SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Faktor Profesionalisme Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Mojokerto

Sofiani Indah Listiana

Abstrak


ABSTRAK

 

Listiana, Sofiani Indah. 2017. Analisis Faktor Profesionalisme Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Mojokerto. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd, (2) Dr. Mustiningsih, M.Pd.

 

Kata kunci: faktor-faktor profesionalisme guru, profesiguru, guru SD

Guru yang profesional selayaknya merealisasikan tugas profesinya dengan penuh tanggungjawab. Selain itusebagai seorang guru yang profesional harus siap untuk menghadapi perubahan sebagai dampak dari era globalisasi yang sangat berkembang seperti saat ini. Hal ini merupakan salah satu wujud dari tanggungjawab terhadap tugas profesinya dengan melakukan peningkatan kemampuan profesional secara terus-menerus serta mengembangkan kemampuan individu.Terutama guru di jenjang pendidikanSekolah Dasar (SD), hal ini dikarenakan SDsebagai pendidikan formal pertama yang ditempuh peserta didik, sehingga akan memberikan landasan bagi pendidikan selanjutnya. Untuk itu sebagai guru SD perlu adanya peningkatan kualitas profesionalisme guru. Menurut Djojonegoro (dalam Danim dan Khairil, 2010: 9) menyatakan tiga faktor penting profesionalisme dalam suatu jabatan, yaitu: “1) memiliki keahlian khusus yang dipersiapkan oleh program pendidikan keahlian atau spesialisasi, 2) kemampuan untuk memperbaiki kemampuan (keterampilan dan keahlian khusus yang dikuasai), dan 3) penghasilan yang memadai sebagai imbalan terhadap keahlian khusus yang dimilikinya”.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) apa saja faktor-faktor yang membentukProfesionalisme Guru SD di Kabupaten Mojokerto, (2) berapa kontribusi dari masing-masing faktor yang membentukProfesionalisme Guru SD di Kabupaten Mojokerto, dan (3) apa faktor yang paling dominan dalam membentukProfesionalisme Guru SD di Kabupaten Mojokerto. Teori  yang digunakan adalah teori profesionalisme guru.

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menemukan faktor-faktor yang membentuk profesionalisme guru SD, (2) menemukan kontribusi dari masing-masing faktor yang membentuk profesionalisme guru SD, dan (3)menemukan faktor yang paling dominan dalam membentuk profesionalisme guru.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksploratoti dan jenis penelitian deskriptif eksploratori. Metode ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor baru dari hasil rotasi yang telah diidentifikasi. Populasi dalam penelitian ini, yaitu seluruh guru SD di Kabupaten Mojokerto, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2015 yaitu sebanyak 5.572 guru. Teknik sampelyang digunakan adalah Area Porposive Proportional Random Sampling., sehingga sampel dari penelitian berjumlah 373 guru dari 5 kecamatan yang diambil sebagai sampel. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket tertutup. Jumlah item soal pada angket tertutup sebanyak 55 item soal. Teknik analisis data yang digunakan analisis faktor dengan bantuan programStatistical Product and Service Solution (SPSS) 16 for windows.

Hasil penelitian ini menyimpulkan, bahwa faktor-faktor yang membentuk profesionalisme guru SD di Kabupaten Mojokerto meliputi: (1) faktor pelatihan, (2) faktor budaya kerja, (3) faktor kepribadian, (4) faktor penghargaan, (5) faktor keterampilan, dan (6) faktor kesejahteraan guru. Urutan kontribusi dari keenam faktor yang ditemukan berturut-turut dari yang terbesar ke terkecil meliputi pertama faktor kepribadian, kedua faktor keterampilan, ketiga faktor pelatihan, keempat faktor kesejahteraan guru, kelima faktor budaya kerja, dan keenam faktor penghargaan. Faktor paling dominan yang dapat membentuk profesionalisme guru SD di Kabupaten Mojokerto adalah faktor kepribadian, yaitu sebesar9,827%.

Penelitian ini memiliki implikasi, yaitu: (1) mempertahankan kepribadian seorang guru agar menjadi suri tauladan bagi peserta didik dan cinta kasih kepada peserta didik sebagai orangtua di lingkungan sekolah, (2) peningkatan keterampilan guru untuk menunjang proses pembelajaran salah satunya dengan mengasah kemampuan mengoperasikan komputer, (3) mempertahankan kesadaran untuk terus menerus mengasah kemampuan dengan mengikuti pelatihan, (4) sejahteranya guru bagi kehidupan sehari-hari dan peningkatan karir, (5) mempertahankan dan meningkatkan suasana kondusif di lingkungan sekolah, dan (6) peningkatan jiwa berprestasi dan aktif pada setiap guru baik di sekolah maupun di organisasi profesi.

 

Saran yang dikemukakan peneliti antara lain: (1) bagi Kepala LPTK lebih meningkatkan kualitas guru yang berkaitan dengan faktor yang memiliki kategori sedang, yaitu faktor keterampilan. Salah satunya dalam bentuk pembuatan kebijakan-kebijakan yang akan menimbulkan kebiasaan. Dengan demikian saat sudah menjadi guru sebenarnya kebiasaan itu akan terus dilakukan dan dapat memperbaiki faktor tersebut, (2) bagi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, dengan mengetahui faktor-faktor profesionalisme guru SD di Kabupaten Mojokerto, maka lebih selektif lagi mengadakan kegiatan untuk meningkatkan profesionalisme guru. Khususnya dalam kegiatan yang mencerminkan faktor keterampilan dan faktor penghargaan, (3) bagi Kepala Sekolah Dasar di Kabupaten Mojokerto sebagai pemimpin di sekolah lebih memotivasi guru untuk upaya peningkatan profesionalisme dan mengadakan kegiatan di sekolah yang berkaitan dengan faktor yang memiliki kategori sedang, antara lain faktor keterampilan dan faktor penghargaan serta memberikan arahan bagi guru yang belum paham mengenai profesionalisme, (4) bagi Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Mojokerto, sebagai objek yang diteliti sebaiknya lebih meningkatkan dan memperbaiki hal yang kurang sesuai dalam faktor keterampilan dan faktor penghargaan, sehingga dalam melaksanakan tugas profesional tidak terganggu dan dapat mewujudkan tujuan pendidikan dengan lebih efektif dan efisien, dan (5) Bagi peneliti lain, dapat melakukan penelitian lain dengan pengembangan lain sesuai dengan kondisi yang diteliti, antara lain: perbedaan profesionalisme guru pada sekolah dasar negeri dan swasta, hubungan profesionalisme guru dengan kepribadian guru.