelurahan Sumbersari Kota Malang, (3) Faktor apa yang paling dominan pada mahasiswa untuk memilih tempat kos di Kelurahan Sumbersari Kota Malang.

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan mahasiswa memilih tempat kos di kelurahan Sumbersari Kota Malang, mendeskripsikan kontribusi masing-masing faktor penyebab mahasiswa memillih tempat kos di kelurahan Sumbersari Kota Malang, mendeskripsikan faktor yang paling dominan yang menjadikan mahasiswa memilih tempat kos di kelurahan Sumbersari Kota Malang.

Penelitian ini menggunakan metode analisis faktor. Metode ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor baru berdasarkan hasil rotasi faktor-faktor yang telah diidentifikasi. Populasi dalam penelitian ini, yaitu seluruh mahasiswa pengguna jasa tempat kos di Kelurahan Sumbersari. Jumlah populasi diambil dengan teori asumsi bahwa 20% dari jumlah kepala keluarga merupakan pengusaha tempat kos dan satu tempat kos ditempati oleh kurang lebih 12 orang, sehingga diperoleh jumlah pengguna jasa tempat kos 7476 orang. Sampel dari penelitian 380 orang yang ditetapkan dengan proportional random sampling dan area sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket yang terdiri dari butir-butir pernyataan berjumlah 85 butir. Teknik analisis data yang digunakan analisis faktor menggunakan program komputer SPSS (Statistical Package for The Social Seciences) For Windows Version 16.00.

Hasil penelitian ini menyimpulkan, bahwa faktor-faktor yang menjadi pertimbangan mahasiswa dalam memilih tempat kos di Kelurahan Sumbersari Kota Malang, yaitu: (1) Faktor Kebersahaan, (2) Faktor Kenyamanan, (3) Faktor Keunggulan Lokasi, (4) Faktor Kelengkapan Fasilitas, (5) Faktor Referensi, (6) Faktor Nuansa Tradisional. Kontribusi dari masing-masing faktor faktor, yaitu: Faktor Kebersahajaan 9,48%, Faktor Kenyamanan 7,91%, Faktor Keunggulan Lokasi 7,26%, Faktor Kelengkapan Fasilitas 5,70%, Faktor Referensi 4,38%, Faktor Nuansa Tradisional 4,02%, sehingga secara keseluruhan kontribusinya sebesar 38,75%. Faktor paling dominan yang menjadi  pertimbangan mahasiswa memilih tempat kos di Kelurahan Sumbersari adalah Faktor Kebersahajaan, yaitu sebesar 9,48%.

Penelitian ini memiliki implikasi sebagai berikut: (1) Perlu menjaga citra tempat kos yang bersahaja di kawasan Kelurahan Sumbersari untuk membantu mahasiswa kalangan menengah ke bawah, (2) Perlu mempertahankan kondisi lingkungan yang nyaman dengan memberikan perhatian sehingga terjalin hubungan kekeluargaan, (3) Perlu membuka beberapa layanan umum untuk mahasiswa, (4) Perlu meningkatkan tampilan fisik dan kelengkapan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa pada kalangan menengah ke atas, (5) Perlu meningkatkan upaya periklanan tempat kos dan meningkatkan pelayanan kepada penghuni kos lama untuk membangun citra baik bagi tempat kos, (6) Perlu mempertahankan nuansa keakraban yang biasa ada di daerah pedesaan dari pemilik tempat kos, para penghuni kos dan dari lingkungan sekitar tempat kos serta mempertahankan kesan tradisional pada tempat kos.

 

Berkaitan dengan temuan penelitian dan implikasinya tersebut, peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut: 1) Bagi Kepala Pemerintah Daerah Kota Malang, hendaknya untuk membentuk atau memberlakukan regulasi tentang jenis fasilitas tempat kos yang berpengaruh terhadap harga sewa tempat kos dan besar pajak, kejelasan hak dan kewajiban baik untuk mahasiswa sebagai pengguna jasa tempat kos, maupun untuk pemilik dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengguna jasa tempat kos dan hendaknya mengelola kawasan tempat kos dengan menjaga kerukunan dan kebersamaan, (2) Bagi Orangtua Mahasiswa, seyogyanya untuk lebih mempertimbangkan fasilitas tempat kos yang dibutuhkan mahasiswa, sehingga orangtua akan lebih bijaksana dalam memberikan biaya konsumsi, hendaknya untuk mendampingi mahasiswa dalam memilih atau melihat kondisi tempat kos dan bertemu langsung dengan pemilik, (3) Bagi Pengusaha Tempat Kos, hendaknya lebih menyesuaikan harga yang dibebankan kepada mahasiswa calon penghuni tempat kos, meningkatkan pelayanan yang diberikan, meningkatkan kerjasama dengan warga sekitar tempat kos untuk membuka usaha tempat layanan umum guna memudahkan akses mahasiswa, lebih bersikap ramah terhadap penghuni kos terdahulu, sehingga penghuni kos tersebut akan menceritakan kesan yang baik dan bekerja sama dengan warga di lingkungan sekitar  tempat kos untuk menumbuhkan kesan tradisional, (4) Bagi Mahasiswa Pengguna Jasa Tempat Kos, seharusnya lebih bijaksana dalam membelanjakan uang termasuk juga biaya sewa tempat kos dan lebih sering mengikuti kegiatan kampung, sehingga lebih mengenal tetangga, (5) Bagi Para Akademisi Administrasi Pendidikan, seyogyanya dapat melaksanakan penelitian yang akan datang seperti pengembangan kampung pelajar dengan menggunakan kawasan tempat kos sebagai bahan penelitian, (6) Bagi Peneliti lain, seyogyanya  melaksanakan penelitian tentang lokasi tempat kos seperti pemetaan kawasan tempat kos di Kelurahan Sumbersari dan menganalisis daerah yang rawan terjadi kejahatan sehingga dapat dihindari dan sebagainya.