SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kepemimpinan Berbasis Budaya Religius Untuk Peningkatan Mutu di MI Al-Fattah Kota Malang

lailin . azizah

Abstrak


ABSTRAK

 

Azizah, Lailin. 2017. Kepemimpinan Berbasis Budaya Religius Untuk Peningkatan Mutu di MI Al-Fattah Kota Malang. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Bambang Budi Wiyono, M.Pd, (II) Desi Eri Kusumaningrum, S.Pd, M.Pd.

 

Kata Kunci: kepemimpinan, budaya religi, peningkatan mutu

Lembaga pendidikan yang efektif mempunyai beberapa karakteristik salah satunya adalah kepemimpinan yang kuat yang memiliki jati diri atau cirikhas yang berbeda dengan lembaga lain. Kepala sekolah merupakan kunci dari segala bentuk kegiatan yang ada disekolah. Kepala sekolah membentuk budaya sekolah positif yang dapat membawa sekolah kearah yang lebih maju, implementasi budaya religius merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah MI Al-Fattah dalam mencapai visi, misi dan tujuan sekolah.

MI Al-Fattah merupakan sekolah yang dipimpin oleh kepala madrasah yang berlandaskan budaya religius, dalam setiap kegiatan kepala madrasah selalu menyelipkan nilai keagamaan karena sekolah ini memang memiliki latar belakang Islam, banyak sekolah MI lain yang lebih maju dan memiliki budaya-budaya atau kebiasaan yang beragam namun untuk MI Al-Fattah merupakan sekolah yang masih memiliki lingkup kecil yang memiliki budaya dan kebiasaan yang tidak kalah dengan madrasah lain yang sudah besar dan maju.

Tujuan Penelitian ini ialah mendeskripsikan: 1) tipe kepemimpinan kepala MI Al-Fattah, 2) karakteristik kepemimpinan kepala MI Al-Fattah, 3) pelaksanaan budaya religius di MI Al-Fattah, 4) upaya kepala MI Al-Fattah mengelola stakeholder dalam peningkatan budaya religius, 5) faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan budaya religius di lembaga pendidikan MI Al-Fattah,

6) upaya kepala madrasah dalam meningkatkan mutu melalui budaya religius di lembaga pendidikan MI Al-Fattah.

Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, teknik pengambilan sampel informan yaitu menggunakan purposive sampling. Untuk mengumpulkan data yang relevan guna menjawab fokus penelitian, peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi dan analisis dokumen. Teknik analisis data yang digunakan peneliti yaitu menggunakan Miles Huberman, sedangkan untuk pengecekan keabsahan data peneliti menggunakan 4 teknik yaitu: 1) kepercayaan (triangulasi, pengecekan anggota, pemeriksaan atau diskusi teman sejawat dan referensi), 2) keteralihan, 3) ketergantungan, dan

4) konfirmabilitas.

Kesimpulan penelitian ini yaitu: 1) tipe kepemimpinan yang dimiliki oleh kepala madrasah Ibu Anik Hamidah S. Ag yaitu tipe demokratis berupa memberikan kesempatan bawahan untuk berpendapat, korektif, mendorong bawahan untuk berinovasi, dan mementingkan kepentingan bersama; 2) karakteristik kepemimpinan kepala MI Al-Fattah,yaitu memiliki beberapa karakteristik diantaranya mengayomi, profesional, tegas, disiplin, religius dan humanis; 3) pelaksanaan budaya religius di MI Al-Fattah terbagi menjadi dua yaitu kebiasaan rutin dan kebiasaan yang dilakukan setiap tahun sekali untuk kebiasaan rutin setiap hari yaituberdoa bersama, mengaji dengan metode tilawati, amalan sunnah & solat dhuha, solat dzuhur, sedangkan kebiasan yang dilakukan setiap tahunnya adalah sebagai berikut: istighosah  bersama orangtua dilaksanakan pada hari Sabtu menjelang ujian nasional, PDF (Pemusatan Dzikir dan Fikir) dilakukan oleh peserta didik kelas enam di pondok pesantren, LMT (learning motivation) kegiatan pelajaran dikemas seperti Outbound di alam terbuka, kegiatan PHBI (Khotmil Quran, Nuzulul Quran, Peringatan Bulan Ramadhan, Muharram, Dzulhijah, Isro’Mi’roj & Maulid Nabi) dan Hafalan Juz Amma atau juz 30; 4) upaya kepala Mi Al-Fattah mengelola stakeholder dalam peningkatan budaya religius yaitu melibatkan walimurid dalam setiap kegiatan program sekolah, rapat rutin, pemberian reward atau penghargaan kepada guru, pemberian sanksi; 5) faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan budaya religius di MI Al-Fattah antara lain faktor penghambat meliputi kedisiplinan peserta didik yang kurang, orangtua yang kurang paham akan kegiatan program sekolah, dana yang kurang, kurangnya waktu untuk rapat; Sedangkan faktor pendukung kegiatan budaya religius yaitu orangtua yang paham dengan program sekolah, kekompakan dan komitmen guru yang tinggi, peserta didik yang cekatan dan respon, masyarakat yang antusias dalam mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh sekolah; 6) upaya kepala sekolah dalam meningkatkan mutu melalui budaya religius di MI Al-Fattah yaitu mengikutkan peserta didik dalam perlombaan, menyelipkan keagamaan dalam setiap kegiatan dan tetap membudayakan budaya religius, pelatihan pendidik dan tenaga pendidikan, serta pemberian penghargaan. Kegiatan keagamaan yang dijadikan kebiasaan setiap harinya membuat rasa religius peserta didik dan guru meningkat sehingga mempengaruhi mutu sekolah.

 

Saran diberikan kepada Kepala Bidang Bagian Pendidikan Kementerian Agama Kota Malang khususnya untuk lebih mengkaji serta mensosialisasikan pembiasaan budaya religius tidak hanya di MI saja namun juga di sekolah umum. Pengurus YPPI Al-Fattah Kota Malang untuk dapat menerapkan model kepemimpinan berbasis budaya religius kepada kepala sekolah lain yang masih dalam satu naungan yayasan. Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan lebih mengoperasionalkan tentang budaya religius di jurusan administrasi pendidikan. Selain itu, menambah kajian tentang kepemimpinan dalam pembentukkan budaya keagamaan untuk peningkatan mutu pendidikan. Kepala MI Al-Fattah, diharapkan lebih meningkatkan peran masyarakat terutama wali murid dalam setiap kegiatan budaya religius agar terjalin kerjasama yang baik dalam membudayakan budaya religius baik di rumah maupun di sekolah untuk tujuan peningkatan mutu sekolah dan kemajuan sekolah. Kepala MI lain, diharapkan dapat mengadopsi budaya religius yang ada di MI Al-Fattah untuk diterapkan kepada sekolahnya untuk peningkatkan mutu sekolah. Peneliti lain, diharapkan dapat melanjutkan tentang penelitian kepemimpinan atau budaya religius dengan bidang lainnya yang lebih relevan dengan jurusan administrasi pendidikan.