SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perilaku Memalak Siswa SMA dan Manajemen Layanan Khusus Penanggulangannya (Studi Kasus di SMA Pratama Ken Arok)

Bagus Hadi Kurniawan

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurniawan, Bagus Hadi. 2017. Perilaku Memalak Siswa SMA dan Manajemen Layanan Khusus Penanggulangannya Studi Kasus di SMA Pratama Ken Arok. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing 1) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd, dan Pembimbing 2) Ahmad Nurabadi, S.Pd, M.Pd.

 

Kata kunci: perilaku, memalak, dan manajemen layanan khusus 

Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar. Perilaku kenakalan remaja ada banyak jenisnya salah satunya adalah memalak. Memalak merupakan tindakan menyakitkan dengan disengaja yang ditujukan pada orang atau orang-orang lain, yang dilakukan oleh satu atau lebih orang dan juga melibatkan saling pengaruh-mempengaruhi yang kompleks antara status sosial dan dominasi. Kenakalan remaja utamanya memalak atau pemalakan masih cukup sering terjadi di SMA Pratama Ken Arok. Untuk mengurangi dan memberantas permasalahan ini, sekolah menggunakan program manajemen layanan khusus. Layanan khusus atau pelayanan bantuan diselenggarakan di sekolah dengan maksud untuk memperlancar pelaksanaan pengajaran dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Di samping itu, sekolah juga perlu memberikan pelayanan keamanan kepada peserta didik dan para pegawai yang ada di sekolah agar mereka dapat belajar dan melaksanakan tugas dengan tenang dan nyaman.

Fokus penelitian tentang: 1) jenis-jenis perilaku memalak oleh siswa di SMA Pratama Ken Arok; 2) dorongan dan penyebab siswa SMA melakukan tindak pemalakan di SMA Pratama Ken Arok; 3) terbentuknya kelompok atau jaringan dari siswa SMA melakukan tindak pemalakan di SMA Pratama Ken Arok; 4) layanan khusus sekolah untuk mengatasi masalah memalak oleh siswa di SMA Pratama Ken Arok.

Penelitian tentang perilaku memalak siswa SMA dan manajemen layanan khusus penanggulangannya studi kasus di SMA Pratama Ken Arok ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMA Pratama Ken Arok Jalan Pahlawan Pendidikan Nomor 1 berada di sebuah kecamatan di Kabupaten Malang yang berbatasan dengan Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian kualitatif adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari ketiga teknik tersebut diorganisasikan, direduksi apabila tidak relevan dengan fokus penelitian, dianalisis guna menyusun dan mengabstaksikan, serta menyimpulkan temuan lapangan. Keabsahan data diuji dengan: 1) trianggulasi; 2) pengecekan anggota; dan 3) perpanjangan ketekunan.

Kesimpulan penelitian ini meliputi: 1) jenis-jenis perilaku memalak oleh siswa di sma pratama ken arok: a) pemalakan secara fisik; b) pemalakan secara verbal; c) pemalakan secara isyarat; d) pemalakan secara materi; 2) dorongan dan penyebab siswa sma melakukan tindak pemalakan; 3) terbentuknya kelompok atau jaringan dari siswa sma melakukan tindak pemalakan; 4) tindakan sekolah untuk mengatasi pemalakan: a) pemaksimalan layanan khusus berupa ekstra kurikuler di sekolah; b) penyuluhan rutin oleh guru bimbingan dan konseling; c) layanan homevisit; d) pembentukan layanan polisi siswa; e) beribadah dan ngaji wajib sebelum kbm di sekolah.

 

Berdasarkan kesimpulan penelitian dapat disarankan bagi: 1) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang diharapkan lebih menunjang dalam pembinaan layanan khusu yang ada di sekolah utamanya kegiatan yang bersifat untuk mengurangi kenakalan remaja yang sering dilakukan oleh siswa; 2) Kepala Sekolah diharapakan agar meningkatkan pengawasan dan aturan yang berlaku disekolah agar mampu meminimalisir terjadinya tindakan kenakalan pemalakan seperti ini, kepala sekolah juga diharapkan ikut berperan aktif dalam mengawasi jalannya semua kegiatan yang ada disekolah salah satunya program layanan khusus; 3) Waka Kesiswaan diharapkan semakin memperbanyak program layanan khusus yang bersifat mengembangkan potensi dari setiap siswa, agar waktu mereka bisa dipergunakan secara positif.  Program layanan khusus yang ada sekarang sudah cukup baik dan mampu menunjang untuk meningkatkan potensi siswa dan moralitasnya; 4) Orang Tua Siswa diharapakan tetap mengawasi dan memberi perhatian kepada anak baik perkembangan akademik maupun non-akademik, dikarenakan pada usia seperti remaja masih labil dalam peniruan atau imitasi; 5) Peneliti Lain yang akan meneliti tentang penelitian sejenis, maka disarankan untuk menghasilkan penemuan yang lebih baik dengan menggunakan pendekatan yang berbeda dan juga variable yang berbeda agar dapat memperoleh hasil penelitian yang sempurna