SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Proyeksi Kebutuhan Ruang Kelas Sekolah Dasar di Kabupaten Tulungagung Tahun 2017 sampai dengan 2022

Aryska Retno Wulandari

Abstrak


ABSTRAK

 

Wulandari, A. R. 2016. Analisis Proyeksi Kebutuhan Ruang Kelas Sekolah Dasar di Kabupaten Tulungagung Tahun 2017 sampai dengan 2022. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Djum Djum Noor Benty, M.Pd, (II) Dr. Juharyanto, M.Pd.

 

Kata kunci: proyeksi siswa, kebutuhan ruang kelas

Pendidikan mempunyai peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, upaya mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dalam kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan dasar yang diperoleh peserta didik sangat mempengaruhi bagaimana peserta didik itu akan melanjutkan pendidikannya. Dalam penyelenggaraan pendidikan dasar, sarana dan prasarana sekolah yang mendukung pembelajaran sangat diperlukan. Tetapi, jumlah ruang kelas yang dibutuhkan dengan jumlah rombongan belajar tidak seimbang. Seberapa besar kebutuhan sarana ruang kelas untuk mendukung pembelajaran di SD tersebut, perlu diproyeksi sedemikian rupa. Untuk itu, peneliti bermaksud meneliti jumlah ruang kelas yang akan dibutuhkan pada enam tahun yang akan datang.

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi karakteristik siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Tulungagung ditinjau dari segi agama; (2) menghitung jumlah siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Tulungagung Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2022; (3) menghitung jumlah rombongan belajar Sekolah Dasar di Kabupaten Tulungagung Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2022;        (4) menghitung jumlah kebutuhan ruang kelas Sekolah Dasar di Kabupaten Tulungagung Tahun 2017 sampai dengan 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu deskriptif proyektif. Teknik analisis data menggunakan metode kecenderungan (trend method) yaitu menggunakan rumus trend parabola. Pengolahan data menggunakan Microsoft Office Excel 2007.

Berdasarkan hasil penelitian proyeksi kebutuhan ruang kelas SD Negeri Tahun 2017 diproyeksikan menjadi 3.904 buah ruang. Tahun 2018 diproyeksikan menjadi 3.754 buah ruang. Tahun 2019 diproyeksikan menjadi 3.563 rombel. Tahun 2020 diproyeksikan menjadi 3.332 rombel. Tahun 2021 diproyeksikan menjadi 3.059 buah ruang. Tahun 2022 diproyeksikan menjadi 2.746 buah ruang. Proyeksi kebutuhan ruang kelas SD Swasta Tahun 2017 diproyeksikan menjadi 357 buah ruang. Tahun 2018 diproyeksikan menjadi 362 buah ruang. Tahun 2019 diproyeksikan menjadi 368 buah ruang. Tahun 2020 diproyeksikan menjadi 377 buah ruang. Tahun 2021 diproyeksikan menjadi 387 buah ruang. Tahun 2022 diproyeksikan menjadi 399 buah ruang. Proyeksi kebutuhan ruang kelas MI Negeri Tahun 2017 diproyeksikan menjadi 78 buah ruang. Tahun 2018 diproyeksikan menjadi 81 buah ruang. Tahun 2019 diproyeksikan menjadi 84 buah ruang. Tahun 2020 diproyeksikan menjadi 88 buah ruang. Tahun 2021 diproyeksikan menjadi 92 buah rombel. Tahun 2022 diproyeksikan menjadi 97 buah ruang. Proyeksi kebutuhan ruang kelas MI swasta Tahun 2017 diproyeksikan menjadi 687 buah ruang. Tahun 2018 diproyeksikan menjadi 742

buah ruang. Tahun 2019 diproyeksikan menjadi 811 buah ruang. Tahun 2020 diproyeksikan menjadi 892 buah ruang. Tahun 2021 diproyeksikan menjadi 987 buah ruang. Tahun 2022 diproyeksikan menjadi 1.094 buah ruang.

Kesimpulan penelitian yang dapat diperoleh: (1) karakteristik siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Tulungagung ditinjau dari segi agama, pada dasarnya merupakan karakteristik penduduk di Kabupaten Tulungagung. Karena anak sekolah dasar cenderung mengikuti kehendak orang tuanya. Karakteristik penduduk Tulungagung saat ini cenderung lebih religius; (2) jumlah proyeksi siswa sekolah dasar Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2022, siswa SD Negeri mengalami penurunan. Sedangkan siswa SD Swasta, MI Negeri, dan MI Swasta mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan karena kebijakan Pemerintah yang menekan jumlah penduduk usia produktif,  karakteristik penduduk di Kabupaten Tulungagung yang cenderung agamis, dan kebijakan Pemerintah memberikan bantuan operasional sekolah (BOS) kepada seluruh lembaga pendidikan baik negeri atau swasta, merangsang pihak swasta mendirikan sekolah baru; (3) jumlah proyeksi rombongan belajar Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2022 jumlah proyeksi rombel SD Negeri mengalami penurunan karena jumlah proyeksi siswa setiap tahunnya juga menurun. Sedangkan jumlah proyeksi rombel SD Swasta, MI Negeri, dan MI Swasta mengelami kenaikan karena jumlah proyeksi siswa juga naik. Sehingga berdampak pada jumlah kebutuhan ruang kelas; (4) jumlah proyeksi kebutuhan ruang kelas di Kabupaten Tulungagung, pada Tahun 2021 dan Tahun 2022 SD Negeri memiliki jumlah ruang kelas lebih banyak daripada jumlah rombel. Pada Tahun 2022 SD Swasta kekurangan ruang kelas sejumlah 9 buah ruang. Pada Tahun 2017 sampai dengan 2022 MI Negeri kekurangan ruang kelas. Pada Tahun 2017 dan 2018 jumlah ruang kelas MI Swasta lebih banyak daripada jumlah rombel.

 

Saran dalam penelitian ini ditujukan bagi (1) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk merencanakan penganggaran yang dibutuhkan dalam rangka pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) atau Ruang Kelas Baru (RKB). Selain itu, Pemerintah dapat lebih memperhatikan keadaan SD Negeri, agar siswa dan rombongan belajar SD Negeri tidak terus menurun setiap tahunnya; (2) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, penelitian ini dapat digunakan dalam menambah referensi bidang perencanaan pendidikan di Jurusan Administrasi Pendidikan; (3) Peneliti lain, penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dan dikembangkan untuk penelitian yang relevan.