SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Strategi Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Layanan Prima Melalui Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan (Studi Kasus di MTs Al Ma'arif 1 Singosari Kabupaten Malang)

Dellita Yana Prasetyaning Putri

Abstrak


ABSTRAK

 

Putri, Dellita Yana Prasetyaning. 2017. Strategi Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Layanan Prima Melalui Ketersediaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan (Studi Kasus di MTs Al Maarif 01 Singosari). Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing 1) Prof. Dr. H. M. Huda A.Y, M.Pd, dan Pembimbing 2) Teguh Triwiyanto, M.Pd.

 

Kata kunci: strategi, layanan prima dan sarana prasarana.

Strategi adalah suatu langkah-langkah yang akan menentukan tujuan tersebut tercapai atau tidak. Strategi sangat berperan penting dalam menentukan suatu langkah untuk mencapaiu suatu tujuan. Apabila sekolah salah dalam memilih strategi, maka tujuan yang telah direncanakan sebelumnya akan sulit tercapai. Salah satu strategi yang dipilih oleh kepala di MTs Al Maarif 1 Singosari yaitu pemberian layanan prima melalui sarana dan prasarana. Layanan prima sarana dan prasarana di sekolah melibatkan semua pihak di dalam atau di luar lembaga. Semua pihak yang terlibat harus mampu bekerjasama agar dapat mewujudkan pelayanan yang maksimal kepada para pelanggan. Sehingga para pelanggan merasa puas akan pelayanan yang diberikan oleh pemberi layanan di suatu lembaga. Pelayanan yang prima tidak terjadi begitu saja, melainkan harus ada strategi tersendiri dalam melakukan perencanaan, penerapan, dan evaluasinya. Peningkatan layanan sarana dan prasarana di sekolah tidak hanya melalui peserta didik saja namun pada seluruh komponen pendidikan yang dapat menunjang terwujudnya kualitas mutu di sekolah yang meliputi peserta didik, guru, dan layanan pendidikan.

Fokus penelitian tentang: 1) manajemen peningkatan layanan prima melalui sarana dan prasarana di MTs Al Maarif 1 Singosari; 2) strategi kepala madrasah dalam peningkatan sarana dan prasarana di MTs Al Maarif 1 Singosari; 3) kendala yang dihadapi kepala madrasah dalam pelaksanaan strategi pelayanan prima sarana dan prasarana di MTs Al Maarif 1 Singosari; dan 4) solusi yang dihadapi kepala madrasah dalam pelaksanaan strategi pelayanan prima sarana dan prasarana di MTs Al Maarif 1 Singosari.

Lokasi penelitian ini dilakukan di MTs Al Maarif 1 Singosari Jalan Masjid Nomor 3 berada di sebuah kecamatan di Kabupaten Malang yang berbatasan dengan Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian kualitatif adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari ketiga teknik tersebut diorganisasikan, direduksi apabila tidak relevan dengan fokus penelitian, dianalisis guna menyusun dan mengabstaksikan, serta menyimpulkan temuan lapangan. Keabsahan data diuji dengan: 1) triangulasi; 2) pengecekan anggota; dan 3) perpanjangan ketekunan.

Hasil penelitian ini meliputi: 1) manajemen peningkatan layanan prima melalui sarana dan prasarana yang berupa keikutsertaan kepala madrasah dan seluruh guru maupun staf pada saat pelaksanaan ; 2) strategi-strategi kepala madrasah dalam meningkatkan layanan prima melalui sarana prasarana berupa perencanaan hingga evaluasi; 3) kendala yang dihadapi kepala madrasah dalam pelaksanaan layanan prima melalui sarana dan prasarana; 4)  solusi yang dihadapi kepala madrasah dalam pelaksanaan strategi peningkatan layanan prima melalui sarana dan prasarana.

 

Berdasarkan kesimpulan penelitian dapat disarankan bagi: 1) Kepala Madrasah diharapakan untuk membagi jam dan ruangan antar MTs dan SDI agar penggunaan sarana dan prasarana tidak bentrok; 2) Wakil kepala sekolah bagian sarana dan prasarana diharapkan semakin memperbanyak program layanan sarana dan prasarana dan meningkatkan layanan prima kepada pelanggan; 4) Orang Tua Siswa diharapakan tetap mengawasi dan memberi perhatian kepada anak baik perkembangan akademik maupun non-akademik, dikarenakan pada usia seperti remaja masih labil dalam peniruan atau imitasi; dan 5) Peneliti Lain yang akan meneliti tentang penelitian sejenis, maka disarankan untuk menghasilkan penemuan yang lebih baik dengan menggunakan pendekatan yang berbeda dan juga variabel yang berbeda agar dapat memperoleh hasil penelitian yang sempurna.