SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Keefektifan Pembinaan Ekstrakurikuler dan Tingkat Kedisiplinan Siswa di SMP Negeri se-Kota Blitar

Rulita Ayu Pratiwi

Abstrak


ABSTRAK

 

Pratiwi, Rulita Ayu. 2017. Hubungan antara Keefektifan Pembinaan Ekstrakurikuler dan Tingkat Kedisiplinan Siswa di SMP Negeri se-Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd, (II) Teguh Triwiyanto, S.Pd., M.Pd.

 

Kata Kunci: keefektifan pembinaan ekstrakurikuler, kedisiplinan siswa

Kenakalan remaja saat ini memerlukan tindakan pendisiplinan yang lebih serius. Penanganan kedisiplinan yang tepat sangat diperlukan agar tidak sampai menimbulkan kekerasan. Penanaman pendidikan karakter sangat dibutuhkan untuk membentuk perilaku positif bagi siswa usia Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pendidikan karakter tersebut bisa didapatkan dengan cara siswa mengikuti berbagai hal-hal positif di sekolah. Kegiatan yang menunjang hal-hal positif di sekolah bisa dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai positif sekaligus mengembangkan bakat dan minat siswa di dalamnya. Kegiatan ekstrakurikuler juga melatih siswa untuk bersikap disiplin dalam melakukan berbagai hal. Adanya kegiatan ekstrakurikuler menjadikan siswa semakin terlatih untuk bersikap positif dan disiplin dalam belajar maupun melakukan aktivitas lainnya. Hal tersebut akan sangat membantu dalam mengurangi kenakalan remaja yang sedang marak saat ini. Siswa SMP memang perlu diberikan kegiatan-kegiatan positif yang membentuk dirinya untuk dapat menjadi generasi yang baik di masa depan.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan tingkat kedisiplinan siswa, (2) menjelaskan tingkat keefektifan pembinaan ekstrakurikuler, dan (3) menemukan hubungan keefektifan pembinaan ekstrakurikuler terhadap tingkat kedisiplinan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan analisis deskriptif-korelasional yang dilaksanakan di SMP Negeri se-Kota Blitar dengan subjek penelitian yaitu seluruh siswa. Penarikan jumlah sampel menggunakan proportional random sampling sehingga diketahui dalam penelitian ini ada 382 siswa. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari dua variabel. Setiap variabel dilakukan analisis deskriptif. Selanjutnya variabel keefektifan pembinaan ekstrakurikuler (X) dikorelasikan dengan variabel terikat tingkat kedisiplinan siswa (Y).

Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa angket/kuesioner tertutup bentuk checklist. Sebelum instrumen digunakan untuk penelitian, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Apabila angket/kuesioner sudah valid dan reliabel, maka dapat dilakukan penelitian. Setelah data dari angket/kuesioner terkumpul, kemudian dilakukan pengolahan data dan dianalisis menggunakan metode korelasi sederhana product moment pearson.

Berdasarkan analisis data, diketahui variabel keefektifan pembinaan ekstrakurikuler berada dalam kategori tinggi dengan persentase 52% dan variabel tingkat kedisiplinan siswa pada kategori sedang dengan persentase 61,78%. Hasil uji hipotesis diketahui ada hubungan positif yang signifikan antara keefektifan pembinaan ekstrakurikuler dengan tingkat kedisiplinan siswa di SMP Negeri se-Kota Blitar. Hal tersebut menunjukkan bahwa dengan adanya keefektifan pembinaan ekstrakurikuler yang optimal, maka akan lebih meningkatkan kedisiplinan siswa.

Saran yang diberikan yaitu: (1) bagi Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar sebaiknya membuat kebijakan tentang kewajiban siswa mengikuti ekstrakurikuler pramuka, memberikan pengarahan kepada kepala SMP Negeri se-Kota Blitar untuk lebih meningkatkan keaktifan siswa di bidang ekstrakurikuler voli, sepak bola, dan PMR (Palang Merah Remaja), dan mengeluarkan kebijakan wajib mengikuti ekstrakurikuler minimal 3 untuk setiap siswa demi melatih mereka untuk lebih produktif dalam memanfaatkan waktu luangnya; (2) bagi Kepala SMP Negeri se-Kota Blitar sebaiknya dalam hal menghidupkan jiwa disiplin dengan cara pemberian kebebasan yang bertanggungjawab lebih ditingkatkan, agar siswa tidak merasa tertekan dengan hanya memberikan paksaan atau aturan yang mengikat kepada siswa untuk selalu bersikap disiplin, dan pemberian contoh yang baik dari kepala sekolah maupun guru-guru akan dirasa lebih dapat memotivasi siswa untuk bersikap disiplin; (3) bagi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sebaiknya dalam hal teknik pembinaan kedisiplinan dengan cara pemberian skors lebih ditingkatkan agar dapat menunjang proses peningkatan kedisiplinan siswa di SMP Negeri se-Kota Blitar; (4) bagi orang tua/wali siswa SMP sebaiknya dapat mengarahkan putra-putrinya untuk lebih aktif mengikuti ekstrakurikuler di sekolah terutama ekstrakurikuler pramuka, sepak bola, voli, ataupun PMR, sekaligus dalam upaya meningkatkan kedisiplinan anak, orang tua harus lebih sering memberikan teguran di rumah agar anak terus dapat melatih kedisiplinan pada diri mereka dengan mengingat teguran-teguran yang diberikan orang tua nya; (5) bagi siswa sebaiknya lebih memahami pentingnya sikap disiplin bagi masa depan mereka. Selain itu, siswa harus lebih bisa memberikan dorongan untuk bersikap disiplin dari diri sendiri dan tidak hanya menerapkan kedisiplinan semata-mata karena ada tata tertib atau aturan yang mengikat saja. Siswa laki-laki seharusnya lebih meningkatkan semangat dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah yang dapat melatih kedisiplinan mereka, bisa dengan mengikuti pramuka, PMR, voli, maupun sepak bola; (6) bagi peneliti selanjutnya sebaiknya hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi dan dikembangkan lebih lanjut dengan cara mengembangkan pokok permasalahan atau variabelnya, mengubah lokasi penelitian yang berbeda dan jenjang yang berbeda.