SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PROYEKSI KEBUTUHAN GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PJOK) SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN SAMPANG TAHUN 2017-2021

Nur Fathiroh Lailina

Abstrak


ABSTRAK

 

Lailina, N. F. 2017. Proyeksi Kebutuhan Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK)  Sekolah Dasar di Kabupaten Sampang Tahun 2017-2021. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Maisyaroh, M.Pd, (II) Burhanuddin, M.Ed, Ph.D.

 

Kata kunci: proyeksi, siswa, guru PJOK

Sekolah Dasar (SD) adalah satu bentuk satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar yang menyelenggarakan program pendidikan enam tahun. Keberadaannya sangat urgen bagi kepentingan pengembangan sumber daya manusia sebab sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan formal yang sangat strategis, disamping itu melandasi jenjang pendidikan selanjutnya.Untuk dapat menyelenggarakan sistem pendidikan di SD dibutuhkan berbagai sumber daya yang dapat mendukung pelaksanannya. Salah satu sumber daya tersebut adalah guru yang berkualitas dan sesuai dengan kualifikasi. Pada jenjang Sekolah Dasar terdapat tiga jenis guru yaitu guru kelas, guru pendidikan agama, dan guru PJOK. Untuk kasus Kabupaten Sampang yang menjadi fokus penelitian ini, jumlah kekurangan  guru terbanyak adalah guru PJOK, hal tersebut berdasarkan Dapodik Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang bahwa pada Tahun 2016 jumlah guru kelas yakni sekitar 4.113 orang guru dan jumlah guru pendidikan agama adalah 486 orang guru sedangkan jumlah guru PJOK sebanyak 197 orang guru. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis meneliti jumlah proyeksi guru PJOK selama lima tahun mendatang.

Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui: (1) jumlah proyeksi siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Sampang Tahun 2017-2021; (2) jumlah proyeksi rombongan belajar Sekolah Dasar di Kabupaten Sampang Tahun 2017 sampai dengan 2021;dan (3) menggambarkan jumlah proyeksi kebutuhan guru PJOK Sekolah Dasar di Kabupaten Sampang Tahun 2017 sampai dengan 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk memproyeksikan guru PJOK Sekolah Dasar selama lima tahun mendatang. Peneliti memperoleh data dari Dinas Pendidikan Sampang dan 13 Unit PelaksanaTeknis (UPT) Dinas Pendidikan di Kabupaten Sampang. Teknik analisis data yang digunakan adalah trend method yakni menggunakan rumus trend parabola dan trend linear. Penyelesaian pengolahan data menggunakan Microsoft Office Excel 2007.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Sampang Tahun 2017 sebanyak 86.346 orang siswa, Tahun 2018 sebanyak 82.447 orang siswa, Tahun 2019 sebanyak 77.491 orang siswa, Tahun 2020 sebanyak 71.482 orang siswa, dan Tahun 2021 sebanyak 64.409 orang siswa. Selain itu, diperoleh jumlah proyeksi rombongan belajar Tahun 2017 sebanyak 6.314 buah rombel, Tahun 2018 sebanyak 5.885 buah rombel, Tahun 2019 sebanyak 5.340 buah rombel, Tahun 2020 sebanyak 4.679 buah rombel, dan Tahun 2021 sebanyak 3.901 buah rombel. Hasil proyeksi guru PJOK Tahun 2017 adalah 144 orang guru, Tahun 2018 sebanyak 136 orang guru, Tahun 2019 sebanyak 125 orang guru, Tahun 2020 sebanyak 112 orang guru, dan Tahun 2021 sebanyak 96 orang guru.

Kesimpulan penelitian yakni: (1) proyeksi jumlah siswa Tahun 2017-2021 setiap tahunnya mengalami penurunan; (2) Proyeksi jumlah rombongan belajar Tahun 2017-2021 setiap tahunnya mengalami penurunan, karena jumlah proyeksi siswa juga mengalami penurunan, sehingga berpengaruh terhadap jumlah proyeksi rombongan belajar dan jumlah proyeksi Guru PJOK; (3) Proyeksi jumlah kebutuhan Guru PJOK Sekolah Dasar di Kabupaten Sampang Tahun 2017-2021 juga mengalami pengurangan karena jumlah proyeksi siswa dan rombel juga mengalami penurunan.

 

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dirumuskan beberapa saran sebagai berikut: (1) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, data hasil penelitian inidapat dijadikan sebagai alat bantu dalam membuat perencanaan penataan dan pemerataan guru PJOK Sekolah Dasar di Kabupaten Sampang; (2) Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sampang (BKD), hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alat bantu dalam penempatandan pemerataan guru sesuai dengan jumlah yag dibutuhkan; (3) Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam mengetahui dan memproyeksi jumlah peserta didik serta jumlah kebutuhan guru, khususnya guru PJOK pada jenjang sekolah dasar; (4) Kepala Sekolah Dasar, hasil penelitian ini dapat membantu Kepala Sekolah dalam mengidentifikasi kebutuhan guru PJOK yang disesuaikan dengan jumlah peserta didik yang ada; (5) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu konstribusi yang positif untuk mengembangkan ilmu manajemen pendidikan; dan (6) Peneliti lain, temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk menambah pengetahuan mengenai perencanaan pendidikan, serta diharapkan dapat mengembangkan penelitian yang lebih baik dari penelitian sebelumnya.