SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Manajemen Pembelajaran Muatan Lokal Agroganik untuk Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Peserta Didik di SMP Islam Agroganik Kabupaten Blitar

Isna Choirina

Abstrak


ABSTRAK

 

Choirina, Isna. 2017. Manajemen Pembelajaran Muatan Lokal Agroganik untuk Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Peserta Didik di SMP Islam Agroganik Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Achmad Supriyanto, M.Pd, M.Si; (II) Ahmad Nurabadi, S.Pd, M.Pd.

 

Kata kunci: manajemen pembelajaran, muatan lokal agroganik

Muatan lokal adalah mata pelajaran pada satuan pendidikan yang berisi muatan atau proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal sesuai dengan daerah masing-masing. Setiap satuan pendidikan menyelenggarakan muatan lokal, dengan harapan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik sesuai dengan keadaan dan kebutuhan daerah. Kebutuhan daerah tersebut misalnya adalah kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan berwirausaha. Pendidikan kewirausahaan tersebut dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum, salah satunya yaitu ke dalam muatan lokal. Sejalan dengan hal tersebut SMP Islam Agroganik Blitar merupakan salah satu sekolah yang menerapkan muatan lokal yang dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik. SMP Islam Agroganik menerapkan muatan lokal agroganik yang mempelajari cara budidaya pertanian secara organik. Selain memberikan bekal keterampilan bertani kepada peserta didik, melalui muatan lokal agroganik diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik.

Fokus penelitian ini antara lain: (1) profil pembelajaran muatan lokal agroganik; (2) perencanaan pembelajaran muatan lokal agroganik; (3) pengorganisasian pembelajaran muatan lokal agroganik; (4) pelaksanaan pembelajaran muatan lokal agroganik; (5) evaluasi pembelajaran muatan lokal agroganik; dan (6) faktor pendukung dan penghambat muatan lokal agroganik serta solusi untuk faktor penghambat muatan lokal agroganik di SMP Islam Agroganik.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian ini di SMP Islam Agroganik yang beralamatkan di Jalan Raya Bence, Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini adalah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi, kecukupan referensial, dan pengecekan anggota.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kegiatan pembelajaran muatan lokal agroganik terdiri dari 30% teori dan 70%  praktik. Materi yang diberikan antara lain, pertanian kimia, organik, dan semi organik, hidroponik, pembuatan pupuk dan pestisida, bertani, mulai pembenihan sampai masa panen; (2) perencanaan pembelajaran muatan lokal agroganik, guru mempersiapkan perangkat pembelajaran, sementara untuk perencanaan kegiatan praktik guru dibantu oleh ketua yayasan untuk mempersiapkan tempat, peralatan, dan bahan untuk praktik; (3) pengorganisasian pembelajaran muatan lokal agroganik terdiri dari langkah-langkah dalam pembelajaran muatan lokal agroganik. Langkah-langkah pembelajaran teori adalah presensi, memberi stimulus, penyampaian materi, dan umpan balik. Langkah-langkah kegiatan praktik adalah sesuai dengan urutan bertani, mulai pembenihan sampai masa panen serta penjualan hasil panen; (4) pelaksanaan pembelajaran muatan lokal agroganik adalah teori di dalam kelas dan kegiatan praktik. Metode yang digunakan saat teori adalah dengan ceramah, diskusi, sharing, dan tanya jawab, sedangkan untuk kegiatan praktik dengan cara demonstrasi; (5) evaluasi pembelajaran muatan lokal agroganik yaitu ujian teori dan praktik. Selain untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik, melalui evaluasi juga untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran yang telah dilaksanakan, yang nantinya digunakan sebagai bahan perbaikan pembelajaran ke depannya; dan (6) faktor pendukung pembelajaran adalah tersedianya sarana dan prasarana, faktor penghambat pembelajaran adalah masalah pengairan, guru bidang studi yang sibuk, tanaman yang diinjak dan dicabut anak lain, pupuk yang tidak dimanfaatkan di LPKA, dan kondisi peserta didik di LPKA. Solusi untuk mengatasi faktor penghambat tersebut adalah pembuatan paranet di atas tanaman dan botol bekas untuk pengairan, melibatkan ketua yayasan untuk mendampingi praktik peserta didik, meminta bantuan keamanan pada petugas LPKA, menggunakan pupuk seadanya di LPKA, dan belajar menyesuaikan kondisi, menjual sayur organik ke petugas LPKA.

 

Berdasarkan temuan penelitian, disarankan bagi: (1) Ketua Yayasan Intan Purnama Abadi, agar meningkatkan monitoring pembelajaran muatan lokal agoganik baik yang di sekolah maupun di LPKA; (2) Kepala SMP Islam Agroganik, agar lebih meningkatkan kegiatan evaluasi pembelajaran muatan lokal agroganik untuk perbaikan pelaksanaan proses pembelajaran dengan melibatkan seluruh guru atau staf; (3) Wakil Kepala SMP Islam Agroganik, agar meningkatkan kegiatan evaluasi pembelajaran muatan lokal agroganik untuk mengetahui ketercapaian target kurikulum; (4) guru muatan lokal agroganik, supaya dapat mengembangkan materi pembelajaran muatan lokal agroganik agar lebih kreatif dan inovatif serta lebih menggiatkan kegiatan praktik muatan lokal agroganik di LPKA; (5) peserta didik, agar mempertahankan dan meningkatkan semangatnya dalam mengikuti kegiatan pembelajaran muatan lokal agroganik dan bisa menyampaikan ide-ide kepada guru untuk mengembangkan pembelajaran muatan lokal agroganik; dan (6) peneliti lain, diharapkan penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi untuk penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran muatan lokal dengan jenjang pendidikan, lokasi dan permasalahan yang berbeda.