SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PEMETAAN STUDI LANJUT SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DAN MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) SE-KECAMATAN MUNJUNGAN KABUPATEN TRENGGALEK

Yunia Dwi Prapitasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Prapitasari, Yunia Dwi. 2017. Pemetaan Studi Lanjut Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Se-Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Mustiningsih, M.Pd, (II) Ahmad Nurabadi, M.Pd.

 

Kata Kunci: pemetaan, pemilihan studi lanjut, alasan siswa

Pendidikan menjadikan seseorang lebih baik, karena adanya tambahan pengetahuan, wawasan serta keterampilan dan luasnya cara berpikir. Maka dari itu, pendidikan merupakan salah satu upaya seseorang dalam mencapai kehidupan yang layak serta mencapai kesejahteraan hidup. Dalam bidang pendidikan, pemerintah membuat strategi agar pendidikan dapat diperoleh oleh seluruh masyarakat, sehingga pemerataan pendidikan yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Sebelumnya, Pemerintah telah mencanangkan Program Wajar 9 Tahun yang dilaksanakan mulai dari jenjang Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Pertama. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 Pasal I tentang wajib belajar. Pada Tahun 2012 Pemerintah telah mencanangkan program baru yaitu Program Wajib Belajar (Wajar) 12 Tahun mulai dari jenjang Pendidikan Dasar sampai dengan Pendidikan Menengah. Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu daerah yang telah melaksanakan program dari Pemerintah, yaitu Program Wajar 12 Tahun.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menggambarkan pemetaan (mapping) penyebaran minat studi lanjut pada siswa SMP dan MTs se-Kecamatan Munjungan dalam memilih studi lanjut, (2) Menemukan sekolah lanjutan tingkat atas di Kabupaten Trenggalek yang peminatnya paling banyak, (3) Mengetahui alasan dari siswa SMP dan MTs  dalam memilih studi lanjut.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, sedangkan analisis yang digunakan dalam skripsi ini adalah analisis deskriptif dan analisis geometris. Variabel dalam penelitian ini adalah pemetaan studi lanjut siswa SMP dan MTs. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 593 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional random sampling, sehingga sampel dari penelitian ini adalah 238 responden dengan sasaran siswa kelas 9. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket atau kuesioner. Jenis angket atau kuesiner yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket semi terbuka. Uji coba angket atau kuesionar tersebut dilakukan untuk mencari validitas instrumen dan reliabilitas instrumen. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari jawaban responden yang berasal dari pertanyaan dan pernyataan dalam angket atau kuesioner. Analisis data diolah dengan menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solution) 21.00 for Windows.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sebagai berikut: (1) Gambaran pemetaan (mapping) penyebaran siswa dan minat studi lanjut pada siswa yaitu penyebaran siswa SMP dan MTs dalam memilih studi lanjut tidak hanya mengacu pada lokasi sekolah yang dekat dengan tempat tinggal mereka. Siswa lebih memilih melanjutkan studi lanjut yang jauh dari tempat tinggal mereka dan bahkan beberapa siswa memilih melanjutkan studi lanjut di luar wilayah Kabupaten Trenggalek. Minat siswa SMP dan MTs se-Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek dari keseluruhan responden memilih untuk melanjutkan sekolah. Berdasarkan dari status sekolah, siswa SMP dan MTs lebih banyak memilih sekolah yang berstatus Negeri dan untuk pemilihan jenis sekolah siswa MTs lebih memilih untuk melanjutkan ke MA sedangkan siswa SMP lebih memilih untuk melanjutkan ke SMA. (2) Sekolah lanjutan tingkat atas di Kabupaten Trenggalek yang peminatnya paling banyak yaitu SMA Negeri 1 Munjungan dengan jumlah pemilih sebanyak 56  siswa, dan (3) Alasan siswa SMP dan MTs dalam memilih studi lanjut berdasarkan status sekolah yaitu, sebagian besar memilih sekolah berstatus Negeri sedangkan alasan pemilihan sekolah berdasarkan studi lanjut, siswa SMP dan MTs lebih dominan memilih alasan berdasarkan keinginan sendiri dalam pemilihan studi lanjut.

 

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, saran-saran yang dapat diberikan peneliti yaitu: (1) Kepala Dinas Pendidikan diharapkan dapat membantu Kepala Sekolah dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh sekolah, yaitu kurangnya peminat (siswa) dan memberikan pembinaan mengenai promosi sekolah serta usaha peningkatan kualitas dan fasilitas sekolah, (2) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan hendaknya penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi tentang mata kuliah perencanaan pendidikan yang meliputi school mapping, kualitas sekolah, fasilitas sekolah, dan prestasi sekolah yang dapat menarik siswa, (3) Guru SMP dan MTs dapat dijadikan sebagai referensi atau pertimbangan terhadap sekolah lanjutan atas, sehingga dapat membantu dan mengarahkan anak didiknya untuk memilih studi lanjut, (4) Orangtua siswa perlu memiliki pertimbangan dalam membantu dan mengarahkan putra-putrinya dalam menentukan studi lanjut, (5) Bagi peneliti lain atau peneliti selanjutnya yang berminat untuk melanjutkan penelitian ini, hendaknya menambah variabel tentang pemetaan studi lanjut agar dapat mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi siswa dalam memilih studi lanjut dan diharapkan melakukan penghitungan mengenai daya tampung sekolah.